Tujuan Hidup Adalah Beribadah Kepada Allah Dan Jalan Menuju Surga Firdaus

Sumber: Kajian 
Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono
Ditulis: Admin

📖 Baca Kumpulan Transkrip Kajian Lumbir Mengaji di sini
Foto Masjid Jami Cikadu, Tujuan Hidup Adalah Beribadah Kepada Allah Dan Jalan Menuju Surga Firdaus
Transkrip Kajian Lumbir Mengaji

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


Jamaah Subuh Rahimakumullah.  
Marilah kita senantiasa memanjatkan syukur kita kepada Allah Ta'ala.

Yang sudah memberikan kita semuanya kesabaran untuk senantiasa istiqomah di dalam menjalankan segala kebaikan-kebaikan. Segala amal saleh, ibadah-ibadah yang diwajibkan kepada kita maupun yang disunahkan untuk kita lakukan.

Kita bersyukur kepada Allah senantiasa kita diberi kesabaran untuk menghindari seluruh apa-apa yang sudah dilarang oleh Allah Ta'ala. Sehingga kita bisa menjalani kehidupan ini dengan lebih tenang.


Bersyukur Saat Menghadapi Musibah
Begitu juga kita bersyukur kepada Allah yang sudah memberikan kita kesabaran di kala kita barangkali menghadapi musibah-musibah yang menimpa diri kita, menimpa keluarga kita dan lingkungan kita.

Jamaah Rahimakumullah. Pada pagi hari ini sedikit kami akan menyampaikan sebuah kajian singkat judulnya "Ayat-Ayat Cinta". Ini saya mengambil artikel dari Dokter Firanda. Ini apa maksudnya kita bahas bersama-sama.

Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Adz-Dzariyat yang sudah kita sering membacanya dan maksudnya:
  
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ  

"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku, menyembah Allah" [QS. Adz-Dzariyat: 56]

Kalau kita perhatikan ayat yang mulia ini, Allah menciptakan manusia bukan untuk tujuan lain kecuali untuk menyembah Allah.

Kalau kita hanya memikirkan menyembah Allah ketika kita shalat, ketika kita zikir, atau ketika kita membaca Al-Quran atau ketika puasa, sudah barang tentu ini sangat sedikit waktunya.

Kita shalat barangkali sehari semalam ada satu jam. Kalau kita ke masjid barangkali membutuhkan waktu lima belas menit dari rumah sampai pulang lagi. Lima belas menit pulang lima belas menit, tidak ada satu jam lebih. Alhamdulillah.

Selebihnya untuk apa? Selebihnya adalah untuk aktivitas kita, baik untuk bekerja, istirahat, bersama keluarga.

Dan kata para ulama, yang namanya ibadah ini tidak hanya terbatas kepada hal-hal yang diwajibkan saja. Seluruh aktivitas kita di dalam kehidupan ini adalah bisa kita jadikan sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah Ta'ala, asal kita mengganti niat kita.


Mengubah Aktivitas Mubah Menjadi Ibadah
Kira-kira waktu yang paling banyak kita habiskan sehari itu di mana? Apa di masjid, apa di kantor, apa di rumah?

Di rumah. Kebanyakan. Secara umum kebanyakan manusia kita. Mungkin lebih banyak di rumah daripada di luar rumah.

Sehingga apa? Apa yang akan kita bicarakan adalah sehingga waktu kita di rumah yang sebagian besar kita jalani di dalam kehidupan kita, kita rubah dari hal-hal yang mubah menjadi ibadah.

Dari hal-hal yang kelihatannya sepele, sesuatu yang biasa kita lakukan menjadi sesuatu yang berpahala.

Bagaimana kita menggauli istri kita. Bagaimana kita bercengkrama dengan anak-anak kita. Bagaimana kita menafkahi...

Mereka itu semuanya adalah kegiatan sehari-hari.  
Kalau kita rubah niatnya bisa bernilai ibadah. Karena agama Islam ini.

Sekali lagi, bukan hanya terkait ibadah mahdhah saja. Meliputi akidah, meliputi ibadah.

Dan yang paling banyak adalah terkait muamalah. Muamalah pergaulan. Pergaulan baik, pergaulan bisnis, pergaulan suami istri, bergaulan dengan orang lain. Itu yang paling banyak.

Sedangkan terkait ibadah, kita tahu waktu kita sangat sedikit kalau hanya mengartikan beribadah dengan ibadah-ibadah yang biasa kita lakukan.

Makanya agama Islam mengajarkan kita untuk bermuamalah sebaik-baiknya. Karena kita kebanyakan adalah menghabiskan waktu kita di rumah bersama keluarga.

Maka kita jadikan waktu tersebut sebagai sebuah ibadah.

Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:  

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي  

"Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya. Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku" [HR. Tirmidzi no. 3895]


Merajut Cinta Kasih Dalam Rumah Tangga
Jamaah Rahimakumullah. Hal ini yang melandasi pada diri kita, terutama di dalam pergaulan suami istri.

Bagaimana kita cara merajut cinta kasih kita di antara suami istri ini penting untuk kita pahami.

Walaupun kita sudah tua. Yang masih muda, yang masih baru berlatih, semestinya harus mengilmui ayat-ayat cinta ini.

Karena apa? Memang di dalam Al-Quranul Karim, agama kita yang sangat sempurna, sudah diberi gambaran oleh Allah bagaimana cara kita menjalani kehidupan rumah tangga.


Pahala Dalam Memberi Nafkah Keluarga
Kata Rasulullah lagi dalam sebuah hadis beliau bersabda:  

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي امْرَأَتِكَ  

"Tidaklah engkau menginfakkan nafkah dengan mengharap wajah Allah kecuali engkau akan diberi pahala. Sampai suapan yang engkau suapkan ke mulut istrimu, engkau pun akan mendapat pahala" [HR. Bukhari no. 56]

Jamaah Rahimakumullah. Sebuah hadis yang sangat mulia yang mengajarkan kita.

Agama Islam mengajarkan kita untuk bersikap romantis di dalam berkeluarga. Suap-suapan. Itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita untuk seperti itu.

Ini makanya penting. Mungkin barangkali terkadang ada di antara kita mungkin kadang dengan istrinya jarang berkomunikasi.

Jarang berkomunikasi ini diperbaiki. Apalagi ketika sudah.

Kalau tidak bisa berkomunikasi nanti rumah jadi tidak baik.

Karena setiap perlakuan kita antara suami ke istri, istri ke suami, ataupun anak ke ayah dan ibunya, itu semuanya bisa akan bernilai ibadah kalau memang kita niatkan untuk beribadah.

Jamaah Rahimakumullah. Ketika kita berkeluarga, tujuan utamanya sudah barang tentu adalah kita untuk...


Memohon Ilmu Dan Rezeki Yang Halal
Jamaah Subuh Rahimakumullah.  
Marilah kita senantiasa memohon kepada Allah akan ilmu. Ilmu yang bermanfaat, rezeki yang senantiasa halal dan thayyibah.

Dan tidak lupa meminta kepada Allah bahwa amalan-amalan kita semuanya diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dan besok di Yaumul Kiamat InsyaAllah Allah akan mendapatkan balasan yang sebaik-baiknya.

Jamaah Rahimakumullah. Marilah kita semuanya berusaha untuk melawan semua penyakit. Penyakit hati yang kita miliki.

Agar supaya kita tidak terkalahkan oleh diri kita, oleh nafsu, kita oleh syaitan yang senantiasa berusaha melemahkan kita. Berusaha membuat kita tidak berdaya.

Sehingga kita kadang merasa malas untuk beribadah, malas untuk mengikuti kajian, malas untuk semuanya yang baik-baik.

Itu adalah fitrah manusia dan hanya dengan memaksa diri kita maka kita InsyaAllah bisa melewati itu semuanya.

Kalau kita tidak berlatih untuk memaksakan diri kita, sekali lagi kita akan menjadi orang-orang yang merugi. Yang senantiasa kalah perang.

Dengan bahasa Cikadune: senantiasa setiap hari kita kalah perang dengan nafsu, kita dengan syaitan, dengan segala sesuatu yang buruk-buruk.


Keutamaan Meminta Surga Firdaus
Jamaah Rahimakumullah. Pada pagi hari ini kita sedikit saja akan membahas terkait Surga Firdaus.

Pada kajian beberapa hari yang lalu kita sudah sampaikan bahwasanya surga itu ada seratus tingkatan. Dan yang paling tengah-tengah namanya Surga Firdaus.

Dan Rasulullah mengajarkan kita ketika kita semuanya meminta surga, mintalah Surga Firdaus.

Karena itu tempatnya di tengah-tengahnya. Terus tempat menjadi sumber mata air dari seluruh sungai yang ada di surga.

Jamaah Rahimakumullah. Sebelum itu kita sedikit membahas terkait rezeki.

Rezeki itu ada dua macam secara umum. Menggambarkan sifat Allah Ar-Rahman Ar-Rahim.

Ar-Rahman itu menggambarkan bahwasanya Allah Maha Pemberi rezeki yang sifatnya umum bersifat fisik. Rezeki yang diberikan Allah kepada badan. Semua makhluk hidup, semua manusia mendapatkannya.

Sedangkan rezeki yang kedua merupakan manifestasi, penajabaran dari sifat Allah Ar-Rahim. Ya Maha Penyayang. Kalau Ar-Rahman Maha Pengasih.

Mengasih memberikan kepada siapa saja makhluknya. Baik yang kafir, baik yang muslim, baik syirik, baik pencuri, baik pencopet, semuanya diberi oleh Allah tanpa pandang bulu. Termasuk juga binatang. Binatang yang ada di muka bumi semuanya diberi.

Terus rezeki yang kedua berupa rezeki kepada hati. Tidaklah diberikan oleh Allah kecuali kepada orang-orang yang dicintai oleh Allah Ta'ala.


Jaminan Rezeki Dari Allah Ta'ala
Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Quran terkait rezeki yang sifatnya fisik:  

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ  

"Tidaklah ada suatu binatang melata pun di dalam bumi, di muka bumi ini bahkan ada di langit juga kecuali dijamin rezekinya oleh Allah Ta'ala. Dan Allah mengetahui tempat berdiam binatang tersebut dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis di dalam kitab yang nyata yaitu di Lauh Mahfudz" [QS. Hud: 6]

Allah sudah memberikan jaminan kepada kita. Tidaklah Allah menciptakan segala sesuatu akan tetapi sudah pasti Allah juga menyediakan baginya rezekinya.

Khususnya adalah untuk terkait rezeki yang berhubungan dengan fisik atau badan.

Tidaklah Allah menciptakan kita manusia sampai hari kiamat. Tidak usah khawatir, pasti Allah akan memberi. 
Makan, minum, pakaian, rumah. Standarnya seperti itu.

Ya, hanya memang ada yang diberikan lebih. Ada yang diberikan sedikit.


Hikmah Ada Yang Kaya Dan Ada Yang Miskin
Kenapa demikian? Kenapa ada yang kaya ada yang miskin? Kenapa tidak dijadikan kaya semuanya?

Ya, kalau semuanya jadi bos terus yang nyambut gawai siapa? 
Supaya apa? Supaya ada keseimbangan. Ini hikmah, rahasia Allah.

Allah, sesuatu yang baik itu harus ada yang buruk. Orang bisa disebut kaya kalau ada yang miskin. Bos itu kalau ada karyawannya. Ya, kalau semuanya bos ya tidak ada karyawan nantinya.

Ini rahasia hikmah Allah Ta'ala dan ini dijamin.


Muslim Tidak Perlu Khawatir Dengan Rezeki
Makanya kita kalau muslimin tidak perlu khawatir dengan rezeki dari Allah Ta'ala. 
Artinya Allah menjamin kita, kenapa kita harus takut? Ya, Allah sudah menjamin.

Tidaklah seorang itu akan diwafatkan oleh Allah, akan dimatikan oleh Allah kecuali Allah akan memberikan semua jatahnya.

Ya, tidak harus dengan meninggalkan shalat. Tidak harus dengan melanggar ketentuan syariat. Tidak harus dengan meninggalkan syariat agama. 
Allah pasti akan memberikan bagaimanapun caranya.

Yang penting harus sabar, kuncinya itu. Kalau sabar insyaAllah kita akan diberikan oleh Allah.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, akan dijadikan dia jalan keluar dalam setiap permasalahan yang dia hadapi. 
Dan akan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.

Ya, bukan berarti asal bertakwa panjang tangan, tidur di rumah, rezekinya tiba dari langit bukan. Tapi kita harus ikhtiar.

Bahkan burung-burung saja, mereka tidak punya akal. Seperti dia pergi di pagi hari, pulangnya sudah dalam keadaan kenyang.

Ketika ada manusia yang kelaparan, berarti manusianya tidak lebih pintar dari burung emprit itu. Burung merpati yang kecil saja bisa cari makan.

Ayat ini juga menjadi jaminan bagi kita semuanya. 
Jangan takut yang muda. Muda jangan takut punya anak banyak, yang memberi rezeki.

Ya, jangan takut. Allah pasti akan memberikan rezeki kepada anak, anak kita.

Allah, ini Surat Hud ayat 6 ini. Bahwasanya rezeki yang diberikan oleh Allah secara umum diberikan kepada semua makhluk hidup yang ada.

Sedangkan rezeki yang pada hati yaitu berupa keimanan. Berupa keyakinan akan kebenaran. 
Berupa kemampuan untuk membedakan yang hak dan yang batil. 
Kemampuan untuk membedakan mana yang tauhid, mana yang syirik. 
Kemampuan untuk membedakan mana yang sunnah, mana yang bid'ah.

Ini hidayah atau rezeki yang didapat oleh manusia di dalam hatinya. Dan tidak semua manusia diberikan.


Rezeki Hidayah Dan Ilmu Dari Allah
Dalam Surat Al-Jumu'ah, Allah berfirman: 
 
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ  

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah" [QS. Al-Jumu'ah: 2]

Dan kepada kaum-kaum yang lain yang belum kamu bertemu dengan mereka. Wahai Al-Azizul Hakim. 
Dan Dia Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Itulah karunia Allah. ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ  
"Diberikan kepada siapa yang dikehendakinya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar" [QS. Al-Jumu'ah: 4]

Banyak ayat-ayat yang semakna dengan ini kalau kita mau membaca Al-Quran, mentadaburinya. Bahwasanya Allah itu memberikan rezeki kepada hati siapa yang Dia kehendaki.

Allah lebih tahu di mana Dia mau menempatkan risalah-Nya. Allah lebih tahu siapa di antara kita yang siap untuk mendapatkan hidayah. Siap hatinya untuk diajak kepada kebenaran.

Allah lebih tahu. Ya, di antara ciri-cirinya, barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah.

Dadanya akan dilapangkan untuk menerima ajaran agama Islam yang hak. Akan dimudahkan apapun yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Dia terima dengan lapang. Sami'na wa atha'na.

Ketika hal itu kita miliki, Alhamdulillah. Kita hanya bisa memuji kepada Allah Ta'ala. Kita sudah diberi hidayah, diberi rezeki pada hati kita untuk bisa menerima kebenaran.

Jamaah Rahimakumullah. Dan sudah pasti yang terbesar di antara itu semuanya pada akhirnya muaranya adalah kita nantinya akan memasuki surganya Allah Ta'ala.


Balasan Bagi Orang Beriman Dan Beramal Saleh
Seperti firman Allah Ta'ala. Agar supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Bagi mereka apa? Maghfirah, ampunan, dan rizqun karim, rezeki yang mulia.

Rezeki yang paling mulia sudah barang tentu nantinya adalah surga. Ya, karena surga ini sebagai balasan daripada amal yang kita kerjakan di dunia.

Dalam ayat lain Allah berfirman:  

وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا  

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal dengan amalan yang saleh" [QS. At-Taghabun: 9]

Sekali lagi, amalan-amalan yang saleh. Amalan saleh syaratnya ada dua. Yang pertama ikhlas. Yang kedua mutaba'un ala Rasulillah, mengikuti contoh yang diberikan oleh Rasulullah.

Dua itu ketika mau disebut amalan itu saleh. Kalau tidak memenuhi syarat maka itu bukan termasuk amal yang saleh.

Apa balasannya? Diberikan balasan. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Khalidina fiha abadan, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Dan sungguh kata Allah, Allah memberikan rezeki yang paling baik kepadanya. Ini maksud daripada rezeki pada hati.


Keutamaan Dan Ciri-Ciri Surga Firdaus
Lalu seperti sudah kami singgung di awal, Rasulullah mengajarkan kita untuk meminta Surga Firdaus.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:  

إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ  

"Jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Surga Firdaus. Karena sesungguhnya dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Dan di atasnya adalah Arsy Ar-Rahman" [HR. Bukhari no. 2790]

Hadis ini, di surga itu ada seratus tingkatan yang telah Allah janjikan kepada para mujahid di jalan Allah. Jarak antara dua tingkatan adalah bagaikan jarak antara langit dan bumi.

Jika kalian ingin meminta kepada Allah, mintalah Surga Firdaus. Surga Firdaus adalah surga yang paling utama dan paling tinggi di antaranya. Di atasnya adalah Arsy Ar-Rahman. Darinya pula mengalir sungai-sungai surga.


Amalan Penghuni Surga Firdaus Dari Surat Al-Mu'minun
Nih, dasarnya kemarin juga kita sudah bahas. Pada hari ini kita akan membahas enam amalan untuk bisa meraih Surga Firdaus.

Itu ada di Surat Al-Mu'minun ayat 1 sampai 11. Nanti bisa dibacanya sendiri.

Allah berfirman:  
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ  

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman" [QS. Al-Mu'minun: 1]

Orang-orang yang beriman, orang-orang yang sudah diberi rezeki oleh Allah berupa hidayah ke dalam hatinya, keimanan.

Tandanya orang-orang yang diberi rezeki keimanan tidak semuanya. Yang pertama agar bisa memasuki surganya Allah, bisa memasuki menjadi penghuni Surga Firdaus.

Syarat yang pertama, shalatnya khusyu. Orang-orang yang khusyu dalam shalatnya.

Kalau belum bisa khusyu jangan berharap masuk Surga Firdaus.

Susah untuk menggambarkan. Yang jelas, ketika kita shalat kita harus fokus.

Fokus kita sedang beribadah kepada Allah. Walaupun kita tidak melihat Allah, kita yakin bahwa Allah melihat kita. Itu yang penting.

Ya, setiap gerakan kita itu adalah di dalam rangka beribadah, menghambakan diri kepada Allah Ta'ala.

Itu setiap kata yang kita ucapkan itu kita sedang bermunajat kepada Allah.

Makanya hatinya harus dihadirkan. Misalnya kita membaca Subhanallah. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Itu benar, benar hatinya juga mengatakan demikian, berkata kepada Allah.

Bahwa Engkau Maha Agung. Ketika duduk di antara dua sujud misalnya, benar berdoa Rabbi Firli. Ya Allah ampuni aku, warhamni. Ya Allah kasihilah aku.

Ya berilah aku kasih sayang, Wajburni. Ya Allah apa artinya. Wajburni itu artinya tutuplah apa kesalahan-kesalahanku. Apalagi Wahdini. Ya Allah tunjukilah aku.

Wangafini. Sehatkanlah aku. Warsukni. Berilah aku rezeki. Ya rezeki itu diingat-ingat, dimasukkan ke dalam hati.

Sehingga kalau saat lagi duduk di antara dua sujud itu penyembah tidak buru-buru. Kalau Imam belum selesai, misalnya kok sudah selesai, doanya tambahi saja dengan Rabbi Firlana. Terus seperti itu.

Ya, Tahiyat. Apa artinya At Tahiyatulillah. Penghormatan bagi Allah. Assalamualaikum. Dan seterusnya.

Terus Assalamualaikum, kita memberi salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Memberi salam kepada kita semuanya. Lalu bersyahadat. Lalu bershalawat.

Tidak sulit sebenarnya. Salah satu diantara cara untuk khusyu adalah kita memahami apa yang kita ucapkan.

Ya, kalau orang tidak memahami apa yang diucapkan, sudah barang tentu membaca Subhanallah di pikirannya isinya yang lain. Membaca Subhanallah Al Adzim.

Ya ini dan memang berat. Ya memang berat makanya balasannya juga luar biasa. Surga Firdaus ini harus dilatih nanti. Harus dilatih.

Agar juga bisa khusyu. Salah satu caranya kita perhatikan tanda berikutnya.

Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.

Semakin banyak kita beraktivitas dengan sesuatu yang tidak berguna itu, otak kita akan menuju ke situ.

Ketika lagi banyak pekerjaan isinya ngurusin sekolah. Kadang-kadang lagi shalat yang dipikir kayak uteknya angka.

Semakin banyak kita bekerja, ini sih kerjaan satu yang harus. Kadang-kadang kita banyak melakukan sesuatu yang tidak...


Semua Perlakuan Dalam Keluarga Bisa Bernilai Ibadah
Perlakuan kita antara suami ke istri, istri ke suami, ataupun anak ke ayah dan ibunya, itu semuanya bisa akan bernilai ibadah kalau memang kita niatkan untuk beribadah.

Jamaah Rahimakumullah. Ketika kita berkeluarga, tujuan utamanya sudah barang tentu adalah kita untuk membina sebuah keluarga yang dikehendaki seperti yang dikehendaki oleh syariat agama Allah.

Di samping kita untuk memperoleh keturunan, makanya Allah Ta'ala memberikan rambu-rambu kepada kaum muslimin agar bisa langgeng di dalam menempuh perjalanan kehidupannya.

Akan tetapi sudah barang tentu di tengah-tengah jalan banyak terjadi kendala-kendala. Kalau kita bisa menghadapinya insyaAllah selamat.

Kalaupun tidak bisa, Allah memberikan solusi. Solusi semuanya ada solusinya masing-masing ketika kita mendapatkan permasalahan dalam sebuah keluarga.

Yakinlah bahwasanya itu semuanya dikehendaki oleh Allah Ta'ala dan yakinlah bahwa itu adalah yang terbaik.


Hikmah Di Balik Benci Dan Cinta
Kadang-kadang kita membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik bagi kita. Atau kebalikannya, kadang-kadang kita mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk bagi kita.

Allah berfirman:  

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ  

"Barangkali kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu. Dan barangkali kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu" [QS. Al-Baqarah: 216]

Misalnya kita kadang mencintai istri kita yang pertama kali mungkin dari penampilannya. Kelihatannya baik tapi begitu sudah berkeluarga ternyata akhlaknya tidak baik.

Kita menyukai sesuatu padahal itu buruk. Kita kadang yang kurang penampilan, kadang-kadang itu malah akhlaknya baik.

Makanya penting untuk kita senantiasa berusaha mendasari semua yang kita lakukan berdasarkan Al-Quran dan Sunnah karena semuanya ada tuntunannya.

Kita mulai ada beberapa ayat dalam Al-Quran yang bertema cinta. Makanya diberi judul Ayat-Ayat Cinta.

Yang pertama adalah Surat Al-Baqarah ayat 187 yang terkait perintah puasa. Allah berfirman:  

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ  

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan dirimu, maka Allah menerima taubatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu" [QS. Al-Baqarah: 187]

Jamaah Rahimakumullah. Perhatikan, ayat ini sangat indah ketika kita mau sedikit mempelajarinya.

Dan suami adalah pakaian bagi istri. Namanya pakaian fungsinya apa? Ada yang tahu?

Yang pertama fungsinya adalah menutup aurat. Yang kedua apa fungsinya?

Yang kedua di samping untuk menutup aurat adalah untuk keindahan. Coba, indah mana berpakaian dengan tidak berpakaian? Indah berpakaian. Otomatis itu indah.

Jamaah Rahimakumullah. Perlu kita pahami bersamanya bahwasanya yang namanya "libas".

Kata para ulama dalam bahasa Arab ini menyangkut keseluruhan sesuatu yang meliputi orang yang menggunakannya. Itu namanya pakaian.

Contoh di dalam Al-Quran Allah menyebutkan:  
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا  
"Dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian" [QS. An-Naba: 10] 
Allah menjadikan malam sebagai pakaian, sebagai penutup.

Atau dalam ayat yang lain:  
وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ  
"Dan pakaian takwa itu adalah lebih baik" [QS. Al-A'raf: 26] 
Artinya apa? Artinya pakaian di sini bermanfaat.

Ada tiga fungsi utama. Yang pertama tadi menutup aurat. Yang kedua adalah untuk keindahan. Yang ketiga adalah untuk menjaga.

Menjaga yang berpakaian tersebut dari kesemuanya, baik gangguan fisik maupun gangguan hati.

Dari ketiga fungsi ini akan kita jadikan sebagai pedoman kita di dalam berkeluarga. Berumah tangga antara suami dan istri.

Karena suami adalah pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami.

Yang pertama tadi apa fungsinya? Menutup aurat. Aurat siapa? Aurat.

Artinya seorang suami dan istri itu wajib untuk menutup aib. Aib atau kekurangan masing-masing. Tidak boleh keluar.

Ini fungsi utamanya. Pertama yang harus dipahami ini, yang muda-muda. Yang muda-muda, yang tua-tua juga. Terutama yang muda.

Agar kehidupan kita berkeluarga itu benar. Benar menjadi sebuah ibadah setiap hari.

Namanya ibadah kan ada pahala ada dosa otomatis. Seperti itu. Kalau kita menjalankan kehidupan kita dalam berkeluarga secara baik otomatis akan berpahala.

Ketika kita menjalaninya dengan cara yang tidak baik otomatis kita akan mendapatkan dosa.

Misalnya menceritakan istri atau istri menceritakan keburukan suami. Itu sudah dosa besar.

Pokoknya penting untuk kita pahami, jangan sampai.

Aib, kekurangan. Karena memang yang namanya suami istri itu orang yang paling tahu kekurangan atau kelebihan daripada pasangannya. Adalah suami dan istri. Tidak ada orang yang lebih tahu luar dalam itu.

Makanya ini wajib untuk dijaga benar-benar.  
Dijaga benar-benar agar supaya benar-benar tidak keluar apapun itu.

Jangan sampai kita merendahkan apalagi atau menyakiti apalagi. 
Ini penting untuk kita jadikan landasan ketika kita mau menjalani kehidupan. 
Berumah tangga atau untuk memperbaiki keadaan rumah tangga kita agar bahagia.

Kita ingin bahagia harus dengan ilmu.  
Harus dengan ilmu, senantiasa berusaha.

Yang pertama tadi, karena pakaian itu fungsinya untuk menutup aurat. 
Menutup aib kita antara suami dan istri. 
Kalaupun ada kekurangan-kekurangan, kita tutupi. Kita tutupi.

Baik itu kepada keluarga. 
Kadang-kadang memang kita tidak bisa menghindari hal-hal seperti ini.

Jamaah Rahimakumullah. Agama Islam ini agama yang sangat mulia. Agama yang mengatur sedemikian rupa agar supaya kita semuanya bisa menjalankan segala sesuatunya dengan benar.

Maka kita harus menempatkan sesuatu sesuai dengan proporsinya.

Kedua adalah tadi, pakaian itu untuk keindahan. Melindungi tubuh kita. 
Dengan berpakaian ini, tadi adalah kita harus menjadikan pasangan kita sebagai sebuah kebanggaan.

Bangga karena pasangannya sendiri. Bangga karena pasangannya. 
Kaum ibu membanggakan suaminya.

Itu makanya saling mengisi itu.

Terus yang ketiga adalah untuk yang tadi seperti penggambaran pakaian takwa dan malam yang menyelimuti. 
Di antara fungsi pakaian adalah untuk melindungi kita dari berbagai macam gangguan yang berasal dari luar.

Menutupi dari panas, dari dingin. 
Begitu juga kita suami istri. 
Agar supaya kita bisa menjadi pakaian untuk istri kita, dan juga istri menjadi pakaian kepada suaminya.

Caranya bagaimana? Jangan pernah saling menyakiti.


Memperbaiki Diri Dengan Akhlak Dan Kalimat Baik
Ya, sudah barang tentu ini idealnya seperti itu. 
Karena memang sulit dan kita harus belajar. Belajar untuk yang kemarin-kemarin. 
Ya sudah, tapi ke depannya adalah kita gunakan akhlak kita di dalam kehidupan berumah tangga.

Kata Rasulullah:  
"Kalimat yang baik adalah sedekah"  
Kita berkata adalah sedekah.

Makanya jangan sungkan untuk bersedekah kepada istri kita, kepada anak-anak kita. 
Dengan apa? Dengan kalimat.

Kalimat yang baik itu bagaimana caranya? 
Ya misalnya, "Sayang lagi ngapain?"  
"Itu kan kalimat yang baik." 
"Cintaku, kamu lagi kenapa?" 
Ini kan kalimat-kalimatnya. Apa, kita bahasanya mungkin tidak seperti anak muda.

Ini kan kalimat-kalimatnya. Silakan ini semuanya dimulai agar supaya hidup di rumah.  
Hidup ini tidak kaku.  
Silakan ini dirubah sedikit demi sedikit.  
Karena sekali lagi setiap kalimat kebaikan, kalimat yang baik itu baik untuk anak, baik untuk istri, baik untuk orang lain adalah sedekah. Ini penting.

Kalimat yang baik.  
Tapi kalau kalimat yang buruk berarti apa?  
Kalau kalimat yang baik adalah sedekah.  
Kalau kalimat yang buruk berarti dosa. Itu kebalikannya berarti mengandung dosa.

Makanya ketika kita mengucapkan perkataan yang buruk kepada siapa saja, kita berbicara tentang kehidupan berumah tangga, kepada anak, kepada istri, kepada suami. Kalimat-kalimat yang buruk ini mengandung dosa.

Kalau yang baik itu mengandung pahala. Berarti yang buruk akan mengakibatkan berdosa.

Makanya penting untuk kita membiasakan diri. Membiasakan diri untuk berkomunikasi dengan baik kepada anak dan istri kita.

Itu saja. Ayat Al-Baqarah seratus delapan puluh tujuh.  
Intinya bahwasanya karena suami istri adalah...  
Mudah-mudahan tidak hanya di dunia. Kita semuanya bersuami istri, mudah-mudahan di akhirat istri kita sewaktu di dunia InsyaAllah kalau sama-sama salih, sama-sama beriman akan menjadi istri kita juga di akhirat.

Walaupun di sana di surga kaum laki-laki diberi bidadari. Bidadari surga.  
Tapi ketika istri ada di sana, itu tidak ada yang bisa mengalahkan. Istri kita nanti, walaupun banyak bidadari.

Para istri tidak usah cemburu. Ketentuannya seperti itu. Allah memberikannya seperti itu secara fitrahnya adalah seperti itu.

Itu silakan untuk kita mulai di dalam berkeluarga.  
Ketika kita punya permasalahan, yang pertama harus kita curhat adalah antara suami dan istri.  
Jangan dulu keluar kalau masih bisa diselesaikan oleh kita.

Kalau sudah tidak bisa diselesaikan oleh kita suami istri, baru kita memanggil.  
Dalam Al-Quran dituntunkan untuk mengundang juru pendamai. Satu dari keluarga suami, satu dari keluarga istri.

Caranya, jangan langsung ada permasalahan sedikit ke pengadilan misalnya. Atau ada permasalahan sedikit langsung berbicara di luar. Malah justru akan menambah ruwet.

Akan menambah ruwet permasalahan keluarga. Dan memang Allah memberikan solusi.  
Solusi ketika memang sudah tidak bisa menegakkan hukum-hukum Allah.  
Dan ketika kalian sudah takut, takut tidak bisa menegakkan ketentuan Allah.  
Artinya ketika di dalam keluarga tersebut memang sudah tidak mungkin untuk dipersatukan.

Ya, Allah memberikan jalan keluar yaitu At-Talak.  
Akan tetapi itu sebagai jalan terakhir, alternatif terakhir.

Kita akhiri dengan Kafaratul Majelis:  

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ 

 "Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ  

Komentar