Bersabar Membangun Masjid Al Furqon Di Cikadu Lumbir
*MEMBANGUN RUMAH ALLAH: UJIAN SABAR PANITIA MASJID AL FURQON CIKADU LUMBIR*
*MUKADIMAH: KEUTAMAAN MEMBANGUN MASJID*
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, keluarga, dan para sahabatnya.
Membangun masjid adalah salah satu amal jariyah yang pahalanya terus mengalir sampai hari kiamat. Inilah cita-cita mulia yang diharapkan oleh setiap hamba yang beriman.
*Dalil:*
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:
_"Barangsiapa yang membangun masjid karena mengharapkan wajah Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga."_ [HR. Bukhari No. 450, Muslim No. 533]
*Syarah Hadits:*
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, membangun masjid di sini mencakup membangunnya dari awal, memperluas, atau memperbaikinya. Pahala "rumah di surga" adalah balasan yang sangat besar dari Allah, menunjukkan betapa agungnya kedudukan orang yang ikut serta dalam memakmurkan rumah-Nya. Maka setiap manusia yang beriman pasti berharap apa yang dicita-citakan terwujud dengan takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
---
*ISI: KRONOLOGI PEMBANGUNAN MASJID AL FURQON CIKADU*
Mengenai Pembangunan Masjid Al Furqon yang baru, direncanakan Bulan Maret dan In Sya Allah dana swadaya untuk biaya tukang sudah terkumpul Bulan April, berharap proses pembangunan Masjid segera dilaksanakan.
Akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berkehendak lain. Dari proses Pembangunan Masjid yang mudah-mudahan dana bantuan dari Yayasan segera keluar, Qadarallah sampai Bulan September belum juga keluar dana Pembangunannya.
Ada sedikit kendala dalam persyaratan ke Yayasan Pembangunan Masjid. Sebagai gambaran, sedikit kami ceritakan kendala proses Pembangunan.
*Kendala Yang Pertama:*
Kemungkinan setiap Yayasan berharap dalam menyediakan lahan untuk Masjid, benar-benar sertifikat murni, bukan lahan tukar guling. Dikarenakan Yayasan mengambil resiko sekecil mungkin terjadi sesuatu hal dalam lahan tersebut, yaitu sengketa.
Alhamdulillah, dari awal proses penyediaan lahan tukar guling antara lahan yang baru dengan Masjid yang lama, sekarang sudah sertifikat sepenuhnya untuk Masjid yang baru.
Sedikit gambaran proses penyediaan lahan yang baru:
Lahan yang baru untuk Masjid, tepatnya di depan Rumah Bapak Bowo dengan luas 450 meter persegi. In Sya Allah berukuran bangunan 16x16 M.
Lahan Masjid yang lama berukuran sepuluh ubin dengan ukuran Bangunan Masjid 6x6 M.
Dengan kondisi luas tanah yang berbeda, dari awal proses tukar guling, tanah dan bangunan Masjid menjadi hak milik yang punya tanah yang baru.
*Letak Bangunan Masjid Al Furqon Grumbul Cikadu*
Alhamdulillah, tanah dan bangunan Masjid yang lama dibayar dengan swadaya masyarakat dengan nominal sebesar Lima Puluh Juta Rupiah.
*Kendala Yang Kedua:*
Rencana Pembangunan Masjid yang baru dengan ukuran Masjid 16x16 M, sudah cukup besar untuk Warga Grumbul Cikadu. Dengan letak kondisi di pedesaan, sudah cukup untuk menampung jamaah satu RW.
Singkat kata, Mukhsin dari Saudi Arabia yang terhubung Yayasan Pembangunan Masjid Al Furqon, belum ada yang bersedia membangun Masjid dengan ukuran 16x16 M. Akan tetapi sudah banyak Mukhsin yang membangun Masjid dengan ukuran 20x20 M.
*Gambar dari satelit*
Dengan keadaan Mukhsin sampai detik ini belum ada yang bersedia membantu pembangunan dengan ukuran Masjid 16x16 M, pihak Panitia Pembangunan Masjid Grumbul Cikadu hanya bersabar dan bersabar. Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala memudahkan/memercepat proses Pembangunan Masjid.
*Terlihat Megahnya Masjid Al Furqon yang baru*
---
*PENUTUP: SABAR, TAWAKAL, DAN MENGAMBIL PELAJARAN*
*Dalil:*
Allah Ta'ala berfirman:
_"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."_ [QS. Al-Baqarah: 155]
*Syarah Ayat:*
Syaikh As-Sa'di rahimahullah menjelaskan, ujian adalah sunnatullah bagi orang-orang beriman. Termasuk di dalamnya ujian dalam urusan harta dan proyek kebaikan. Allah memerintahkan kita untuk bersabar dan memberi kabar gembira bagi mereka yang ridha dengan ketetapan-Nya. Maka ketika Qadarullah belum mengizinkan, tugas kita adalah bersabar, memperbaiki sebab, dan terus bertawakal.
Akhir kata, penulis memohon maaf apabila tulisan kurang pas dengan kenyataan yang ada. Dengan kalimat susunan seperti ini, mudah-mudahan sedikit menjadi pengertian kepada seluruh yang mendukung pembangunan Masjid, bisa dimengerti dan dima'lumi dengan kenyataan tersebut.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala segera membuka pintu pertolongan, melunakkan hati para Mukhsin, dan menyegerakan terwujudnya Masjid Al Furqon yang megah sebagai tempat sujud dan syiar Islam di Grumbul Cikadu. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Jakarta, 17 September 2018
*Penulis: Suyitno*
---
Setiap Manusia berharap apa yang di cita-citakan terwujud dengan takdir Allah Shubhanahu Watta'alla.
Mengenai Pembangunan Masjid Al Furqon yang baru, direncanakan Bulan Maret dan In Sya Allah dana swadaya untuk biaya tukang sudah terkumpul Bulan April,berharap proses pembangunan Masjid segera dilaksanakan.
Akan tetapi Allah Shubhanahu Watta'alla Berkehendak lain, dari proses Pembangunan Masjid yang mudah-mudahan dana bantuan dari Yayasan segera keluar,Qadarallah sampai Bulan September Belum juga Keluar dana Pembangunannya.
Ada Sedikit kendala dalam persyaratan ke Yayasan Pembangunan Masjid
Sebagai gambaran, sedikit kami ceritakan kendala proses Pembangunan.
Yang Pertama:Kemungkinan setiap Yayasan berharap dalam menyediakan lahan untuk Masjid, benar-benar sertifikat murni' tikad lahan Tukar guling, dikarenakan Yayasan mengambil resiko sekecil mungkin terjadi sesuatu hal dalam lahan tersebut(sengketa).
Alhamdulillah,dari awal proses penyediaan lahan tukar guling antara lahan yang baru dengan Masjid yang lama, sekarang sudah sertifikat sepenuhnya untuk Masjid yang baru.
Sedikit gambaran proses penyedian lahan yang baru:
Lahan yang baru Masjid,tepatnya di depan Rumah bapak Bowo dengan luas 450 meter persegi
yang In Sya Allah berukuran bangunan 16×16 M
Lahan Masjid yang lama berukuran sepuluh ubin dengan ukuran Bangunan Masjid 6x6 M
Dengan kondisi luas tanah yang berbeda, dari awal proses tukar guling!, tanah dan bangunan Masjid menjadi hak milik yang punya tanah yang baru.
Letak bangunan Masjid Al Furqon Grumbul Cikadu
Alhamdulillah,tanah dan bangunan Masjid yang lama di bayar dengan swadaya Masyarakat dengan nominal sebesar Lima Puluh Juta.
Yang Kedua: Rencana Pembangunan Masjid yang baru dengan ukuran Masjid 16x16 M, sudah cukup besar untuk Warga Grumbul Cikadu,dengan letak kondisi di pedesaan,sudah cukup untuk menampung jamaah satu Rw.
Singkat kata, Mukhsinin dari Saudi Arabia yang terhubung Yayasan Pembangunan Masjid Al Furqon, Belum ada yang bersedia Membangun Masjid dengan ukuran 16x16 M,akan tetapi sudah banyak Mukhsinin yang membangun Masjid dengan ukuran 20x20 M.
Gambar dari satelit
Dengan keadaan Mukhsinin sampai detik ini belum ada yang bersedia membantu pembangunan dengan ukuran Masjid 16x16 M,pihak panitia Pembangunan Masjid Grumbul Cikadu hanya bersabar dan bersabar,mudah-mudahan Allah Shubhanahu Watta'alla Memudahkan /Mempercepat Proses Pembangunan Masjid.
Terlihat Megahnya Masjid Al Furqon yang baru
Akhir kata:penulis memohon maaf, apabila tulisan kurang pas dengan kenyataan yang ada, dengan kalimat susunan seperti ini, mudah-mudahahn sedikit menjadi pengertian kepada seluaruh yang mendukung pembangunan Masjid, bisa dimengerti dan dima'lumi dengan kenyataan tersebut.
Jakarta,17 September 2018
Penukis : Suyitno
Mengenai Pembangunan Masjid Al Furqon yang baru, direncanakan Bulan Maret dan In Sya Allah dana swadaya untuk biaya tukang sudah terkumpul Bulan April,berharap proses pembangunan Masjid segera dilaksanakan.
Akan tetapi Allah Shubhanahu Watta'alla Berkehendak lain, dari proses Pembangunan Masjid yang mudah-mudahan dana bantuan dari Yayasan segera keluar,Qadarallah sampai Bulan September Belum juga Keluar dana Pembangunannya.
Ada Sedikit kendala dalam persyaratan ke Yayasan Pembangunan Masjid
Sebagai gambaran, sedikit kami ceritakan kendala proses Pembangunan.
Yang Pertama:Kemungkinan setiap Yayasan berharap dalam menyediakan lahan untuk Masjid, benar-benar sertifikat murni' tikad lahan Tukar guling, dikarenakan Yayasan mengambil resiko sekecil mungkin terjadi sesuatu hal dalam lahan tersebut(sengketa).
Alhamdulillah,dari awal proses penyediaan lahan tukar guling antara lahan yang baru dengan Masjid yang lama, sekarang sudah sertifikat sepenuhnya untuk Masjid yang baru.
Sedikit gambaran proses penyedian lahan yang baru:
Lahan yang baru Masjid,tepatnya di depan Rumah bapak Bowo dengan luas 450 meter persegi
yang In Sya Allah berukuran bangunan 16×16 M
Lahan Masjid yang lama berukuran sepuluh ubin dengan ukuran Bangunan Masjid 6x6 M
Dengan kondisi luas tanah yang berbeda, dari awal proses tukar guling!, tanah dan bangunan Masjid menjadi hak milik yang punya tanah yang baru.
Letak bangunan Masjid Al Furqon Grumbul Cikadu
Alhamdulillah,tanah dan bangunan Masjid yang lama di bayar dengan swadaya Masyarakat dengan nominal sebesar Lima Puluh Juta.
Yang Kedua: Rencana Pembangunan Masjid yang baru dengan ukuran Masjid 16x16 M, sudah cukup besar untuk Warga Grumbul Cikadu,dengan letak kondisi di pedesaan,sudah cukup untuk menampung jamaah satu Rw.
Singkat kata, Mukhsinin dari Saudi Arabia yang terhubung Yayasan Pembangunan Masjid Al Furqon, Belum ada yang bersedia Membangun Masjid dengan ukuran 16x16 M,akan tetapi sudah banyak Mukhsinin yang membangun Masjid dengan ukuran 20x20 M.
Gambar dari satelit
Dengan keadaan Mukhsinin sampai detik ini belum ada yang bersedia membantu pembangunan dengan ukuran Masjid 16x16 M,pihak panitia Pembangunan Masjid Grumbul Cikadu hanya bersabar dan bersabar,mudah-mudahan Allah Shubhanahu Watta'alla Memudahkan /Mempercepat Proses Pembangunan Masjid.
Terlihat Megahnya Masjid Al Furqon yang baru
Akhir kata:penulis memohon maaf, apabila tulisan kurang pas dengan kenyataan yang ada, dengan kalimat susunan seperti ini, mudah-mudahahn sedikit menjadi pengertian kepada seluaruh yang mendukung pembangunan Masjid, bisa dimengerti dan dima'lumi dengan kenyataan tersebut.
Jakarta,17 September 2018
Penukis : Suyitno


