Kedudukan Al-Qur'an di Dalam Hati Seorang Muslimin

Sumber: Khutbah Idul Adha 1438 H
Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono
Ditulis: Admin

📖 Baca Kumpulan Transkrip Khutbah Jumat & Id di sini.
Mihrab Masjid Jami Cikadu Lumbir Banyumas kosong simbol kedudukan Al-Qur'an di dalam hati seorang muslimin tempat paling mulia untuk hidayah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ  

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا، أَمَّا بَعْدُ

فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله اكبر الله اكبر

Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah,
Pertama-tama marilah kita senantiasa panjatkan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga kita masih diberi kesempatan untuk menikmati hari ini, hari Id kita, hari raya kita sebagai umat Muslim. Hari yang sangat besar ini.

Hari di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan dalam banyak ayat Al-Qur'an, bahwa pada hari ini seorang Muslim diminta untuk menerjemahkan keimanannya dalam kehidupan sehari-hari. Hari di mana seorang Muslim harus mengamalkan dengan sebenar-benarnya apa yang dia baca setiap saat dalam shalatnya dari Al-Qur'anul Karim.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan menyampaikan khutbah Idul Adha dengan judul: Kedudukan Al-Qur'an di Dalam Hati Seorang Muslim

Kondisi Umat Islam Saat Ini

Jamaah rahimakumullah,
Ada beberapa pertanyaan yang timbul ketika kita melihat situasi kita sekarang ini. Bukankah umat Islam adalah umat terbaik yang diciptakan Allah di seluruh alam? Bukankah umat Islam itu umat yang satu padu, tidak terpecah-belah? Bukankah umat Islam semestinya menjadi pemimpin bagi umat-umat yang lain, bukan dipimpin oleh bangsa-bangsa lain?

Dari pertanyaan itu, kita melihat kondisi umat Islam sekarang ini. Kita sebagai Muslim ibarat buih di atas lautan, banyak tetapi tidak punya kekuatan. Kita diinjak-injak oleh orang lain yang bukan kaum Muslimin.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan, dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik. (QS. Al-Hadid: 16)

Keadaan yang baik bagi kaum Muslimin adalah ketika kita bisa mengamalkan Al-Qur'an dengan sebenar-benarnya. Akan tetapi ketika kita tidak mau mengamalkannya, keadaannya terbalik. Allah yang semestinya mengasihi kita saat kita berpegang pada Al-Qur'an, tidak lagi menyayangi kita saat kita meninggalkannya.

Sikap Para Sahabat Terhadap Al-Qur'an

Contoh terbaik adalah wanita-wanita Anshar. Ketika turun perintah hijab, pada malam hari mereka mendengarnya, pagi harinya mereka sudah memakainya. Bahkan ada yang merobek kelambu untuk dijadikan jilbab.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda mengisahkan hal ini:

لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ أَخَذْنَ أُزُرَهُنَّ فَشَقَقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي فَاخْتَمَرْنَ بِهَا

"Ketika turun ayat Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, para wanita Anshar segera mengambil kain mereka lalu merobeknya dari pinggir kemudian mereka berkerudung dengannya. (HR. Bukhari no. 4758)

Ketika menerima perintah dari Allah melalui Al-Qur'an, mereka langsung mengamalkannya. Contohnya saat Allah menurunkan ayat pengharaman khamar, para sahabat radhiyallahu 'anhum langsung membuang seluruh khamarnya, bahkan yang disimpan di gudang. (HR. Bukhari no. 5582). Mereka sami'na wa atha'na, tidak banyak bertanya, tidak banyak alasan.

Contoh lain, Sahabat Umair bin Al-Humam. Saat Perang Badar, ia sedang makan kurma lalu bertanya: Wahai Rasulullah, di mana saya kalau mati dalam perang ini? Rasulullah menjawab: Kamu di surga. Umair berkata: Sungguh, menunggu masuk surga sampai menghabiskan tujuh biji kurma ini adalah waktu yang lama. Maka ia buang kurmanya, langsung berjihad sampai syahid. (HR. Muslim no. 1901)

Subhanallah, generasi terbaik umat ini. Mereka melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya tanpa banyak pertimbangan, karena keimanannya.

Al-Qur'an Sebagai Obat Hati

Rasulullah dan para sahabatnya memandang Al-Qur'an sebagai obat dari segala penyakit hati. Ketika membaca Al-Qur'an, jika ayat itu menyangkut diri mereka, mereka segera introspeksi.

Ibnu Abi Mulaikah berkata: Aku bertemu 30 sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka semua takut kalau terkena penyakit munafik. (HR. Bukhari secara mu'allaq, Kitab Al-Iman)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي وَفِي الذِّكْرِ، لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلَائِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِي طُرُقِكُمْ

"Seandainya kalian senantiasa seperti keadaan kalian ketika bersamaku dan dalam dzikir, niscaya para malaikat akan menyalami kalian di tempat tidur kalian dan di jalan-jalan kalian. (HR. Muslim no. 2750)

Para sahabat begitu takut dalam hatinya timbul kemunafikan. Kita semestinya beribadah kepada Allah baik dalam keadaan senang maupun susah, ramai maupun sepi, lapang maupun sempit.

Segera Mengamalkan Perintah Al-Qur'an

Para sahabat memandang Al-Qur'an adalah nasihat dari Zat Yang Maha Penyayang, yang harus didengar dan dilaksanakan dengan segera.

Ketika Allah berfirman tentang rujuk setelah talak, Ma'qil bin Yasar langsung menikahkan kembali adiknya dengan mantan suaminya. (HR. Bukhari no. 5130)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

"Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. (QS. Al-Kautsar: 2)

Para sahabat berlomba-lomba berkurban setiap tahunnya, bahkan ada yang berhutang untuk menjalankan perintah Allah.

Al-Qur'an dijadikan Allah untuk membuat kehidupan kita lebih baik. Tidak ada sistem di dunia yang lebih baik dari Al-Qur'an. Sebagai Muslim, kita wajib menjadikan Al-Qur'an dan sunnah yang sahih sebagai pedoman hidup.

Ketika turun ayat Al-Qur'an, kita langsung mendengar, mengimani dalam hati, dan mengamalkan semampu kita. Jangan banyak bertanya, jangan banyak protes.

Bahaya Beriman Sebagian, Mengingkari Sebagian

Kedudukan Al-Qur'an dalam hati seorang Muslim semestinya tunduk patuh pada seluruh ayatnya, bukan sebagian-sebagian.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ

"Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab dan ingkar kepada sebagian yang lain? Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. (QS. Al-Baqarah: 85)

Ali bin Abu Thalib radhiyallahu 'anhu berkata:

Al-Qur'an adalah Kitabullah. Di dalamnya ada berita orang sebelum kalian, dan kabar setelah kalian. Hukum di antara kalian. Dia keputusan yang serius, bukan main-main. Barang siapa meninggalkannya karena sombong, pasti dihancurkan Allah. Barang siapa mencari petunjuk selain Al-Qur'an, pasti sesat. Dialah tali Allah yang kokoh, peringatan yang bijaksana, jalan yang lurus. (HR. Tirmidzi no. 2906, Hasan)

Semakin kita mempelajarinya, kita semakin paham. Barang siapa beramal dengan Al-Qur'an pasti meraih pahala. Barang siapa menghukumi dengan hukum Al-Qur'an pasti akan adil.


Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah,
Itulah gambaran kedudukan Al-Qur'an semestinya di hati seorang Muslim. Mudah-mudahan di hari yang besar ini, di mana kita diperintahkan Allah untuk menerjemahkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari melalui syariat kurban, marilah kita bersama memulai menjadikan Al-Qur'an pedoman hidup tanpa banyak bertanya, tanpa banyak protes. Karena Al-Qur'an pasti benar dan pasti baik untuk kita semua.

Marilah kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar kita senantiasa diberi kekuatan iman dan Islam, untuk selalu berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan sunnah yang sahih Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum. Minal aidin wal faizin.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ  

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ _ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ _ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  

اوَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُه

Komentar