Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Samad Cikadu Lumbir
Catatan silsilah keluarga Eyang Samad, Cikadu Lumbir, anak ketiga keturunan Eyang Mursyid yang dikaruniai 10 orang anak, disusun sebagai ikhtiar merawat nasab dan menjaga silaturahmi keluarga.
DAFTAR ISI - Klik untuk buka
Muqoddimah: Merawat Nasab Keluarga Eyang Samad
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menanamkan rasa cinta dalam keluarga dan mengikat hati dengan nasab.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, suri teladan dalam menjaga kekerabatan dan memuliakan leluhur.
Catatan ini kami susun sebagai ikhtiar kecil untuk merawat sejarah keluarga Eyang Samad dari Cikadu, Lumbir.
Mengenal silsilah bukan sekadar tahu nama. Ia adalah cara kita menghormati yang terdahulu, menyambung doa untuk yang telah pergi, dan menjaga amanah untuk anak cucu yang akan datang.
Dengan menuliskan jejak ini, semoga tali persaudaraan tidak lapuk oleh waktu dan jarak.
Baca Juga: Penulis Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir
Eyang Samad anak ketiga keturunan Eyang Mursyid. Dengan takdir Allah Ta’ala, Eyang Samad dikaruniai 10 orang anak, sebagai berikut:
Data Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Samad - 10 Anak
Istri Pertama
A. Rom
B. Kam
C. Warso - 5 anak
1. Tijah
2. Ur
3. Siti
4. Budi
5. Dede
D. Rosyid
Istri Kedua
A. Parni
B. Sajad
C. Sujud
D. Jidun
E. Sugi
F. .......?
Baca Juga: Silsilah Keluarga Eyang Mursyid
Catatan Penutup dan Harapan
Demikian catatan singkat tentang silsilah keluarga Eyang Samad ini kami susun. Kami menyadari bahwa dalam penulisan ini pasti masih banyak kekurangan, baik dari segi data, nama, maupun urutan.
Oleh karena itu, kami sangat membuka pintu untuk koreksi, masukan, dan tambahan informasi dari keluarga Cikadu Lumbir.
Mari kita saling melengkapi agar catatan ini bisa menjadi warisan yang benar dan bermanfaat untuk anak cucu kita kelak.
Semoga Allah Ta’ala merahmati para leluhur kita yang telah wafat, memberkahi yang masih hidup, dan menjadikan anak cucu Eyang Samad generasi yang rukun, saling mendoakan, dan menjaga silaturahmi sampai kapan pun.
Referensi:
1. Eyang Salbiyah
Lumbir, 13 Agustus 2026
Penulis: Suyitno

Komentar
Posting Komentar