Allah Sudah Memberikan Nikmat dan Fasilitas Kepada Warga Cikadu Lumbir
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh. Wa na’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina. Man yahdihillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlil fala hadiya lah. Wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.
Pendahuluan: Syukur bukan hanya ucapan
Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, memohon ampunan dan bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa kami dan keburukan amal perbuatan kami.
Tulisan ini adalah renungan pribadi penulis, Suyitno bakul roti keliling, di sela-sela macet Jakarta. Saat tangan kanan megang setir, tangan kiri megang HP baca berita. Tiba-tiba ingat kampung halaman Grumbul Cikadu. Ingat nikmat Allah yang luar biasa di sana.
Fondasi hidayah: Lapang dada vs dada sesak
Allah عَزَّ وَجَلَّ berfirman:
فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ
[Al-An’am: 125]
Hidayah itu Allah yang kasih. Tugas kita buka pintu hati. Cirinya orang dapat hidayah: dadanya lapang dengar ayat, ringan langkah ke masjid. Cirinya orang berpaling: dadanya sesak dengar dalil, banyak alasan kalau diajak ngaji.
Alhamdulillah, mayoritas warga Cikadu sekarang dadanya lapang. Dulu nolak pengajian, sekarang yang nggak hadir malah nanya "Ustadz ngaji tema apa Pak?". Ini bukti doa para Eyang Su’aeb dulu dikabulkan Allah.
Keterangan hadits tentang hati:
Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda:
“Ketahuilah, di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh rusak. Ketahuilah, itu adalah hati” [HR. Bukhari 52, Muslim 1599]
Pengajian rutin Cikadu itu fungsinya "service hati". Hati kerja genteng ketiban debu, hati dagang ketiban riba, hati di rantau ketiban rindu. Sekali seminggu disiram ayat, jadi bersih lagi.
Nikmat yang sering dilupakan: Aman + lingkungan ta’lim
Allah sudah berikan 3 nikmat besar ke Cikadu yang wajib kita hitung:
1. Nikmat rasa aman: Bisa taruh genteng di luar rumah nggak hilang. Ibu-ibu pulang ngaji maghrib nggak takut begal. Ini nikmat mahal. Di kota besar, mau ke masjid isya mikir 10x karena rawan.
2. Nikmat lingkungan pengingat: Setiap pekan ada pengajian. Ada suara adzan 5 waktu. Ada tetangga yang negur kalau kita salah. Ini benteng iman.
3. Nikmat ketenangan: Hidup di kampung, polusi suara minim. Cocok buat tadabbur ayat.
Allah ingatkan:
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ
[An-Nahl: 112]
Allah kasih contoh "kampung aman, tentram, rezeki melimpah". Tapi penduduknya kufur nikmat, akhirnya Allah kasih rasa lapar dan takut. Na’udzubillah. Jangan sampai Cikadu begitu. Syukur kita = jaga keamanan + ramaikan masjid.
Coba bayangkan kalau Cikadu nggak ada pengajian. Anak muda ngumpulnya di warung remi, bukan di mushola. Ibu-ibu gosipnya di WA grup arisan, bukan di grup ngaji. Mungkin kita sengsara dunia-akhirat.
Fasilitas zaman now: Anugerah yang jadi ujian
MasyaAllah tabarakallah. Di zaman 2016 ini fasilitas ilmu agama melimpah ruah, beda jauh dengan zaman Eyang Su’aeb dulu:
1. Televisi: Ada Rodja TV, Ahsanu TV. Tinggal pencet remote.
2. Radio: Radio Muslim, Fajri FM. Sambil nyetir bisa dengerin.
3. Buku & Majalah: Penerbit Pustaka Imam Syafi’i, Darul Haq. Murah meriah.
4. Internet: Google, YouTube, situs Rumaysho, KonsultasiSyariah. Ngetik "hukum qurban" langsung keluar 100 jawaban ulama.
Allah sediakan semua gratis. Tinggal kita mau ambil atau tidak.
Nabi *صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ* bersabda:
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang”_[HR. Bukhari 6412]
Warga Cikadu Alhamdulillah sehat, kuat angkat genteng. Waktu luang habis maghrib-isya juga ada. Tapi setan goda: "Ah nonton sinetron dulu, ngaji nanti". Padahal nanti belum tentu hidup.
Terkadang manusia dzalim ke dirinya sendiri. HP canggih dipakai maksiat. Kuota internet buat buka situs haram. Waktu luang habis buat rebahan scroll TikTok. Padahal 1 video kajian 10 menit bisa jadi bekal mati.
Realita Cikadu: Antara penerima & penolak dalil
Terutama di Grumbul Cikadu, fasilitas sudah lengkap: aman, ada pengajian, ada buku, ada internet via HP Android. Sungguh merugi orang yang tidak mau menerima Islam secara kaffah/utuh. Islam itu paket lengkap, tidak bisa dipilih-pilih.
Kisah pribadi penulis:
Penulis jujur prihatin. Dulu waktu mudik, ada paman yang bilang: "Mas, aku ra sudi ngaji kui. Ngaji kok nyalahke tahlilan. Wong tuwo-tuwo disik ngono kui". Saya cuma jawab: "Mbah, kulo ra nyalahke wong tuwo. Kulo mung ngaturke dawuhe Gusti Allah lan Rasul-e. Nek salah, kulo sing njaluk ngapuro".
Ternyata benar firman Allah:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ
[Al-Baqarah: 170]
Orang jahiliyah dulu alasannya sama: "Kami ikut nenek moyang". Padahal nenek moyang juga manusia, bisa salah. Kita wajib hormat ke orang tua, tapi dalam agama, yang paling berhak ditaati mutlak hanya Allah dan Rasul-Nya.
Kalau kita beragama tidak berlandaskan dalil, lalu pakai apa? Pakai "katanya kyai"? Pakai "biasanya begitu"? Agama ini dalil. Titik. Kalau dalil menyelisihi adat, maka adat yang harus minggir, bukan dalil.
Penutup: 3 doa + 3 amal untuk istiqamah Cikadu
Sungguh merugi orang-orang yang menolak kebenaran setelah jelas hujjahnya. Kita berlindung kepada Allah dari sifat sombong dan keras hati.
Maka 3 doa yang harus rutin kita panjatkan:
1. Ya Muqallibal Qulub, Tsabbit Qalbi ‘ala Diniik
— Wahai yang membolak-balik hati, tetapkan hatiku di atas agama-Mu.
2. llahummaj’alna minal ‘abidinasy syakirin
— Ya Allah jadikan kami hamba yang banyak ibadah dan bersyukur.
3. Allahummarham masyayikhana wa hafidz da’watana
— Ya Allah rahmati para guru kami dan jaga dakwah kami.
Dan 3 amal nyata bukti syukur:
1. Hadir pengajian: Sekali seminggu wajib hukumnya buat ngecas iman.
2. Amalkan ilmu: Nggak cuma dicatat, tapi dipraktek. Dengar haram riba → besuk tutup utang riba.
3. Ajarkan ke keluarga: Bapak ajak anak ke masjid. Ibu ajarkan istri baca Al-Fatihah bener.
Kami berdoa: Ya Allah, langgengkan nikmat aman di Cikadu. Makmurkan Masjid Al-Furqon dan Nurul Iman. Beri taufik Ustadz Sri Kusdiono dan seluruh dai Sunnah. Dan jangan Engkau cabut hidayah ini dari kampung kami sampai Engkau ridha... Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Jakarta, 21 September 2016
Penulis : Suyitno
Komentar
Posting Komentar