Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

AWAL MENUNTUT ILMU(BELAJAR TAUHID) LANGSUNG MENDAPAT UJIAN

     Pada awal kami belajar dan menghadiri pengajian,pada waktu itu pembahasan bab Tauhid:mengesakan Allah dalam Rububiyah,Uluhiyah dan Asmawassifat,kurang lebih selama Enam Bulan ,kami langsung mendapat ujian ,dengan hilangnya Hp,Uang,KTP,SIM ,STNK dan yang lainnya,pada waktu itu kejadian di kontrakan Jl.H.Salam,Pangkalan Jati,Pondok Labu.     Kami sangat sedih dengan kejadian itu,di tambah dengan kami di teror,yang mencuri tahu no hp dan sms kepada kami:kalau mau STNK,SIM,KTP kembali,belikan pulsa seratus ribu,nanti malam akan di kembalikan dengan di lemparkan dompet dan isinya di depan pintu,untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan,kami langsung pindah kontrakan .     Peristiwa kehilangan dengan awal belajar Tauhid yaitu:kami di tawarin tetangga,di ajak ke Orang pintar(dukun),mengadu dengan hilangnya barang tertentu,nanti barang tersebut akan kembali semua,pada waktu itu Akidah di pertaruhkan,awal belajar :hanya Allah Shubh...

Kisah Seorang Mencari Hidayah Di Cikadu Lumbir

  Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari kiamat. Hidayah adalah nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Tanpa hidayah, manusia akan tersesat walau berakal dan berilmu. Tulisan singkat ini adalah penggalan kisah pribadi seorang hamba yang Allah pilih untuk mengenal sunnah di tengah kampung halamannya, Grumbul Cikadu, Desa Lumbir. Semoga menjadi pelajaran dan motivasi bagi kita semua untuk terus mencari kebenaran, bersabar di atasnya, dan istiqamah sampai akhir hayat. Awal dakwah ditolak masyarakat   Pada awal dakwah mengajak kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, kurang lebih tahun 2005, masyarakat hampir semua menolak. Seolah-olah ada agama baru di Grumbul Cikadu. Pada waktu itu dakwah hanya di bulan Ramadhan maupun khutbah Jumat, itupun hanya di Masjid Al-Fur...

Bersyukur Menjadi Warga Cikadu Lumbir

Renungan Mengamalkan Syariat di Tengah Masyarakat Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh. Wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Pada kesempatan kali ini kami menceritakan perjalanan seorang muslim mengamalkan syariat, dari dulu sampai sekarang. Perbedaan dalam masalah agama, baik akidah, ibadah, muamalah, adalah takdir dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah sudah memberi fasilitas dan akal untuk membedakan yang baik dan buruk. Perbedaan dalam agama adalah takdir   Setiap perbedaan Allah beri pilihan. Kewajiban kita mencari kebenaran dengan belajar dan mengaji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: فَمَا اخْتَلَفُوا إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ    “Dan mereka tidak berselisih kecuali setelah datang kepada mereka ilmu, karena kedengkian di antara mereka” [QS. Asy-Syura: 14] Perselisihan tercela jika sudah jelas dalilnya tapi masih ditolak kare...

Allah Sudah Memberikan Nikmat dan Fasilitas Kepada Warga Cikadu Lumbir

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh. Wa na’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina. Man yahdihillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlil fala hadiya lah. Wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Pendahuluan: Syukur bukan hanya ucapan   Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, memohon ampunan dan bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa kami dan keburukan amal perbuatan kami. Tulisan ini adalah renungan pribadi penulis, Suyitno bakul roti keliling, di sela-sela macet Jakarta. Saat tangan kanan megang setir, tangan kiri megang HP baca berita. Tiba-tiba ingat kampung halaman Grumbul Cikadu. Ingat nikmat Allah yang luar biasa di sana. Fondasi hidayah: Lapang dada vs dada sesak Allah عَزَّ وَجَلَّ berfirman:   فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَن ...

Perjalanan Dakwah di Cikadu Lumbir Membuahkan Hasil

Gambar
Bismillah.  Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Wa shalatu wa salamu ‘ala Nabiyyina Muhammad صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Pendahuluan: Menggali sejarah Islam Cikadu-Cikole Kami sudah menceritakan dinamika ekonomi warga Cikadu. Kini kami catat sejarah yang lebih penting: sejarah iman. Setiap kami bertanya kepada orang tua/para sepuh, mereka sepakat: "Di Grumbul Cikadu/Cikole, awal masuknya Agama Islam". Ini penting dicatat. Karena kampung yang paham sejarahnya, tidak akan mudah hanyut oleh zaman. Kaidah ulama: "Man jahila maadhiyahu, dho’a mustaqbaluhu"  siapa yang lupa masa lalunya, masa depannya akan hilang. Generasi awal: Eyang Su’aeb & Eyang Abu Tolkhah - Guru Al-Qur’an Alhamdulillah, awal masuknya Islam di Grumbul Cikadu/Cikole berpedoman pada Al-Qur’an. Setahu kami, para sesepuh seperti Eyang Su’aeb, Eyang Abu Tolkhah, dll , mengajarkan agama hanya Al-Qur’an. Mereka ngaji Keterangan ayat tentang Al-Qur’an sebagai pedoman: Allah berfirman:  إِنَّ هَٰذَا الْ...

Masyarakat Cikadu Lumbir Menyempatkan Waktunya Untuk Mengaji

   Bismillah.   Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Wa shalatu wa salamu ‘ala Rasulillah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Pendahuluan    "modal utama" warga Cikadu: ilmu agama. Karena sehebat apapun industri kampung, jika penduduknya jauh dari Al-Qur’an dan Sunnah, maka itu hanya gedung tanpa pondasi. Realita ekonomi vs kewajiban iman Grumbul Cikadu memang terkenal dengan industri genteng. Tapi pada kenyataannya, profesi warga sangat beragam: ada pengusaha bata, keramik Sanggar Asmat, pedagang kelontong, pedagang pisang, PNS, tukang batu, tukang kayu, petani. Tidak sedikit juga yang merantau jadi bos roti, pedagang roti, kerja di PT, kerja di pabrik termasuk penulis sendiri. Di tengah kesibukan “ngejar setoran”  dan kewajiban menafkahi keluarga, setan selalu membisik: "Kerja dulu, ngaji nanti. Capek dulu, ibadah besuk". Tapi Alhamdulillah, masyarakat Cikadu paham kaidah: *"Ad-dunya mazra’atul akhirah"* — dunia ini ladang akhirat. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَ...

Aktivitas masyarakat Cikadu Lumbir,Dari genteng pres ke tantangan zaman

  Bismillah.   Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman. Pendahuluan   Pembaca yang budiman, pada bagian kedua ini penulis akan melanjutkan catatan sejarah lisan tentang dinamika aktivitas warga Grumbul Cikadu. Jika bagian pertama membahas awal mula dan kejayaan genteng pres, maka bagian ini mengulas dampak sosial dan tantangan yang muncul seiring waktu. Semua berdasarkan pengalaman langsung penulis sebagai pekerja sekaligus pengamat. Dampak sosial: Genteng pres sebagai solusi pengangguran Pada awal kemunculan genteng pres/sokka, respon masyarakat Cikadu sangat positif. Terutama para orang tua yang anaknya menganggur. Tiba-tiba ada "koden" atau lapangan kerja yang jelas: mencetak genteng. Penulis sendiri merasakan langsung manfaatnya. Sebelumnya masih minta uang jajan ke orang tua. Setelah bekerja mencetak genteng, Alhamdul...

Aktivitas Masyarakat Cikadu Lumbir,Industri genteng sebagai urat nadi ekonomi

  Bismillah.   Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman. Pendahuluan   Bagi masyarakat Desa Lumbir, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, nama "Grumbul Cikadu" sudah identik dengan satu hal: industri genteng. Tulisan ini adalah dokumentasi lisan dari seorang saksi mata  penulis sendiri  untuk merekam sejarah ekonomi kampung sebelum tergerus zaman. Data tahun yang kami tulis bersifat taqribi  atau perkiraan, karena arsip tertulis minim. Yang pasti, ingatan kolektif warga adalah sumber sejarah paling jujur. Fase awal: Era genteng manual 1980-an Awal mula industri genteng di Grumbul Cikadu sulit dipastikan tahun pastinya. Namun berdasarkan penuturan para sesepuh dan pengalaman penulis, sekitar Tahun 1980-an  masyarakat Cikadu sudah mulai memproduksi genteng secara masif.  Pada fase ini, seluruh proses ...

Tujuan Didirikannya Lumbir Mengaji

  Alhamdulillah , segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rabb semesta alam yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada keluarga beliau, para sahabatnya, dan seluruh pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan rahmat-Nya yang tiada terhingga, kita sebagai hamba-Nya yang lemah ini diberikan begitu banyak nikmat. Nikmat sehat, nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat bisa bernafas di pagi hari. Namun di zaman sekarang ini, ada satu nikmat yang mungkin dulu tidak terbayangkan oleh para ulama terdahulu: yaitu nikmat dimudahkannya kita dalam menuntut ilmu. Dulu, untuk mendapatkan satu kitab, seseorang harus berjalan berhari-hari, menyeberangi lautan, menanggung lelah dan lapar. Sekarang, dengan satu klik di HP, ribuan kajian ulama, tafsir Al-Qur’an, dan buku-buku Islam bisa kita akses. Inilah yang d...