Tulisan Admin Lumbir Mengaji

 Bismillah  

Alhamdulillah washalatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala nabiyina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang telah melimpahkan banyak nikmat. Terutama nikmat sehat dan waktu luang, sehingga diberi kesempatan berbagi lewat media sederhana ini.
Masjid Lumbir Mengaji Cikadu Lumbir dengan tulisan Tulisan Admin Lumbir Mengaji di bagian depan gedung

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengenang kembali tulisan-tulisan di blog Lumbir Mengaji yang sudah dimulai sejak awal 2016.


Akar Jalur Keluarga  

Saya mengawali dengan menulis Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Sanraji Cikadu Lumbir. Kisah lengkapnya bisa dibuka di sini.
 
Lalu muncul pertanyaan: Apakah Eyang Sanraji Berasal Dari Cikadu Lumbir? Jawabannya bisa dicek  di sini. 

Untuk mengenal lebih dekat, sedikit tentang asal-muasal Eyang Sanraji dan kehidupan keluarga beliau sudah saya tulis singkat. Bisa diaksesdi sini. 


Jejak Islam di Cikadu
  
Puji syukur, warga Cikadu Lumbir mayoritas beragama Islam. Tentang awal mula sejarah Islam masuk Cikadu Lumbir sudah saya tulis di sini.


Kisah Eyang Suaeb 
 
Eyang Sanraji dikaruniai 5 anak, salah satunya Eyang Suaeb. Ada kisah menarik Eyang Suaeb Dibawa Jin yang bisa dibaca di sini.  

Orang tua dulu juga sering bercerita tentang gantengnya Eyang Suaeb. Tulisan pendeknya bisa dibaca di sini. 

MasyaAllah, ada pula kisah kesalehan Eyang Suaeb yang saya dapat langsung dari cerita anak beliau yang menemani keseharian beliau. Selengkapnya bisa dibuka di sini.


Orang Hebat Cikadu Lumbir
 
Ada juga cerita tentang Eyang Abu Tolkhah, keturunan Eyang Sanraji. Bisa dibuka di sini. 
 
Memang benar, cerita zaman dahulu Cikadu Lumbir punya orang-orang hebat. Penasaran? Silakan baca di sini bag 1. ada lanjutan di sini bag 2


Dakwah & Kehidupan Masyarakat  

Di blog Lumbir Mengaji tidak hanya cerita keluarga. Ada juga tulisan tentang Perjalanan Dakwah Cikadu Lumbir yang bisa diintip di sini. 
 
Bagaimana kemajuan dakwah Islam di Cikadu Lumbir? Sudah saya rangkum di sini.  

Saya juga menulis Aktivitas Masyarakat Cikadu Lumbir, khususnya industri genteng sebagai urat nadi ekonomi. Tulisan lengkapnya bisa dibacadi sini. 

Dari tahun ke tahun, aktivitas warga berubah. Dari genteng pres ke tantangan zaman, cerita pendeknya ada di sini.  

Yang patut disyukuri: warga Cikadu Lumbir masih menyempatkan waktu untuk mengaji. Itu nikmat luar biasa. Ceritanya bisa diintip di sini.  

Lalu bagaimana kenyataannya? Perjalanan dakwah di Cikadu Lumbir membuahkan hasil atau belum? Tulisan pendeknya buka di sini. 

Kehidupan tidak lepas dari ujian, apalagi lingkungan yang kadang kurang mendukung syariat. Karena itu saya tulis: Bersyukur Menjadi Warga Cikadu Lumbir. Silakan cek di sini.


Berbahagia dan Mendukung

Kebahagian tidak hanya diukur dengan banyaknya harta,Berbahagia Ikut Mendukung Dakwah di Cikadu Lumbir merupakan kesempatan,tulisan singkat bisa dibuka di sini.

Ditengah masyarakat yang beragama mengikuti ajaran leluhurnya, Allah Sudah Memberikan Nikmat dan Fasilitas Kepada Warga Cikadu Lumbir, dengan sarana tersebut mau berfikir apa ngga menerima hidayah, tulisan singkat buka disini di sini.

Ada lagi Kisah Seorang Mencari Hidayah Di Cikadu Lumbir, mau tau siapadan bagaimana ceritanya, bisa dibaca  di sini.


Tentang Pengelola  

Sebagai penutup rangkaian, saya sedikit Mengenal Sosok Pengelola Lumbir Mengaji. Tulisan lengkapnya bisa dibaca di sini. 

Dan yang terakhir, saya sebagai admin akan menjelaskan bagaimana sebenarnya tujuan didirikannya Lumbir Mengaji. Bisa dilihat di sini.

---

Penutup dari Saya, Admin Lumbir Mengaji

Semua tulisan di atas saya tulis sendiri sejak 2016 sampai hari ini. Bukan karena saya pintar, tapi karena saya ingin nama eyang, kisah Cikadu, dan perjalanan dakwah di desa kita tidak hilang dimakan waktu.

Jika ada yang kurang tepat, saya mohon koreksi. Jika ada yang bermanfaat, semoga jadi amal jariyah untuk kita semua. Terutama untuk eyang yang saya sebut namanya di blog ini.

Terima kasih sudah berkenan membaca. Semoga Lumbir Mengaji tetap jadi pengingat: bahwa kita punya akar, punya sejarah, dan punya tanggung jawab untuk menjaganya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  

Penulis : Suyitno

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Mursyid Cikadu Lumbir

Silsilah Keluarga Keturuan Eyang Mahmud cikadu Lumbir

Referensi Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir