Empat Alasan Membangun Lagi Masjid Al Furqon Cikadu Lumbir Banyumas

 
Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rabb yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus beribadah dan memakmurkan rumah-rumah-Nya. 

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah di atas sunnah hingga hari kiamat.

Hidup di dunia ini tidak akan pernah lepas dari perbedaan pendapat, pro dan kontra. Hal ini adalah sunnatullah. Terlebih ketika mendengar kabar bahwa di Grumbul Cikadu, Desa Lumbirl¹ akan dibangun Masjid Al-Furqon yang baru.

Kepada saudara-saudara kami yang mungkin belum sependapat dengan adanya pembangunan masjid baru ini, kami memohon agar tidak terburu-buru berprasangka buruk. Mari kita dudukkan persoalan ini dengan hati yang lapang, dengan niat mencari ridha Allah, dan dengan tabayyun terlebih dahulu.

Berikut ini beberapa alasan dan hikmah dibangunnya Masjid Al-Furqon yang baru:


1. Meningkatnya Jumlah Jamaah 

Seiring berjalannya waktu, jumlah jamaah Masjid Al-Furqon semakin bertambah. Hal ini sangat terasa terutama pada saat kajian rutin Ba’da Maghrib. Kondisi masjid yang ada saat ini, dengan ukuran 7x6 meter, sudah tidak mampu lagi menampung jamaah yang hadir hingga terasa penuh dan sesak.

Dengan membangun masjid baru berukuran 16x16 meter, insyaAllah akan lebih luas, lega, dan nyaman untuk digunakan beribadah dan menuntut ilmu.


2. Menjaga Adab dan Syariat Ikhtilath*
 
Dalam syariat Islam, kita sangat memperhatikan masalah ikhtilath, yaitu percampuran antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. 

Dengan kondisi masjid saat ini yang terbatas, pada saat pengajian Ba’da Maghrib belum ada pembatas yang memadai antara jamaah laki-laki dan perempuan.

Dengan adanya masjid baru yang lebih luas, insyaAllah pengajian Ba’da Maghrib dapat diselenggarakan dengan lebih tertib. Kita bisa menggunakan dua proyektor, satu khusus untuk jamaah Ikhwan dan satu lagi khusus untuk jamaah Akhwat, sehingga ada pemisah dan masing-masing bisa lebih khusyuk. Alhamdulillah, saat ini Grumbul Cikadu sudah memiliki tiga unit proyektor.


3. Kebutuhan Tempat untuk Shalat Id
  
Salah satu sunnah dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha adalah melaksanakannya di tanah lapang sebagai bentuk syiar Islam.

Namun, qadarullah, sering kali Allah Subhanahu wa Ta’ala mentakdirkan hujan pada malam hari atau pagi hari menjelang shalat Id. Jika kita memiliki Masjid Jami’ yang besar dan representatif, maka shalat Id tetap bisa dilaksanakan secara berjamaah di dalam masjid dan dapat menampung lebih banyak jamaah.


4. Menunjang Kegiatan I’tikaf dan Kenyamanan Ibadah

I’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan adalah salah satu syariat yang sangat dianjurkan. 

Melihat struktur masjid baru dengan akses dua pintu, yaitu pintu samping dan pintu depan, akan memudahkan pengaturan keluar-masuk jamaah laki-laki dan perempuan. 

Selain itu, dengan adanya tempat wudhu yang terpisah antara Ikhwan dan Akhwat, insyaAllah kegiatan i’tikaf dan ibadah lainnya akan berjalan lebih nyaman dan tertib.


Demikian sedikit penjelasan ini kami sampaikan. Semoga dapat dipahami dengan baik. 

Bagi saudara-saudara yang mungkin masih berbeda pandangan terkait pembangunan masjid baru ini, kami mohon agar tidak saling mengusik di belakang. Jika ada yang ingin disampaikan, sampaikanlah dengan cara yang baik, santun, dan langsung kepada pengurus, agar tidak menimbulkan fitnah dan perpecahan.

Mari kita jadikan pembangunan masjid ini sebagai ladang amal jariyah bersama. Semoga Allah menerima setiap niat baik, setiap langkah, dan setiap harta yang diinfakkan untuk rumah-Nya. Semoga Allah menjadikan masjid ini sebagai pusat cahaya ilmu, iman, dan persatuan bagi warga Grumbul Cikadu khususnya dan kaum muslimin pada umumnya.

Jazakumullahu khairan atas perhatian dan dukungan antum semua.

Ditulis Oleh: Admin