Empat Jalur Penulis Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir
Alhamdulillah washalatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala nabiyina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang silsilah keluarga yang ada di blog Lumbir Mengaji.
Sekitar tahun 2016, saya diberi kesempatan oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala untuk menelusuri dan menulis silsilah, lalu menampilkannya di blog ini dalam beberapa postingan. Awalnya hanya untuk mengisi waktu, yaitu mencari tahu urutan silsilah keluarga orang tua saya dari jalur bapak maupun ibu.
Alhamdulillah, sedikit demi sedikit data terkumpul hingga menjadi beberapa postingan silsilah keluarga. Meski begitu, masih banyak kekurangan. Saya memohon maaf jika ada penulisan, penyebutan nama, atau urutan keluarga yang kurang tepat. Penelusuran saya lakukan secara global dengan bertanya kepada sebagian anggota keluarga saja.
Kadang yang disebut hanya nama panggilan, bukan nama aslinya. Dengan segala keterbatasan ini, semoga semua yang tercatat dalam silsilah keluarga di blog Lumbir Mengaji dapat dimaklumi.
Mengapa tulisan ini dibuat?
Barangkali ada manfaat bagi sebagian kecil keluarga yang ingin mengetahui bagaimana tulisan-tulisan silsilah keluarga di Lumbir Mengaji disusun. Walaupun pada kenyataannya, kebanyakan keluarga yang melihat daftar silsilah di blog ini mungkin kurang berkenan.
Pada judul postingan saya menyebut ada 4 jalur atau akar utama yang masih merupakan keluarga inti. Keempat jalur ini adalah jalur ayah, dan 3 jalur dari ibu yang berbeda.
Selain 4 jalur utama tersebut, saya juga menambahkan jalur mertua dan jalur lain sebagai pelengkap. Penambahan ini bertujuan agar pembaca yang kebetulan memiliki hubungan kekerabatan dari sisi mertua atau jalur samping bisa ikut menelusuri silsilahnya di blog Lumbir Mengaji.
Jadi total ada 6 bagian dalam tulisan ini:
1. Jalur Ayah
2. Jalur Ibu A – Jaya Mustama
3. Jalur Ibu B – Lebe/Jaya Dirana
4. Jalur Ibu C – Madiksan
5. Jalur Mertua
6. Jalur Lain
Dengan begini, artikel jadi lebih panjang dan bermanfaat untuk lebih banyak keluarga yang ingin mencari tahu asal-usulnya. Tidak bertele-tele, langsung saja kita mulai dari jalur pertama.
1. Jalur Ayah
Urutan:
Suyitno – Bapak Sudiro – Eyang Su‘ab – Eyang Sanraji
Keterangan:
Eyang Sanraji mempunyai 5 anak:
1. Eyang Mas‘ud – Untuk melihat keturunan Eyang Mas‘ud, buka silsilah di sini
2. Eyang Tangirah
Allah Ta‘ala mentakdirkan Eyang Tangirah mempunyai dua suami:
Suami pertama: Eyang Sanmustar, buka silsilah di sini
Suami kedua: Eyang Umar, klik silsilah di sini
3. Eyang Suaeb – Siapa saja keturunannya bisa dilihat silsilah di sini
4. Eyang Napsiyah – Siapa saja keturunannya bisa dibaca silsilah di sini
5. Eyang Abu Tolkhah – Bisa cek silsilah di sini
Alhamdulillah, dari 5 anak Eyang Sanraji sudah lahir puluhan buyut. Kenalan sama Buyut Paling Muda baca kisah di sini
Dan qadarullah, canggah yang paling muda lahir di zaman sekarang. Perjalanan kisah lahirnya Canggah Paling Muda baca kisah di sini
Demikian keterangan singkat mengenai jalur ayah ke atas.
2. Jalur Ibu – Jalur Eyang Jaya Mustama
Urutan:
Suyitno – Ibu Kusinah – Eyang Madikhak – Eyang Jaya Mustama
Keterangan:
Eyang Jaya Mustama mempunyai istri bernama Eyang Milem dan mempunyai 5 anak - baca silsilah di sini
Dengan keterbatasan informasi yang saya dapatkan, orang tua Eyang Jaya Mustama belum diketahui. Akan sangat menarik jika jalur ke atas dapat dilanjutkan: siapa orang tua Eyang Jaya Mustama dan siapa saja saudara-saudaranya.
Barangkali ada pembaca yang dapat berbagi informasi untuk melengkapi silsilah keluarga Eyang Mustama.
3. Jalur Ibu – Jalur Eyang Lebe/Jaya Dirana
Urutan:
Suyitno – Ibu Kusinah – Eyang Madikhak– Eyang Milem – Eyang Lebe/Jaya Dirana
Keterangan:
Allah Subhanahu wa Ta‘ala mentakdirkan Eyang Milem menikah dua kali:
Suami pertama: Eyang Jaya Mustama.
Suami kedua: Eyang Martawi, bisa dicek silsilah di sini
Eyang Milem mempunyai orang tua bernama Eyang Lebe/Jaya Dirana.
Beliau mempunyai sepuluh saudara. Untuk mengetahui urutannya, bisa dibaca silsilah di sini
4. Jalur Ibu – Jalur Eyang Madiksan
Urutan:
Suyitno – Ibu Kusinah – Eyang Nasiyah – Eyang Madiksan
Keterangan:
Allah Subhanahu wa Ta‘ala mentakdirkan Eyang Madiksan menikah dua kali:
Istri pertama: Eyang Sawen, selengkapnya bisa dibaca silsilah di sini
Istri kedua: Eyang Karsih, silakan telusuri dengan klik silsilah di sini
Istri pertama Eyang Madiksan kemudian menikah lagi dengan Eyang Madkarta, bisa dilihat silsilah di sini
Selanjutnya, Eyang Madiksan mempunyai kakak bernama Eyang Mursyid.
Siapa saja keturunan Eyang Mursyid bisa dibaca silsilah di sini
Eyang Madiksan dan Eyang Mursyid mempunyai orang tua bernama Eyang Data.
5. Jalur Mertua
Jalur ini masih lingkup keluarga dari mertua.
Urutan:
Suyitno mempunyai mertua: Ibu Hartinah – Eyang Suminah – Eyang Madnirpan
Siapa saja keturunan Eyang Madnirpan bisa dibaca silsilah di sini
Eyang Madnirpan mempunyai adik bernama Eyang Marsid. Siapa saja keturunannya bisa lihat silsilah di sini
Eyang Madnirpan dan Eyang Marsid mempunyai Orang tua namanya Eyang Ditu
6. Jalur Lain
Ada lagi silsilah keluarga pada jalur berbeda:
Eyang Mulyadi – bisa cek silsilah di sini
Eyang Samsuri – bisa buka silsilah di sini
Eyang Madaris – bisa ditelusuri silsilah di sini
Demikian keterangan yang dapat saya sampaikan dengan keterbatasan kemampuan mengolah kata. Semoga bermanfaat bagi yang senang menelusuri silsilah keluarga.
Cikadu, 24 Mei 2026
Penulis: Suyitno
Komentar
Posting Komentar