Kehidupan Keluarga Eyang Sanraji Cikadu Lumbir


Mukadimah
Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah yang mempertemukan kami dengan para sesepuh, sehingga kisah para leluhur bisa tersambung sampai ke anak cucu. Manusia tempatnya salah dan lupa. 

Tulisan ini kami susun sebatas kemampuan kami menelusuri dan bertanya dari keluarga satu ke keluarga lainnya. Jika ada kebenaran, itu karena pertolongan Allah. Jika ada kekurangan, itu keterbatasan kami sebagai manusia. Wallahu a'lam.


Nasab & Keturunan

Menurut cerita Bapak Akhmadi kepada kami, Eyang Sanraji dikaruniai keturunan lima orang: dua perempuan dan tiga laki-laki. Yang pertama yaitu Eyang Mas’ud, yang kedua Eyang Tangirah, yang ketiga Eyang Su’aeb, yang keempat Eyang Napsiah, dan yang kelima Eyang Abu Tolkhah.


Jejak Dakwah di Lumbir 

Puji syukur alhamdulillah, sejak awal datang ke Lumbir Eyang Sanraji sudah beragama Islam. Dengan keteguhan imannya, beliau menyebarkan agama Islam dengan mengajar kepada masyarakat. Karena jasa itulah beliau diberi gelar/julukan “Eyang Guru”.


Jejak Ilmu di Pondok Lirap

Dengan keteguhan beliau dalam menyebarkan agama, ketiga putra beliau yaitu Eyang Mas’ud, Eyang Su’aeb, dan Eyang Abu Tolkhah disekolahkan/dipondokkan di Pondok Lirap, daerah Kebumen. Kata Bapak Kowo Lumbir, Pondok Pesantren Lirap merupakan pesantren yang bagus mengajarkan ilmu Nahwu dan Sharaf.

Alhamdulillah, dengan berjalannya waktu menuntut ilmu, ketiga putra beliau membuahkan hasil. Terutama putra yang ketiga, yaitu Eyang Abu Tolkhah, yang kemampuan dalam belajar Al-Qur’an sangat luar biasa. Sekian sedikit perjalanan dari keluarga Eyang Sanraji.


Tempat Tinggal & Asal

Eyang Sanraji dan istrinya Eyang Wikinah bertempat tinggal di sebelah utara Masjid Nurul Iman, kurang lebih tepatnya di samping rumah Bapak Sudiro.

Dengan keterbatasan informasi yang kami dapat, Eyang Sanraji adalah pendatang dari Kota Tegal dan Eyang Wikinah berasal dari Purwokerto.


Hijrah ke Cikole Lumbir

Bapak Abu Naim menceritakan kepada kami, bahwa pada waktu itu terjadi geger dan kondisi yang tidak aman. Keluarga Eyang Sanraji hijrah dari sebelah timur ke barat. Alhamdulillah sampai di Desa Lumbir, tepatnya di Cikole.

Pada masa itu, sebagai pendatang, lahan yang ada kemungkinan masih berupa hutan belantara. Makanya data warisan untuk anak keturunannya luas sekali. Pada waktu itu Eyang Sanraji juga terkenal sebagai orang yang lumayan dari segi harta dibandingkan keluarga yang lain.

Dengan lima keturunan beliau rahimahullah, tersebarlah keluarga sampai sekarang. Semoga silaturahmi dan ajaran beliau tetap hidup di anak cucu.


Penutup  

Demikian catatan singkat ini kami tulis sebagai ikhtiar menjaga jejak. Semoga Allah merahmati Eyang Sanraji, Eyang Wikinah, dan seluruh keturunannya. Semoga anak cucu dapat meneladani keteguhan iman dan semangat menuntut ilmunya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Jakarta, 30 Juli 2016  
Penulis: Suyitno

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Mursyid Cikadu Lumbir

Silsilah Keluarga Keturuan Eyang Mahmud cikadu Lumbir

Referensi Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir