Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Sanraji Cikadu Lumbir
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah ﷻ, Dzat yang Maha Memberi nikmat, Maha Menunjukkan jalan, Maha Mengumpulkan keluarga. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, imam para pendakwah dan pengikat hati umat.
Menulis silsilah keluarga itu ibadah. Karena dengan mengingat asal-usul, kita jadi bersyukur. Bersyukur punya nenek moyang yang mengenalkan Islam. Bersyukur nama kita nyambung sampai ke Eyang Sanraji.
Nabi ﷺ bersabda:
تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ
"Pelajarilah nasab kalian, yang dengannya kalian bisa menyambung silaturahmi.
[HR. Tirmidzi no. 1979, dishahihkan Al-Albani]
Maka tulisan ini bukan untuk sombong "keturunan siapa". Tapi untuk 3 hal: mengenal jasa Eyang, menyambung silaturahmi antar cucu-cicit, dan mewariskan rasa syukur ke anak cucu kita kelak.
Berkat Pertolongan Allah ﷻ. Kami memujinya, memohon pertolongan kepadanya dan bersyukur atas semua nikmat yang Allah ﷻ berikan kepada hambanya.
Nikmat yang paling utama yaitu nikmat sehat, nikmat hidup, nikmat di bawah naungan Agama Islam. Dan nikmat paling besar: diberikan hidayah mempunyai keluarga / orang tua kita, Nenek Moyang Kita terdahulu beragama Islam.
Marilah kita sejenak merenung. Seandainya kita lahir dari keturunan Agama Hindu, Kristen, Buddha atau keyakinan lainnya, maka jalan hidup kita tentu akan berbeda. Di dalam akidah Ahlussunnah, agama yang diterima di sisi Allah ﷻ hanyalah Islam.
Allah ﷻ di dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 19 berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ
"Sesungguhnya agama yang diridai di sisi Allah hanyalah Islam.
Dan Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 85:
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Itu sebabnya nikmat ini harus kita jaga. Jaga dengan ngaji, jaga dengan shalat, jaga dengan menanamkan tauhid pada anak keturunan.
Yang perlu diperhatikan oleh pembaca yang budiman, bahwasanya kami yang menulis silsilah Keluarga Besar Eyang Sanraji bukan karangan atau sekedar cerita yang dibuat-buat atau dongeng keluarga kita terdahulu. Kami berusaha amanah.
Kami mencari informasi tentang silsilah keluarga Eyang Sanraji kepada sekitar 20 orang. Alhamdulillah kami bertemu dan bercerita banyak hal tentang kehidupan masing-masing dari keturunan Eyang Sanraji. Ada yang menceritakan akhlak Eyang, ada yang menceritakan perjuangan hidup, ada yang hanya ingat nama-nama anak cucunya. Semua cerita itu kami kumpulkan menjadi satu.
Dengan keterbatasan pengetahuan kami dan sedikitnya orang yang mengetahui / yang pernah bertemu langsung dengan Eyang Sanraji, maka apabila ada sejarah atau kisah-kisah di sini yang tidak pas dengan kehidupan seluruh keluarga keturunan Eyang Sanraji, kami mohon maaf sebesar-besarnya.
Kami manusia tempatnya salah dan lupa. Kami bersedia menerima kritik, saran dari Bapak, Ibu dan Saudara-saudari semua, khususnya keturunan Eyang Sanraji. Tegur kami kalau ada yang keliru. Luruskan kalau ada yang kurang. Karena tujuan kita satu: menjaga sejarah keluarga agar lurus dan benar.
Kami cantumkan sebagian nama-nama yang pernah kami temui sehingga bisa tersusun silsilah. Mereka saksi hidup yang banyak membantu:
Keluarga Besar keturunan Eyang Sanraji
1. Bpk. Akhmadi
2. Bpk. Mukhkam
3. Bpk. Abu Na’im
4. Bpk. Busro
5. Bpk. Sudiro
6. Bpk. Samsuri
7. Ibu. Lasiyah
8. Ibu. Suwarjo
9. Ibu. Muliyah
10. Ibu. Komariyah
Semoga Allah ﷻ membalas kebaikan mereka dengan balasan terbaik. Doa-doa mereka, cerita-cerita mereka, menjadi sebab tulisan ini bisa sampai ke tangan kita semua.
Penutup
Silsilah ini baru "kerangka". Masih banyak nama, masih banyak cabang, masih banyak cerita yang belum masuk. Tugas kita sekarang melengkapinya.
Jangan sampai putus di kita. Eyang Sanraji menyambungkan Islam ke Lumbir. Kita menyambungkan silsilah ke anak cucu.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ اجْمَعْ شَمْلَ ذُرِّيَّةِ سَانْرَاجِي عَلَى طَاعَتِكَ وَارْزُقْهُمُ الْمَحَبَّةَ وَصِلَةَ الرَّحِمِ وَبَارِكْ لَهُمْ فِي أَعْمَارِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ
"Ya Allah, satukanlah keturunan Sanraji di atas ketaatan kepada-Mu. Karuniakanlah mereka rasa cinta dan kemampuan menyambung silaturahmi. Berkahilah umur mereka dan keturunan mereka.
آمِينَ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
Jakarta, 26 Juli 2016
Penulis: Suyitno
Refisi 24 Juni 2026

Komentar
Posting Komentar