Berbahagia Ikut Mendukung Dakwah di Cikadu Lumbir
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan terbaik dalam beramal dan berdakwah.
Menjadi bagian kecil dari dakwah adalah anugerah. Walau hanya dengan potensi seadanya, jika ikhlas maka Allah akan berkahi dan jadikan bermanfaat. Tulisan ini kisah nyata bagaimana Allah mudahkan kami mendukung dakwah di Grumbul Cikadu, Desa Lumbir, lewat teknologi dan apa yang kami mampu.
Nikmat laptop dan dunia maya untuk dakwah
Setelah sekian tahun mengaji lewat buku dan membuka kios herbal, buku Islam, busana muslim, Alhamdulillah di awal tahun 2013 Allah beri kami sarana teknologi: laptop. Kami sangat senang. Di zaman modern bisa mengenal dunia maya/internet.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat”
[QS. Al-Qash: 77]
Internet itu amanah. Bahayanya banyak, tapi manfaatnya besar jika dipakai untuk kebaikan. Laptop + internet jadi jalan kami tahu bahwa dakwah Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak hanya di Cikadu Lumbir, tapi sudah sampai Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, paling banyak di Jakarta. Nikmat teknologi harus disalurkan untuk akhirat, bukan sekadar dunia.
Memulai pengajian di Grumbul Cikadu
Dari internet kami dapat semangat. Kami berpikir: bagaimana di Cikadu diadakan pengajian? Dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami diberi kemudahan. Bikin undangan, bagikan, lengkapi snack. Pengajian ba’da Maghrib, kurang lebih 4 kali pertemuan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ
“Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya”
[HR. Muslim no. 2674]
Hadits ini jadi bahan bakar. Walau hanya undang orang + sediakan snack, pahalanya ngalir terus selama orang itu ngaji dan amalkan ilmunya. Memulai itu berat, tapi Allah mudahkan kalau niatnya lurus. 4 kali pertemuan jadi benih untuk pengajian rutin sampai sekarang.
Masyarakat mulai belajar dan mendukung
Mungkin sudah takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, syariat Islam di Cikadu semakin meningkat. Diawali masyarakat mau belajar dan mendukung proses dakwah. Alhamdulillah, yang diberi amanah memperbaiki umat jadi tergugah. Lalu dilanjut pengajian rutin sampai hari ini.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”
[QS. Ar-Ra’d: 11]
Perubahan di Cikadu Lumbir dimulai dari kaumnya sendiri yang mau berubah. Allah hanya memudahkan setelah ada ikhtiar. Amanah dakwah itu berat, tapi ketika masyarakat mendukung, beban jadi ringan. Ini bukti janji Allah: kalau kita tolong agama-Nya, Allah tolong kita.
Bahagia dengan potensi yang ada
Merupakan kebahagiaan bagi kami ikut mendukung proses dakwah dengan kemampuan yang ada. Entah materi, tenaga, atau bantu terlaksananya pengajian di Grumbul Cikadu ini. Semua kami lakukan karena berharap ridha Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia”
[HR. Abu Dawud no. 4811, Tirmidzi no. 1954]
Bahagia itu bukan karena hasilnya besar, tapi karena ikut andil walau kecil. Syukur ke Allah = syukur ke sesama. Kios, laptop, snack, undangan, itu semua potensi. Kalau dipakai untuk agama, jadi ladang pahala. Yang penting ikhlas dan istiqamah.
Semoga Allah menerima setiap tetes keringat dan rupiah yang kami keluarkan untuk dakwah di Cikadu Lumbir. Semoga Allah jadikan ini amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski kami sudah tiada. Aamiin.
Jakarta, 3 Oktober 2016
Penulis: Suyitno
Komentar
Posting Komentar