Ternyata Ada Orang Hebat Di Cikadu Lumbir bag 2
Bismillah.
Alhamdulillah, ash shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ba’du:
Tulisan ini menceritakan Bapak Basuki dan Bapak Amir Katanya beliau punya kelebihan di kukunya. bagaimana pandangan Al-Qur’an dan Sunnah. Biar kita nggak salah langkah
Kelebihan di Kuku Jempol dan Kelingking
Bapak Basuki dan Bapak Amir mempunyai kelebihan di kuku ibu jari (jempol) dan kuku jari kelingking (jentik) bisa ada gambarnya, akan tetapi yang bisa melihat gambar yang diinginkan hanyalah anak kecil sekitar umur 5 tahun, misalkan tentang kehilangan sesuatu terkait barang hilang dan lainnya.
Pertanyaan Tentang Hukum Syariat
Apakah menurut syari’at agama kita hal seperti itu dibolehkan dalam islam.
Benarkah ada orang mengetahui perkara ghaib?
Sesungguhnya pengetahuan terhadap perkara ghaib termasuk hal yang menjadi rahasia Allah Azza wa Jalla. Termasuk sifat Allah paling khusus, yang tidak ada seorang makhlukpun dapat menyamaiNya. Sebagaimana firmanNya :
وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata" [QS. Al-An’am: 59]
Dan firmanNya,
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا . إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا
"(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada rasul yang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga di muka dan di belakangnya" [QS. Al-Jin: 26-27]
Allah berfirman kepada NabiNya,
قُل لَّا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Katakanlah, "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman" [QS. Al-A’raf: 188]
Hadits Tentang Dukun dan Jin
Sebagian mereka mempunyai hubungan dengan jin. Jin-jin ini menyampaikan kepada dukun sebagian berita benar yang dicuri oleh sang jin. Kemudian sang dukun ini membuat seratus kedustaan. Sebagaimana dalam sebuah hadits,
قَالَتْ عَائِشَةُ زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: سَأَلَ أُنَاسٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْكُهَّانِ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيْسُوا بِشَيْءٍ. فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ أَحْيَانًا بِالشَّيْءِ يَكُونُ حَقًّا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنَ الْحَقِّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ فَيُقِرُّهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ فَيَخْلِطُونَ فِيهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ
Aisyah istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, “Ada sekelompok orang yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam masalah tukang dukun,” Beliau menjawab, “Mereka tidak ada apa-apanya.” Orang-orang itu berkata, “Wahai Rasulullah, terkadang mereka membicarakan sesuatu yang benar.” Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Itulah sebuah kalimat kebenaran yang dicuri oleh jin, lalu disampaikan kepada telinga walinya, lalu wali-wali jin ini mencampurinya dengan seratus kedustaan.”
[HR. Bukhari no. 5762, Muslim no. 2228]
Kesaksian dari Bapak Muhkam
Pada kenyataannya pernah diceritakan kepada kami, dari Bapak Mukham, bahwa ada 2 anak kecil disuruh melihat kejadian di kuku ibu jari beliau (Bapak Amir) katanya terlihat gambar begini dan begitu, setelah pulang 2 anak kecil tersebut ditanya, "kamu tadi melihat apa di kuku ibu jari (Bapak Amir)", kami tidak melihat apa-apa, jadi sebenarnya 2 anak kecil tersebut ketakutan dengan pengakuan Bapak Amir terlihat gambar begini dan begitu, kalau memang benar bisa terlihat gambar oleh anak kecil di kuku ibu jari, itu merupakan bantuan dari bangsa jin (bersekutu dengan jin).
Kesimpulan Hukum Syariat
Apakah kelebihan seperti itu diperbolehkan didalam syariat islam?, tentu tidak diperbolehkan berdasarkan Nash Dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, hidup di dunia ini dalam beragama Islam apa adanya, ada perintah dari Allah dan Rasulnya Kita laksanakan semampu kita, kalau ada larangan dari Allah dan Rasulnya kita tinggalkan.
Allah Ta'alla di dalam surat al Hasyr ayat 7 berfirman
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa yang diperintahkan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Ny [QS. Al-Hasyr: 7]
Demikian yang bisa saya sampaikan,tulisan ini bukan untuk menjatuhkan siapapun, tapi karena sayang dan wajib saling menasihati dalam kebenaran.
Kita cukupkan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Nggak usah penasaran dengan hal ghaib. Doa, ikhtiar, tawakal. Itu jalan paling selamat.
Jakarta, 1 Agustus 2016
Penulis : Suyitno