Kisah Kesalehan Eyang Suaeb cikadu lumbir



Bismillahirrahmanirrahim.  
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Semoga kisah kesolehan Eyang Su’aeb ini menjadi cermin bagi kita semua keturunan Cikadu Lumbir untuk meneladani kedermawanan, kesederhanaan, dan husnul khatimah.

Dimasa hidup  Eyang Su’aeb,sewaktu masih Remaja di bawa Jin/Kelong,di Hari Tua ,beliau sangat penakut,ke mana-mana ditemanin,kehidupan beliau sangat sederhana,di samping Guru Mengaji,Eyang Su’aeb mencari nafkah sebagai pengrajin Anyaman dari bambu(missal bikin tampah,kusan,ilir dll.

Kisah kedermawanan Eyang Su’aeb.  

Menceritakan kepada kami Ibu Lasiyah : kehidupan di masa itu sangat sulit,banyak masyarakat kekurangan dan kelaparan,banyak yang mengemis /minta makan,karena kasihan ,Eyang Su’aeb setiap hari menanak nasi di campur oyek,terus di bungkus dan di bagi-bagikan kepada masyarakat.

Sempat beliau berhutang untuk membeli singkong di bikin oyek ,padahal beliau hidup sederhana,kami yang menulis sangat terharu(meneteskan air mata),bisakah kita zaman sekarang mencontoh beliau!,demi orang lain  beliau rela berhutang. 

Sungguh mulia akhlak beliau. Sedekah di masa sulit itulah yang paling dicintai Allah. 
Nabi ﷺ bersabda:  

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ  

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah kegembiraan yang engkau masukkan ke hati seorang muslim. [HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath no. 6026]

Allah juga memuji orang yang mendahulukan orang lain:  

وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ  

"Dan mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam keadaan kekurangan.  [QS. Al-Hasyr: 9]

Beda zaman sekarang ,hidup penuh dengan persaingan masalah Dunia,berlomba-lomba memperbanyak Harta,Islam tidak melarang mengumpulkan Harta,akan tetapi janganlah  karena mencari Harta melalaikan kehidupan Abadi yaitu Akhirat.

Allah mengingatkan kita:  

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا  

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia. [QS. Al-Qash: 77]

Di samping Eyang Su’aeb membuat kerajian ,Istri beliau Eyang Ratem sebagai Tukang Bekam/Turak dan Alhamdulillah kami pribadi!, mungkin ada keturunan dan di berikan kesempatan memiliki alat bekam, sudah banyak yang kami bekam.

Di akhir hidup Eyang Su’aeb

Ibu Lasiyahmenceritakan : sebelum detik-detik Meninggal Dunia ,sempat Eyang Su’aeb bilang kepada Ibu Lasiyah”Ibu Lasiyah!di dinding/ ternit ada cahaya /bentuk  seperti orang,”Ibu Lasiyah bingung ?,ga ada apa-apa ,ko Eyang Su’aeb melihat ada cahaya/bentuk seperti orang.

Tanda Kebaikan Saat Wafat

Peristiwa melihat cahaya atau sosok orang menjelang wafat termasuk kabar gembira dari Allah. Para ulama menjelaskan itu bisa jadi malaikat pembawa rahmat yang datang menjemput ruh orang beriman.

Allah berfirman:  

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ 
 
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.  [QS. Fushshilat: 30]

Nabi ﷺ juga bersabda tentang ruh orang mukmin:  

يَأْتِيهِ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ... فَيَقُولُ اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ 
 
"Malaikat maut datang lalu duduk di dekat kepalanya... lalu berkata: Keluarlah wahai jiwa yang baik menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.  [HR. Ahmad no. 18534, dishahihkan Al-Albani]

Maka mudah-mudahan apa yang dilihat Eyang Su’aeb itu benar tanda husnul khatimah. Wajah bercahaya, ketenangan, dan melihat sosok baik menjelang wafat adalah di antara tanda-tanda orang yang diridhai Allah.

Apakah yang di lihat oleh Eyang Su’aeb sebelum meninggal,tanda kebaikan beliau?,mudah-mudahan apa yang di lihat Eyang Su’aeb, merupakan tanda khusnul khatimah, kami berdo’a, mudah-mudahan Allah SWT memberikan Surga Firdaus kepada beliau…..Amin. 

Jakarta,7 Agustus 2016   
Penulis : Suyitno  


Postingan populer dari blog ini

Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Mursyid Cikadu Lumbir

Silsilah Keluarga Keturuan Eyang Mahmud cikadu Lumbir

Referensi Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir