Mengenal Kenikmatan Surga dan Jalan Menuju Surga Firdaus

Transkrip kajian subuh bertema Mengenal Kenikmatan Surga dan Jalan Menuju Surga Firdaus. Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono, Masjid Jami Cikadu, Lumbir, Banyumas. Gunakan daftar isi di bawah untuk melompat ke pembahasan.

Muqoddimah Kajian Mengenal Kenikmatan Surga

Kajian Subuh Masjid Jami Cikadu tentang memohon ilmu bermanfaat dan rezeki halal, memerangi penyakit hati nafsu dan syaitan, dua macam rezeki Ar-Rahman dan Ar-Rahim, jaminan rezeki dalam QS. Hud: 6, hingga 6 amalan penghuni Surga Firdaus dalam QS. Al-Mu'minun: 1-11.

DAFTAR ISI - Klik untuk buka

Foto Masjid Jami cikadu tulisan Mengenal Kenikmatan Surga dan Jalan Menuju Surga Firdaus

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

1. Memohon Ilmu, Rezeki Halal dan Amalan Diterima

Jamaah Subuh Rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa memohon kepada Allah akan ilmu. Ilmu yang bermanfaat, rezeki yang senantiasa halal dan thayyibah.

Dan tidak lupa meminta kepada Allah bahwa amalan-amalan kita semuanya diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dan besok di Yaumul Kiamat InsyaAllah Allah akan mendapatkan balasan yang sebaik-baiknya.

2. Memerangi Penyakit Hati, Nafsu Dan Syaitan

Jamaah Rahimakumullah. Marilah kita semuanya berusaha untuk melawan semua penyakit. Penyakit hati yang kita miliki.

Agar supaya kita tidak terkalahkan oleh diri kita, oleh nafsu, kita oleh syaitan yang senantiasa berusaha melemahkan kita. Berusaha membuat kita tidak berdaya.

Sehingga kita kadang merasa malas untuk beribadah, malas untuk mengikuti kajian, malas untuk semuanya yang baik-baik.

Itu adalah fitrah manusia dan hanya dengan memaksa diri kita maka kita InsyaAllah bisa melewati itu semuanya.

Kalau kita tidak berlatih untuk memaksakan diri kita, sekali lagi kita akan menjadi orang-orang yang merugi. Yang senantiasa kalah perang.

Dengan bahasa Cikadun: senantiasa setiap hari kita kalah perang dengan nafsu, kita dengan syaitan, dengan segala sesuatu yang buruk-buruk.

3. Keutamaan Meminta Surga Firdaus

Jamaah Rahimakumullah. Pada pagi hari ini kita sedikit saja akan membahas terkait Surga Firdaus.

Pada kajian beberapa hari yang lalu kita sudah sampaikan bahwasanya surga itu ada seratus tingkatan. Dan yang paling tengah-tengah namanya Surga Firdaus.

Dan Rasulullah mengajarkan kita ketika kita semuanya meminta surga, mintalah Surga Firdaus.

Karena itu tempatnya di tengah-tengahnya. Terus tempat menjadi sumber mata air dari seluruh sungai yang ada di surga.

4. Dua Macam Rezeki: Ar-Rahman Dan Ar-Rahim

Jamaah Rahimakumullah. Sebelum itu kita sedikit membahas terkait rezeki.

Rezeki itu ada dua macam secara umum. Menggambarkan sifat Allah Ar-Rahman Ar-Rahim.

Ar-Rahman itu menggambarkan bahwasanya Allah Maha Pemberi rezeki yang sifatnya umum bersifat fisik. Rezeki yang diberikan Allah kepada badan. Semua makhluk hidup, semua manusia mendapatkannya.

Sedangkan rezeki yang kedua merupakan manifestasi, penajabaran dari sifat Allah Ar-Rahim. Ya Maha Penyayang. Kalau Ar-Rahman Maha Pengasih.

Mengasih memberikan kepada siapa saja makhluknya. Baik yang kafir, baik yang muslim, baik syirik, baik pencuri, baik pencopet, semuanya diberi oleh Allah tanpa pandang bulu. Termasuk juga binatang. Binatang yang ada di muka bumi semuanya diberi.

Terus rezeki yang kedua berupa rezeki kepada hati. Tidaklah diberikan oleh Allah kecuali kepada orang-orang yang dicintai oleh Allah Ta'ala.

5. Jaminan Rezeki Dari Allah Ta'ala

Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Quran terkait rezeki yang sifatnya fisik:
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidaklah ada suatu binatang melata pun di dalam bumi, di muka bumi ini bahkan ada di langit juga kecuali dijamin rezekinya oleh Allah Ta'ala. Dan Allah mengetahui tempat berdiam binatang tersebut dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis di dalam kitab yang nyata yaitu di Lauh Mahfudz" [QS. Hud: 6]

Allah sudah memberikan jaminan kepada kita. Tidaklah Allah menciptakan segala sesuatu akan tetapi sudah pasti Allah juga menyediakan baginya rezekinya.

Khususnya adalah untuk terkait rezeki yang berhubungan dengan fisik atau badan.

6. Allah Menjamin Rezeki Setiap Manusia

Tidaklah Allah menciptakan kita manusia sampai hari kiamat. Tidak usah khawatir, pasti Allah akan memberi.
Makan, minum, pakaian, rumah. Standarnya seperti itu.

Ya, hanya memang ada yang diberikan lebih. Ada yang diberikan sedikit.

7. Hikmah Ada Yang Kaya Dan Ada Yang Miskin

Kenapa demikian? Kenapa ada yang kaya ada yang miskin? Kenapa tidak dijadikan kaya semuanya?

Ya, kalau semuanya jadi bos terus yang nyambut gaji siapa?
Supaya apa? Supaya ada keseimbangan. Ini hikmah, rahasia Allah.

Allah, sesuatu yang baik itu harus ada yang buruk. Orang bisa disebut kaya kalau ada yang miskin. Bos itu kalau ada karyawannya. Ya, kalau semuanya bos ya tidak ada karyawan nantinya.

Ini rahasia hikmah Allah Ta'ala dan ini dijamin.

8. Muslim Tidak Perlu Khawatir Dengan Rezeki

Makanya kita kalau muslimin tidak perlu khawatir dengan rezeki dari Allah Ta'ala.
Artinya Allah menjamin kita, kenapa kita harus takut? Ya, Allah sudah menjamin.

Tidaklah seorang itu akan diwafatkan oleh Allah, akan dimatikan oleh Allah kecuali Allah akan memberikan semua jatahnya.

Ya, tidak harus dengan meninggalkan shalat. Tidak harus dengan melanggar ketentuan syariat. Tidak harus dengan meninggalkan syariat agama.
Allah pasti akan memberikan bagaimanapun caranya.

Yang penting harus sabar, kuncinya itu. Kalau sabar insyaAllah kita akan diberikan oleh Allah.

Baca juga: Tujuan Hidup Adalah Beribadah Kepada Allah Dan Jalan Menuju Surga Firdaus

9. Takwa, Ikhtiar Dan Jalan Keluar Rezeki

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, akan dijadikan dia jalan keluar dalam setiap permasalahan yang dia hadapi.
Dan akan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.

Ya, bukan berarti asal bertakwa panjang tangan, tidur di rumah, rezekinya tiba dari langit bukan. Tapi kita harus ikhtiar.

Bahkan burung-burung saja, mereka tidak punya akal. Seperti dia pergi di pagi hari, pulangnya sudah dalam keadaan kenyang.

Ketika ada manusia yang kelaparan, berarti manusianya tidak lebih pintar dari burung emprit itu. Burung merpati yang kecil saja bisa cari makan.

10. Jangan Takut Punya Banyak Anak

Ayat ini juga menjadi jaminan bagi kita semuanya.
Jangan takut yang muda. Muda jangan takut punya anak banyak, yang memberi rezeki.

Ya, jangan takut. Allah pasti akan memberikan rezeki kepada anak, anak kita.

11. Dua Macam Rezeki: Fisik Dan Hati

Allah, ini Surat Hud ayat 6 ini. Bahwasanya rezeki yang diberikan oleh Allah secara umum diberikan kepada semua makhluk hidup yang ada.

Sedangkan rezeki yang pada hati yaitu berupa keimanan. Berupa keyakinan akan kebenaran.
Berupa kemampuan untuk membedakan yang hak dan yang batil.
Kemampuan untuk membedakan mana yang tauhid, mana yang syirik.
Kemampuan untuk membedakan mana yang sunnah, mana yang bid'ah.

Ini hidayah atau rezeki yang didapat oleh manusia di dalam hatinya. Dan tidak semua manusia diberikan.

12. Rezeki Hidayah Dan Ilmu Dari Allah

Dalam Surat Al-Jumu'ah, Allah berfirman:
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah" [QS. Al-Jumu'ah: 2]

Dan kepada kaum-kaum yang lain yang belum kamu bertemu dengan mereka. Wahai Al-Azizul Hakim.
Dan Dia Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Itulah karunia Allah. ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ
"Diberikan kepada siapa yang dikehendakinya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar" [QS. Al-Jumu'ah: 4]

13. Allah Memberi Rezeki Hati Kepada Siapa Yang Dikehendaki

Banyak ayat-ayat yang semakna dengan ini kalau kita mau membaca Al-Quran, mentadaburinya. Bahwasanya Allah itu memberikan rezeki kepada hati siapa yang Dia kehendaki.

Allah lebih tahu di mana Dia mau menempatkan risalah-Nya. Allah lebih tahu siapa di antara kita yang siap untuk mendapatkan hidayah. Siap hatinya untuk diajak kepada kebenaran.

Allah lebih tahu. Ya, di antara ciri-cirinya, barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah.

14. Ciri Orang Yang Diberi Hidayah

Dadanya akan dilapangkan untuk menerima ajaran agama Islam yang hak. Akan dimudahkan apapun yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Dia terima dengan lapang. Sami'na wa atha'na.

Ketika hal itu kita miliki, Alhamdulillah. Kita hanya bisa memuji kepada Allah Ta'ala. Kita sudah diberi hidayah, diberi rezeki pada hati kita untuk bisa menerima kebenaran.

Jamaah Rahimakumullah. Dan sudah pasti yang terbesar di antara itu semuanya pada akhirnya muaranya adalah kita nantinya akan memasuki surganya Allah Ta'ala.

15. Balasan Bagi Orang Beriman Dan Beramal Saleh

Seperti firman Allah Ta'ala. Agar supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Bagi mereka apa? Maghfirah, ampunan, dan rizqun karim, rezeki yang mulia.

Rezeki yang paling mulia sudah barang tentu nantinya adalah surga. Ya, karena surga ini sebagai balasan daripada amal yang kita kerjakan di dunia.

Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal dengan amalan yang saleh" [QS. At-Taghabun: 9]

Sekali lagi, amalan-amalan yang saleh. Amalan saleh syaratnya ada dua. Yang pertama ikhlas. Yang kedua mutaba'un ala Rasulillah, mengikuti contoh yang diberikan oleh Rasulullah.

Dua itu ketika mau disebut amalan itu saleh. Kalau tidak memenuhi syarat maka itu bukan termasuk amal yang saleh.

16. Gambaran Kenikmatan Surga

Apa balasannya? Diberikan balasan. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Khalidina fiha abadan, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Dan sungguh kata Allah, Allah memberikan rezeki yang paling baik kepadanya. Ini maksud daripada rezeki pada hati.

17. Keutamaan Dan Ciri-Ciri Surga Firdaus

Lalu seperti sudah kami singgung di awal, Rasulullah mengajarkan kita untuk meminta Surga Firdaus.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:
إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ
"Jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Surga Firdaus. Karena sesungguhnya dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Dan di atasnya adalah Arsy Ar-Rahman" [HR. Bukhari no. 2790]

Hadis ini, di surga itu ada seratus tingkatan yang telah Allah janjikan kepada para mujahid di jalan Allah. Jarak antara dua tingkatan adalah bagaikan jarak antara langit dan bumi.

Jika kalian ingin meminta kepada Allah, mintalah Surga Firdaus. Surga Firdaus adalah surga yang paling utama dan paling tinggi di antaranya. Di atasnya adalah Arsy Ar-Rahman. Darinya pula mengalir sungai-sungai surga.

18. 6 Amalan Penghuni Surga Firdaus Dari Surat Al-Mu'minun

Nih, dasarnya kemarin juga kita sudah bahas. Pada hari ini kita akan membahas enam amalan untuk bisa meraih Surga Firdaus.

Itu ada di Surat Al-Mu'minun ayat 1 sampai 11. Nanti bisa dibacanya sendiri.

Allah berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman" [QS. Al-Mu'minun: 1]

Orang-orang yang beriman, orang-orang yang sudah diberi rezeki oleh Allah berupa hidayah ke dalam hatinya, keimanan.

19. Syarat Pertama: Shalat Dengan Khusyu

Tandanya orang-orang yang diberi rezeki keimanan tidak semuanya. Yang pertama agar bisa memasuki surganya Allah, bisa memasuki menjadi penghuni Surga Firdaus.

Syarat yang pertama, shalatnya khusyu. Orang-orang yang khusyu dalam shalatnya.

Kalau belum bisa khusyu jangan berharap masuk Surga Firdaus.

Baca juga: Tiga Penyebab Dosa, Hikmah Persatuan, dan 3 Tingkatan Dalam Menghadapi Akhirat

20. Fokus Dan Yakin Allah Melihat Kita Saat Shalat

Susah untuk menggambarkan. Yang jelas, ketika kita shalat kita harus fokus.

Fokus kita sedang beribadah kepada Allah. Walaupun kita tidak melihat Allah, kita yakin bahwa Allah melihat kita. Itu yang penting.

Ya, setiap gerakan kita itu adalah di dalam rangka beribadah, menghambakan diri kepada Allah Ta'ala.

21. Menghadirkan Hati Dalam Setiap Ucapan Shalat

Itu setiap kata yang kita ucapkan itu kita sedang bermunajat kepada Allah.

Makanya hatinya harus dihadirkan. Misalnya kita membaca Subhanallah. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Itu benar, benar hatinya juga mengatakan demikian, berkata kepada Allah.

Bahwa Engkau Maha Agung. Ketika duduk di antara dua sujud misalnya, benar berdoa Rabbi Firli. Ya Allah ampuni aku, warhamni. Ya Allah kasihilah aku.

Ya berilah aku kasih sayang, Wajburni. Ya Allah apa artinya. Wajburni itu artinya tutuplah apa kesalahan-kesalahanku. Apalagi Wahdini. Ya Allah tunjukilah aku.

Wangafini. Sehatkanlah aku. Warsukni. Berilah aku rezeki. Ya rezeki itu diingat-ingat, dimasukkan ke dalam hati.

Sehingga kalau saat lagi duduk di antara dua sujud itu penyembah tidak buru-buru. Kalau Imam belum selesai, misalnya kok sudah selesai, doanya tambahi saja dengan Rabbi Firlana. Terus seperti itu.

22. Memahami Makna Bacaan Shalat

Ya, Tahiyat. Apa artinya At Tahiyatulillah. Penghormatan bagi Allah. Assalamualaikum. Dan seterusnya.

Terus Assalamualaikum, kita memberi salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Memberi salam kepada kita semuanya. Lalu bersyahadat. Lalu bershalawat.

Tidak sulit sebenarnya. Salah satu diantara cara untuk khusyu adalah kita memahami apa yang kita ucapkan.

Ya, kalau orang tidak memahami apa yang diucapkan, sudah barang tentu membaca Subhanallah di pikirannya isinya yang lain. Membaca Subhanallah Al Adzim.

23. Khusyu Harus Dilatih Dan Balasannya Surga Firdaus

Ya ini dan memang berat. Ya memang berat makanya balasannya juga luar biasa. Surga Firdaus ini harus dilatih nanti. Harus dilatih.

Agar juga bisa khusyu. Salah satu caranya kita perhatikan tanda berikutnya.

24. Menjauhkan Diri Dari Perkataan Dan Perbuatan Sia-Sia

Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.

Semakin banyak kita beraktivitas dengan sesuatu yang tidak berguna itu, otak kita akan menuju ke situ.

Ketika lagi banyak pekerjaan isinya ngurusin sekolah. Kadang-kadang lagi shalat yang dipikir kayak uteknya angka.

Semakin banyak kita bekerja, ini sih kerjaan satu yang harus. Kadang-kadang kita banyak melakukan sesuatu yang tidak...

25. Suami Istri Adalah Mitra Di Dunia Dan Akhirat

Kepada anak dan istri kita itu.
Baru satu. Selesai waktunya maksudnya.

Berarti satu dulu. Ya satu.
Ayat ini ada. Ada berapa ayat? Jamaah rahimakumullah.

Itu saja ayat Al-Baqarah seratus delapan puluh tujuh. Intinya bahwasanya karena suami istri adalah.

Mudah-mudahan tidak hanya di dunia. Kita semuanya bersuami istri mudah-mudahan akhirat istri kita sewaktu di dunia insyaAllah kalau sama-sama salih, sama-sama beriman akan menjadi istri kita juga di akhirat.

Ya, walaupun di sana di surga kaum laki-laki diberi bidadari. Bidadari surga. Tapi ketika istri ada di sana, itu tidak ada yang bisa mengalahkan. Istri kita nanti. Walaupun banyak bidadari.

Para istri tidak usah cemburu. Ketentuannya seperti itu. Allah memberikannya seperti itu secara fitrahnya adalah seperti itu.

26. Menyelesaikan Masalah Keluarga Sesuai Tuntunan Al-Quran

Itu untuk kita mulai di dalam berkeluarga. Ketika kita punya permasalahan, yang paling pertama harus kita curhat adalah antara suami dan istri.

Jangan dulu keluar kalau masih bisa diselesaikan oleh kita.
Kalau sudah tidak bisa diselesaikan oleh kita suami istri, baru kita memanggil. Dalam Al-Quran dituntunkan untuk mengundang juru pendamai. Satu dari keluarga suami, satu dari keluarga istri.

Caranya, jangan langsung ada permasalahan sedikit ke pengadilan misalnya. Atau ada permasalahan sedikit langsung berbicara di luar. Malah justru akan menambah ruwet permasalahan keluarga.

Dan memang Allah memberikan solusi. Ketika memang sudah tidak bisa menegakkan hukum-hukum Allah.

Dan ketika kalian sudah takut tidak bisa menegakkan ketentuan Allah. Artinya ketika di dalam keluarga tersebut memang sudah tidak mungkin untuk dipersatukan.

27. Talak Sebagai Jalan Terakhir

Ya Allah memberikan jalan keluar yaitu At-Talak. Akan tetapi itu sebagai jalan terakhir, alternatif terakhir.

Terakhir jamaah rahimakumullah, itu saja dulu. InsyaAllah kita lanjutkan besok pagi kalau masih diberi umur.

Mudah-mudahan sedikit ini dapat menambah keimanan dan ketahuan kita kepada Allah Tabarak.

Kita akhiri dengan kafaratul majelis.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
"Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Rujukan Utama

  • Al-Qur'an, Surah Hud ayat 6.
  • Al-Qur'an, Surah Al-Jumu'ah ayat 2 dan 4.
  • Al-Qur'an, Surah At-Taghabun ayat 9.
  • HR. Bukhari no. 2790.
  • Al-Qur'an, Surah Al-Mu'minun ayat 1-11.

Komentar