Jejak Islam di Cikadu Lumbir


Halaman ini berisi ringkasan 3 tulisan tentang Jejak Islam di Cikadu Lumbir. Klik judul di bawah untuk baca selengkapnya.

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan hidayah Islam ke bumi Lumbir, Banyumas lewat tangan para pendahulu kita. 
 
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, suri teladan dalam dakwah dan kesabaran.

Menulis sejarah bukanlah untuk berbangga-bangga dengan masa lalu. Tapi untuk tiga hal: bersyukur kepada Allah, berterima kasih kepada para Eyang yang jadi wasilah hidayah, dan memberi pijakan kepada anak cucu agar tahu dari mana mereka berasal.

Allah berfirman: 
 
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ  

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." [QS. Adz-Dzariyat: 55]

Semoga 3 tulisan di bawah ini jadi pengingat dan wasilah silaturahmi keluarga besar Cikadu Lumbir.
Gambar foto depan masjid jami cikadu lumbir, Jejak Islam di Cikadu Lumbir
Tautan Penting
→ Empat Jalur Penulis Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir: cek di sini 
→ Kumpulan Tulisan Admin Lumbir Mengaji: buka di sini


3 Tulisan Tentang Jejak Islam di Cikadu Lumbir:

1. Keterbatasan Data, Kejujuran Penulis, Jejak Eyang Sanraji dan Pertanyaan Besar

Mengapa sejarah Islam di Lumbir sulit ditelusuri? Karena para Eyang terdahulu sibuk bertani dan tidak meninggalkan catatan. Kami hanya menulis apa yang kami dengar dan tidak berani mengada-ada.  
  
Siapa pembawa Islam pertama di Lumbir? Bagaimana dengan silsilah Eyang Mursyid, Eyang Madiksan, Eyang Jaya Mustama? Apakah mereka sudah Islam sebelum Eyang Sanraji datang? Ini masih jadi tanda tanya besar yang perlu kita kumpulkan jawabannya bersama.  


2. Perjalanan Dakwah Islam di Cikadu Lumbir
  
Estafet dakwah dari Eyang Sanraji → Eyang Su’aen & Eyang Abu Tolkhah → Bapak Prapto & Bapak Nasrun. Lalu masuknya Muhammadiyah tahun 1960-an dan penegakan dakwah di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah hingga hari ini.  


3. Kemajuan Dakwah Islam & Buahnya di Cikadu Lumbir

Saksi mata: dalam 2-3 tahun terakhir masjid mulai ramai, ada kajian pekanan, i’tikaf 10 malam terakhir, dan qurban 6 ekor sapi dalam 1 grumbul. Semua ini buah dari istiqamahnya para dai seperti Bapak Sri Kusdiyono di atas manhaj salaf.  


Dari penelusuran ini, yang bisa kami pastikan: Eyang Sanraji adalah pembawa dan penyebar Agama Islam pertama di Cikadu Lumbir. Mushalla berdiri, anak-anak ngaji, adzan 5 waktu. Itu bukti nyata jasa beliau.

Namun pekerjaan kita belum selesai. Sejarah lisan itu rapuh. Kalau tidak segera ditulis, 10 tahun lagi hilang. 

Karena itu kami membuka pintu lebar-lebar. Bapak, Ibu, Saudara/saudari masyarakat Desa Lumbir, jika ada yang masih ingat cerita dari kakek-nenek, catatan, mohon kirimkan ke kami. Satu keping informasi dari Panjenengan bisa menyambung sejarah yang putus.

Mari kita lanjutkan estafet ini: lanjut ngaji, lanjut shalat, lanjut akhlak baik. Itu bentuk terima kasih paling nyata kepada para Eyang.

Wallahu a’lam bish shawab. 

Depok, 12 September 2026 
Penulis: Suyitno

Komentar