إنَّ اللَّهَ لا ينظرُ
إلى صورِكُم وأموالِكُم ،
ولَكِن ينظرُ إلى قلوبِكُم
وأعمالِكُم
🍂 "Sesungguhnya Allah
tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian. Namun Allah melihat hati
kalian dan amalan kalian" (HR. Muslim no. 4651) .
👤Ibnu Rajab Al Hambali
dalam Jami' Al Ulum Wal Hikam mengatakan:
وحينئذ
فقد يكون كثير ممن
له صورة حسنة ،
أو مال ، أو
جاه ، أو رياسة
في الدنيا قلبه خرابا
من التقوى ، ويكون
من ليس له شيء
من ذلك قلبه مملوءا
من التقوى ، فيكون
أكرم عند الله تعالى
، بل ذلك
هو الأكثر وقوعا
🍂"Dengan demikian,
banyak orang yang memiliki rupa yang menawan, harta yang banyak atau kedudukan,
atau kekuasaan di dunia, ketakwaan di hatinya hancur-lebur. Dan orang yang
tidak memiliki hal-hal tersebut sedikit pun, hatinya dipenuhi oleh ketakwaan,
lalu ia pun lebih mulia di sisi Allah Ta'ala. Seperti inilah fakta yang sering
terjadi".
Baca Juga!
1.Besarnya Pahala Menuntut Imu
2.Aku Tinggalkan Karena Allah
3.Baik buruknya Amalan Seseorang
4.Hukum Orang Yang Mengetahui Yang Ghaib
5.Dua Unsur Penting Diterimanya Ibadah
1.Besarnya Pahala Menuntut Imu
2.Aku Tinggalkan Karena Allah
3.Baik buruknya Amalan Seseorang
4.Hukum Orang Yang Mengetahui Yang Ghaib
5.Dua Unsur Penting Diterimanya Ibadah
🕹Ada yang bilang,
orang-orang yang futur, tidak lagi istiqamah, hilang dari majelis ilmu, terkena
syubhat, itu justru mereka-mereka yang punya uang, hidup cukup, punya nama,
tenar, punya kedudukan.
‼Adapun yang orang biasa, miskin, tidak dikenal, justru
lebih semangat, lebih multazim, lebih istiqamah, lebih tawadhu'.
🎙Kalau kata Ibnu Rajab
sih, memang KEBANYAKAN begitu realitanya.
🕹Maka, andai kita termasuk
yang diuji dengan harta yang banyak, rupa menawan, kedudukan dan ketenaran.
Semoga saja kita tidak termasuk yang kebanyakan itu.
✏Ustadz Yulian
Purnama
