Mengenal Sosok Pengelola Lumbir Mengaji
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Barang kali di antara masyarakat yang sering mengunjungi saluran Youtube, Facebook, maupun Instagram Lumbir Mengaji ada yang penasaran dalam hati: “Siapa sebenarnya pemilik/pengelola Lumbir Mengaji ini?”
Maka dengan izin Allah, izinkan kami memperkenalkan diri secara singkat agar tidak ada lagi tanda tanya. Semoga tulisan ini bisa jadi penyemangat, khususnya untuk saudara-saudara kami di Desa Lumbir tercinta.
Biodata Singkat
Nama
Suyitno
Nama Orang Tua
Sudiro
Anak Ke
Anak keenam dari enam bersaudara. Alhamdulillah, kami tumbuh di keluarga sederhana yang mengajarkan tentang kerja keras, sabar, dan saling tolong menolong.
Pendidikan
Alhamdulillah, berkat doa dan perjuangan orang tua, kami bisa menempuh pendidikan sampai lulus S2.<SD & SMP>
- Sekolah Dasar Negeri 02 Lumbir
- Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Lumbir
Pekerjaan
Pekerjaan kami hanya seorang pedagang keliling kampung/komplek, yaitu pedagang roti. Sejak tahun 2006 sampai sekarang alhamdulillah masih terus jualan.
Tempat/agen roti: Pangkalan Jati, Cinere, Depok.
Adapun wilayah keliling kami setiap hari berada di daerah Kampung Gunung Cireundeu, Situ Gintung Jebol, Tangerang. Sambil keliling itulah, di sela-sela waktu, kami isi dengan menulis, mengaji, dan belajar.
Moto Hidup
“Memberi manfaat kepada orang lain”
Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.
Tentang Lumbir Mengaji
Kami yang menulis dan mengelola channel/blog Lumbir Mengaji ini bukan seorang aktivis, bukan pula da’i yang sudah alim. Kami hanyalah seorang penuntut ilmu yang sedang belajar, terus belajar, dan berusaha mengamalkan semampunya apa-apa yang sudah dipelajari.
Lumbir Mengaji lahir dari niat sederhana: ingin berbagi kebaikan walau lewat tulisan dan video seadanya. Kami percaya, dakwah itu tidak harus dengan mimbar megah. Cukup dengan tulisan yang jujur, video yang ikhlas, dan niat untuk mengajak kepada kebaikan.
Kami berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mudah-mudahan dengan adanya Youtube, Facebook, dan Instagram Lumbir Mengaji ini bisa menjadi:
1. Motivasi
Mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Desa Lumbir, untuk kembali semangat mempelajari dan terus belajar tentang Dienul Islam. Ilmu itu cahaya, dan cahaya itu harus disebar.
2. Pengingat Negeri yang Abadi
Mengingatkan kita semua bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara. Harta, jabatan, dan kemewahan akan ditinggal. Yang akan ikut ke alam kubur hanyalah amal sholeh yang kita kerjakan di dunia ini.
Semoga kehadiran Lumbir Mengaji di dunia maya bisa meramaikan konten-konten positif tentang Desa Lumbir. Mari kita nge-blog, mari kita isi media sosial dengan dakwah, ilmu, dan cerita kebaikan kampung halaman.
Kami sadar tulisan ini jauh dari sempurna. Jika ada yang bermanfaat, itu datangnya dari Allah. Jika ada kekurangan, itu murni dari keterbatasan kami sebagai hamba yang banyak dosa.
Jakarta, 8 Oktober 2016
Penulis: Suyitno