Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

TERNYATA ADA ORANG HEBAT DI DESA LUMBIR BAB 2

Gambar
SILSILAH KELUARGA BESAR EYANG SANRAJI  BAGIAN KEENAM   Bapak Basuki dan Bapak Amir mempunyai kelebihan di kuku   ibu jari (jempol)dan   kuku jari kelingking(jentik) bisa ada gambarnya ,akan tetapi yang bisa melihat gambar yang di inginkan hanyalah anak kecil sekitar umur 5 tahun,misalkan tentang kehilangan sesuatu entah barang ,orang ,dan lainnya .     Apakah memenurut syari’at agama kita hal seperti itu di bolehkan dalam islam .   BENARKAH ADA ORANG MENGETAHUI PERKARA GHAIB?

TERNYATA ADA ORANG HEBAT DI DESA LUMBIR BAB 1

Gambar
SILSILAH KELUARGA BESAR EYANG SANRAJI BAGIAN KELIMA   Sangat menarik untuk di utarakan dalam pembahasan kali ini,kata hebat menurut masyarakat sangatlah luas maknanya ,lebih-lebih apa yang di milikinya tidak terdapat pada masyarakat umumnya.    Kami memohon maaf kepada seluruh keluarga keturunan Eyang Sanraji,barang kali kami terlalu lancang menulis/membicarakan kisah-kisah keluarga yang harus di tutupi,malah kami menceritakan mungkin aib keluarga, tujuan kami menulis tidak lain menjadi ibroh/pelajaran bagi yang mau meniti jalan yang lurus menurut syari’at Agama Islam.

SEJARAH AGAMA ISLAM DI DESA LUMBIR

Gambar
SILSILAH KELUARGA BESAR EYANG SANRAJI       BAGIAN KEEMPAT    Untuk pembahasan kali ini kami akan menceritakan sedikit Sejarah Agama Islam di Desa Lumbir,mungkin karena keterbatasan kami dalam mencari informasi/sedikitnya orang yang mengetahui Sejarah dan Eyang kita terdahulu tidak meninggalkan tulisan atau bercerita kepada anak-anaknya,sehingga kami yang menelusuri /bertanya kepada orang yang sudah lanjut usia ,kebanyakan tidak mengetahui, di sini kami apabila menceritakan awal ada Islam di Desa Lumbir kurang pas,kami hanya menukil perkataan dari orang yang pernah kami temui.

KEHIDUPAN KELUARGA EYANG SANRAJI

Gambar
SILSILAH KELUARGA BESAR EYANG SANRAJI BAGIAN KETIGA         Meceritakan kepada kami   Bapak Akhmadi,bahwa Eyang Sanraji di karunai keturunan lima Orang,yang dua perempuan dan yang tiga laki-laki,untuk yang pertama yaitu Eyang Mas’ud,yang ke kedua Eyang Tangirah,yang ke tiga Eyang Su’aeb,yang ke empat Eyang Napsiah,yang ke empat Eyang Abu Tolkhah.     Puji syukur Alhamdulillah Eyang Sanraji pada awal datang ke lumbir sudah beragama Islam, dan dengan keteguhan Imannya Eyang Sanraji menyebarkan Agama Islam dengan mengajar   kepada masyarakat,sehingga beliau di beri gelar/julukan Eyang Guru.

APAKAH EYANG SANRAJI BERASAL DARI LUMBIR

Gambar
SILSILAH KELUARGA BESAR EYANG SANRAJI BAGIAN KEDUA   Bapak Akhmadhi dan Bapak Abu Na’im menceritakan kepada kami beliau berdua pernah bertemu dengan Eyang Sanraji ,Bapak Akhmadhi lahir Tahun 1929 M dan Bapak Abu Na’im lahir Tahun 1930 M ,pada waktu itu Bapak Akhmadi sekitar   sekolah SR/SD Eyang Sanraji Meninggal dunia ,jadi sekolah SR/SD sekitar 7 tahun, Bpk.Akhmadi lahir 1929 di tambah beliu berumur 7 Tahun, Jadi Eyang Sanraji meninggal Tahun 1936 M,Adapun tentang kelahirannya   dan sampai berapaTahun   umur beliau kami tidak mengetahui

SILSILAH KELUARGA BESAR EYANG SANRAJI

Gambar
SILSILAH KELUARGA BESAR EYANG SANRAJI PENGANTAR PENULIS ١. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً      Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

BERSABAR BELUM DI KARUNIAI ANAK

Gambar
 BERSABAR BELUM DI KARUNIAI ANANK    Sebagian pasutri mulai merasa resah dan gelisah, ketika umur pernikahan sudah mencapai satu tahun lebih akan tetapi rumah masih terasa sepi dari tangis bayi. Masa-masa “pacaran halal” mungkin sudah mulai tidak sehangat dahulu lagi yang masih asyik berdua saja. Akan tetapi berlalunya waktu menuntut agar rumah ditambah penghuninya, penghuni yang membuat bising rumah, kebisingan yang dinanti dan dirindukan.   Ternyata Lama tidak dikaruniai buah hati juga di alami oleh beberapa nabi, tetapi mereka tetap bersabar, berdoa dan berusaha. Sehingga sepatutnya menjadi tauladan bagi kita. Ini dia bapak para nabi khalilullah Ibrahim ‘ alaihissalam bersama istrinya Sarah, sangat lama tidak dikaruniai anak, sampai mereka berdua berumur tua dan rambut beruban. Sehingga Sarah menghibur suaminya dengan menghadiahkan budak perempuannya yaitu Hajar kepada suaminya.

DI ANTARA TANDA CINTA KEPADA ALLAH

Gambar
Di Antara Tanda Cinta pada Allah Aqidah ›› Satu pelajaran lagi dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang masalah iman mengenai tanda cinta pada Allah. Beliau, Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, حَبُّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ مَوْجُودٌ فِي قَلْبِ كُلِّ مُؤْمِنٍ لَا يُمْكِنُهُ دَفْعُ ذَلِكَ مِنْ قَلْبِهِ إذَا كَانَ مُؤْمِنًا . وَتَظْهَرُ عَلَامَاتُ حُبِّهِ لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ إذَا أَخَذَ أَحَدٌ يَسُبُّ الرَّسُولَ وَيَطْعَنُ عَلَيْهِ أَوْ يَسُبُّ اللَّهَ وَيَذْكُرُهُ بِمَا لَا يَلِيقُ بِهِ . فَالْمُؤْمِنُ يَغْضَبُ لِذَلِكَ أَعْظَمَ مِمَّا يَغْضَبُ لَوْ سُبَّ أَبُوهُ وَأُمُّهُ Cinta pada Allah dan Rasul-Nya telah ada dalam hati setiap orang beriman. Tidak mungkin seseorang menghilangkan rasa cinta tersebut jika memang ia adalah orang yang beriman. Tanda cinta pada Allah dan

CINTA DAN BENCI

Gambar
Cinta dan Benci 1. Barangsiapa ingin dicintai Allah dan rasulNya hendaklah dia berbicara benar (jujur), menepati amanat dan tidak mengganggu tetangganya. (HR. Al-Baihaqi) 2. Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. (HR. Ad-Dailami) 3. Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah. (HR. Ath-Thabrani) 4. Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad) 5. Cinta berkelanjutan (diwariskan) dan benci berkelanjutan (diwariskan). (HR. Bukhari) 6. Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya. Sesungguhnya Allah menempatkan hambaNya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah pada dirinya. (HR. Al Hakim) Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

10 HAL YANG MENDATANGKAN CINTA ALLAH

Gambar
10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah  Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin. Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.

UJIAN DAN MUSIBAH TANDA CINTA ALLAH

Gambar
Ujian dan Musibah Tanda Allah Cinta Inilah yang patut dipahami setiap insan beriman. Bahwa cobaan kadang dapat meninggikan derajat seorang muslim di sisi Allah dan tanda bahwa Allah semakin menyayangi dirinya. Dan semakin tinggi kualitas imannya, semakin berat pula ujiannya. Namun ujian terberat ini akan dibalas dengan pahala yang besar pula. Sehingga kewajiban kita adalah bersabar. Sabar ini merupakan tanda keimanan dan kesempurnaan tauhidnya. Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasa...