Silsilah Keluarga Keturuan Eyang Kawen Cikadu Lumbir


Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam beserta keluarga dan sahabat beliau.

Dengan memohon keberkahan dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kami tuliskan rangkaian silsilah keluarga besar keturunan Eyang Jaya Mustama.

Salah satu dari putra-putri beliau adalah Eyang Kawen. 
Beliau merupakan anak kedua dari Eyang Jaya Mustama
Mimbar Masjid Cikadu,Silsilah Keluarga Keturuan Eyang Kawen Cikadu Lumbir

Tautan Penting
→ Empat Jalur Penulis Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir: cek di sini. 
→ Kumpulan Tulisan Admin Lumbir Mengaji: buka di sini. 

Eyang Kawen bersama istri tercinta Eyang Madari dikaruniai Allah Subhanahu wa Ta'ala 3 orang putra-putri. Dari merekalah cikal bakal keluarga hari ini bersambung.

Urutan Keturunan Eyang Kawen + Eyang Madari

A. Mujer - 6 anak  
1. Asep  
2. Birin  
3. Arif  
4. Irma  
5. Ilham  
6. Isna  

B. Mujeni - 4 anak  
1. Cicip  
2. Nining  
3. Toro  
4. Nurcahyono  

C. Mukiyah - 5 anak  
1. Surmiyati - 3 anak  
a. Supriyono  

b. Khotimah - 2 anak  
1. Rizka Putri Ranbulan  
2. Aulia Putri  

c. Diah Purwati - 2 anak  
1. Enjang Restu Rahmana  
2. Fala Atais  

2. Kusyanti - 2 anak  
a. Aji  
b. Widia  

3. Jumarlinah - 4 anak  
a. Solikha - 1 anak  
1. Pandu  

b. Imron   
c. Setiowati  
d. Irfan  

4. Juliarto - 1 anak  
a. Ulfa  

5. Agus Sugianti - 2 anak  
a. Arif Abdul Malik  
b. Haris Abdul Malik  

Demikian rangkaian silsilah Eyang Kawen bin Eyang Jaya Mustama bersama Eyang Madari beserta 3 orang putra-putrinya yang dapat kami himpun.

Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan ini, baik dari segi data maupun penulisan. Besar harapan kami agar para sesepuh dan keluarga berkenan meluruskan apabila ada yang belum tepat._

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan keluarga besar kita keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan selalu dalam lindungan-Nya.

Referensi:
1.Ibu Surmiyati

Jakarta,9 November  2016
Penulis: Suyitno
 

Komentar