Buyut Paling Muda Keturunan Eyang Sanraji Cikadu Lumbir
Bismillahirrahmanirrahim
Syukur Atas Nikmat yang Tak Terhingga
Tidak bosan-bosannya kami bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kalau kita hitung-hitung tidak akan mampu, karena begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, terutama nikmat sehat, iman, dan bisa berkumpul sebagai keluarga besar Cikadu Lumbir
Alhamdulillah kami diberi kesempatan penulis tentang silsilah keluarga. Barang kali ada sedikit manfaat buat seluruh keturunan Eyang Sanraji dari Grumbul Cikadu, Desa Lumbir, Banyumas.
Tulisan ini bukan untuk pamer nasab, tapi sebagai pengingat asal-usul dan tali silaturahmi biar keturunan nggak putus Admin.
Beriman Kepada Takdir Allah
Pada kesempatan kali ini kami mengawali dengan hadits agung Rasulullah ﷺ:
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفِ سَنَةٍ
“Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi”[HR. Muslim no. 2653]
Jadi, apa-apa yang terjadi di dunia ini, dari lahir, jodoh, rezeki, sampai wafat... semua sudah Allah catat 50.000 tahun sebelum langit diciptakan Admin.
Sebagai seorang muslim kita mengimaninya saja. Apa-apa yang datang dari Allah melalui sabda Rasulullah ﷺ merupakan kebenaran.
Pelajaran buat keturunan Cikadu Lumbir:
Kalau kita melihat orang lain dilebihkan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengenai harta, jabatan, atau keturunan... kita kembali mengingat hadits ini.
Jangan iri, jangan dengki. Kita selalu bersyukur dengan apa-apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala takdirkan kepada kita.
Karena Allah berjanji: "لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ" Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah nikmatnya.
Niat Tulus Menulis Silsilah & Adab Meminta Maaf
Alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk menulis silsilah keluarga. Barang kali ada sebagian keluarga keturunan Eyang Sanraji yang lebih paham tentang silsilah keluarga, kami sekedar berbagi.
Setelah bertanya kepada orang yang lebih tahu tentang keluarga Eyang Sanraji, sesepuh di Cikadu Lumbir.
Barang kali kami menulis, ada yang tidak pas dengan keadaan/kisah yang sebenarnya. Kami manusia biasa tidak lepas dari salah dan dosa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
"Setiap anak Adam pasti bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat" [HR. Tirmidzi no. 2499]
Maka jika ada data yang kurang tepat, mohon sesepuh Cikadu Lumbir mengoreksi. Tujuannya satu: menjaga silaturahmi + meluruskan nasab.
Pelajaran Ulama: Lihat "Kertas Putih", Jangan "Noda Hitam"
Ustadz Firanda Andireja MA hafizhahullah mengatakan:
"Manusia itu ibarat kertas putih terus terkena noda tinta hitam. Kertas putih kebaikan dan tinta hitam keburukan."
Kalau kita melihat kertas itu, pasti yang kita lihat noda hitam. Akan tetapi di samping noda hitam ada yang putih luas banget.
Setiap manusia pasti mempunyai keburukan "noda hitam", akan tetapi jangan lupa kita melihat begitu banyak kebaikan-kebaikannya "kertas putih".
Ini penting banget saya buat keluarga besar. Jangan gara-gara 1 kesalahan, kita lupakan 100 kebaikan orang tua/leluhur kita.
Semoga kita keturunan Eyang Sanraji tidak termasuk orang yang selalu berburuk sangka terhadap orang lain.
"Jauhilah banyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa" [QS. Al-Hujurat: 12]
Silsilah Lengkap: Buyut Paling Muda & Asal-Usul
Berkaitan dengan judul di atas, setelah kami menelusuri silsilah Keluarga, ternyata kami Buyut Eyang Sanraji yang paling muda dari jalur Cikadu Lumbir. Urutannya begini:
Suyitno bin Bapak Sudiro
Bapak Sudiro bin Eyang Su’aeb
Eyang Su’aeb bin Eyang Sanraji
Catatan :
1. Eyang Sanraji = buyut dari semua cucu yang disebut di bawah
2. Eyang Su’aeb = anak Eyang Sanraji, kakek dari penulis
3. Bapak Sudiro = anak Eyang Su’aeb, bapak dari penulis
4. Suyitno = cucu Eyang Su’aeb, buyut Eyang Sanraji paling muda
Mengetahui nasab itu penting Admin. Nabi ﷺ bersabda:
تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ
"Pelajarilah nasab kalian untuk menyambung silaturahmi" [HR. Tirmidzi no. 1979]
Daftar Cucu Eyang Sanraji yang Masih Hidup 2016
Adapun cucu Eyang Sanraji yang masih hidup pada tahun 2016 yaitu ada enam orang. Semoga Allah panjangkan umur dalam ketaatan:
1. Anak dari Eyang Tangirah: Bapak Abu Na’im - Cikadu Lumbir
2. Anak dari Eyang Su’aeb: Bapak Akhmadi - Cikadu Lumbir
3. Anak dari Eyang Su’aeb: Bapak Sudiro - Cikadu Lumbir
4. Anak dari Eyang Su’aeb: Ibu Lasiyah - Cikadu Lumbir
5. Anak dari Eyang Napsiyah: Ibu Salamah - Luar Cikadu
6. Anak dari Eyang Abu Tolkhah: Ibu Muliyah - Luar Cikadu
MasyaAllah , dari 1 buyut Eyang Sanraji bercabang jadi banyak keluarga. Ini bukti keberkahan silaturahmi.
Hikmah & Pesan untuk Generasi Penerus Cikadu Lumbir
Dari silsilah ini ada 3 hikmah yang bisa kita ambil Admin:
Pertama: Jangan Putus Silaturahmi
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahmi" [HR. Bukhari no. 5986]
Kenal nasab = gampang nyambung silaturahmi.
Kedua: Syukur Atas Nikmat Sehat & Kumpul Keluarga
Banyak di luar sana keluarga yang nggak kenal nasabnya sendiri. Kita masih bisa duduk bareng, ngobrol, tanya silsilah. Itu nikmat besar.
Ketiga: Jaga Nama Baik Leluhur dengan Amal Shalih
Eyang Sanraji, Eyang Su’aeb, Bapak Sudiro... nama mereka akan harum kalau cucunya rajin shalat, jujur, amanah. Anak shalih = sedekah jariyah buat orang tua [HR. Muslim no. 1631]
Nabi ﷺ bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"Jika manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya"
Doa untuk Para Sepuh & Generasi Cikadu Lumbir
Kami berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, semoga semua cucu Eyang Sanraji yang masih hidup, diberikan kesehatan, dipanjangkan umur dalam ketaatan, dimudahkan rezeki yang halal, dan dikumpulkan kembali di surga-Nya kelak. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
Untuk generasi muda Cikadu Lumbir: Jangan lupakan asal-usul. Dari mana kita, siapa leluhur kita, biar nggak sombong kalau Allah kasih nikmat.
Tulisan ini hanya untuk kenang-kenangan dan harap ridha Allah. Bukan pamer nasab. Kalau ada yang kurang, mohon diluruskan sesepuh.
---
Jakarta, 14 Agustus 2016
Penulis : Suyitno
Refisi 31 Maret 2026

Komentar
Posting Komentar