Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Masud Cikadu Lumbir
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'alla yang telah mengumpulkan kita dalam satu nasab, satu darah, dan satu keluarga besar.
Salah satu bentuk syukur kita kepada Allah adalah dengan menyambung tali silaturahim. Dan salah satu cara menyambung silaturahim adalah dengan saling mengenal. "Siapa ayahku, siapa kakekku, siapa saudaraku".
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim." HR. Bukhari & Muslim
Tautan Penting
→ Empat Jalur Penulis Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir: cek di sini.
→ Kumpulan Tulisan Admin Lumbir Mengaji: buka di sini.
Untuk kesempatan kali ini, kami akan mengawali penulisan silsilah dari Keturunan Eyang Sanraji, anak yang pertama yaitu Eyang Mas'ud.
Selama ini kami belum mengetahui tanggal lahir, tanggal wafat, dan umur beliau. Mudah-mudahan ke depan ada keluarga yang bisa melengkapi data tersebut.
Seluruh anak keturunan Eyang Sanraji, sepantasnya kita selalu bersyukur. Karena ada sebagian keturunan yang mau menelusuri dan mengumpulkan data-data seluruh keturunan.
Bagi kami ada manfaatnya. Kalau kita hanya mengetahui "si fulan saudara kita", maka ada ikatan batin kekeluargaan. Apalagi jika kita menyambung hubungan silaturahim dengan mengunjungi rumah/bertamu, itu lebih utama dan mendapatkan pahala.
Eyang Mas'ud Anak pertama dari Eyang Sanraji.
Bapak Akhmadi mengatakan bahwa Eyang Mas'ud di masa hidup beliau pernah menikah dua kali:
A. Istri Pertama: Eyang Watem- Asal Ajibarang
Keterangan dari Bapak Mukhkam: Bapak Abu Sujadi/Yusuf mempunyai mertua perempuan. Nah, itu adalah Istri pertama Eyang Mas'ud.
Catatan :
Pada saat menikah dengan Eyang Mas'ud, istrinya sudah mengandung.
Dari pernikahan ini, istri Eyang Mas'ud mempunyai anak bernama Bapak Tamrin.
Jadi, Bapak Tamrin bukan anak kandung Eyang Mas'ud.
Pertanyaan: Siapakah ayah kandung Bapak Tamrin?
Kami sendiri setelah menelusuri, belum mengetahui siapa orang tua yang sebenarnya dari Bapak Tamrin.
Walaupun Bapak Tamrin bukan benih dari keturunan Eyang Mas'ud, tetap saja harta warisan sebagian buat Bapak Tamrin dan sebagian lagi buat Istri kedua Eyang Mas'ud yaitu Eyang Pinah.
Di masa hidup Bapak Tamrin pernah menjadi pandai besi/empu, tepatnya di tanahnya Bapak Narto Kunus/sebelah Utara Rumah Bapak Sudiro.
Keturunan Bapak Tamrin
Eyang Tamrin ditakdirkan Allah Ta'ala menikah dua kali:
1. Istri Pertama: Eyang Tamrin + Eyang Watem - 1 anak
A. Kasbi / Amar Shalih - 5 anak
1. Muslim - 2 anak
a. Dika
b. Tias
2. Nursolah - 2 anak
a. Sodah
b. Fikri
3. Marfu'ah - 3 anak
4. Binhakim - 1 anak
a. Agil
5. Safrudin - 2 anak
a. Nadin
b. Olin
2. Istri Kedua: Eyang Tamrin + Eyang Kapen - 6 anak
A. Sodikin - 5 anak
1. Siti Purwanti - 5 anak
2. Imam Supriyanto - 3 anak
3. Nuzul Rohman Zunanto
4. Rohmah Junianti - 2 anak
5. Sofa Siswoyo
B. Sahidi - 4 anak
C. Nasiyah - 2 anak
D. Adun (alm)
E. Yatin - 3 anak
F.
B. Istri Kedua: Eyang Pinah
Menurut cerita Ibu Lasiyah, Eyang Pinah mempunyai Adik bernama Eyang Birin.
Eyang Mas'ud dengan Eyang Pinah tidak mempunyai anak.
Tentang Rumah Eyang Mas'ud
Rumah Eyang Mas'ud tepatnya yang sekarang ditempati Bapak Sukemi.
Di belakang rumah Bapak Sukemi dulunya kolam/blumbang ikan, sangat terkenal sekali dengan "Kolam Eyang Mas'ud". Ikannya besar-besar. Katanya ikan gurame lebarnya sampai satu ilir. Mantap!
Demikian data silsilah awal dari keturunan Eyang Mas'ud yang bisa kami himpun saat ini.
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'alla memberkahi apa yang selama ini kami tulis. Dan untuk yang akan datang, semoga Allah Subhanahu wa Ta'alla memberi kemudahan kepada kami untuk terus berbagi kepada kaum muslimin, khususnya keturunan keluarga besar Eyang Sanraji.
Kami memohon maaf jika ada data yang kurang tepat atau ada nama yang terlewat. Kepada seluruh keluarga, jika ada yang memiliki data tambahan atau cerita, mohon kiranya bisa menghubungi kami agar silsilah ini semakin lengkap.
Mari kita jaga silaturahim. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat dan paling banyak menyambung persaudaraan.
Semoga Allah mengumpulkan kita semua dalam kebaikan di dunia, dan di surga-Nya kelak. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Wallahu a'lam bish-shawab
Referensi Data:
1. Bapak Akhmadi
2. Bapak Mukhkam
3. Bapak Kasbi/Amar Shalih
4. Ibu Lasiyah
Jakarta, 16 Agustus 2016
Penulis: Suyitno
