Kedudukan Al-Qur'an di Dalam Hati Seorang Muslimin

Sumber : Khutbah Idul Adha1438 H

Ditulis ulang oleh: Admin

____

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ  

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا، أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهُدَى هدى مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عليهِ وَسلَّم، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، 

الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله اكبر الله اكبر

Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah,  

Pertama-tama marilah kita senantiasa panjatkan syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang sudah memberikan rahmatnya kepada kita semuanya sehingga kita masih diberi kesempatan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk bisa menikmati hari ini, hari Id kita, hari raya kita sebagai umat Muslim. Kita masih diberi kesempatan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk merayakan hari yang sangat besar ini.Bagi yang ingin membaca naskah Khutbah Idul Fitri 1438 Bisa di lihat di sini

Hari di mana Allah subhanahu wa ta'ala mengabadikan di dalam banyak ayat Al-Qur'an bahwasanya pada hari ini, hari di mana seorang Muslim diminta untuk menterjemahkan keimanannya di dalam kehidupannya sehari-hari. Hari di mana seseorang Muslim itu harus mengamalkan dengan sebenar-benarnya apa-apa yang dia baca setiap saat di dalam shalatnya daripada Al-Qur'anul Karim.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan sedikit menyampaikan sebuah khutbah Idul Adha yang kami beri judul "Kedudukan Al-Qur'an di Dalam Hati Seorang Muslimin"


1. Kondisi Umat Islam Saat Ini

Jamaah rahimakumullah,  

Ada beberapa pertanyaan yang timbul ketika kita melihat situasi kita sekarang ini. Bukankah umat Islam adalah umat yang terbaik yang diciptakan oleh Allah di seluruh alam? Bukankah umat Islam itu umat yang satu padu, tidak terpecah-pecah? Bukankah umat Islam itu semestinya menjadi pemimpin bagi umat-umat yang lain, bukan merupakan umat yang dipimpin oleh bangsa-bangsa lain?

Dari beberapa pertanyaan yang kita utarakan tadi, kita melihat bagaimana kondisi keadaan umat Islam sekarang ini. Kita sebagai seorang Muslim, ibarat buih di atas lautan, banyak tetapi tidak punya kekuatan. Kita diinjak-injak oleh orang-orang lain yang notabene bukan kaum muslimin. 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ  

"Mungkinkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka? Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik."

Keadaan yang semestinya baik untuk kita kaum muslimin adalah keadaan di mana kita bisa mengamalkan Al-Qur'an dengan sebenar-benarnya. Akan tetapi ketika kita tidak mau mengamalkan Al-Qur'an dengan sebenar-benarnya, keadaannya semuanya terbalik. Allah yang semestinya mengasihi kita, menyayangi kita ketika kita berpegang kepada Al-Qur'an. Ketika kita tidak lagi mengamalkan Al-Qur'an, Allah tidak lagi menyayangi kita


2. Sikap Para Sahabat Terhadap Al-Qur'an

Wanita adalah wanita Anshar. Mereka diperintah untuk memakai hijab pada malam hari, sementara pada pagi harinya sudah memakainya. Bahkan ada yang merobek kelambu mereka untuk dijadikan jilbab. Subhanallah, itu generasi sahabat.

Ketika menerima perintah dari Allah melalui Al-Qur'an, mereka langsung mengamalkannya, berusaha sekuat mungkin untuk mengamalkannya. Contohnya ketika Allah menurunkan ayat mengenai pengharaman khamar, para sahabat radhiyallahu 'anhu langsung membuang seluruh khamarnya, bahkan yang disimpan-simpan di gudang-gudang. Mereka sami'na wa atha'na, tidak banyak bertanya, tidak banyak alasan.

Contoh lain, ada seorang sahabat bernama Umair bin Humam. Sedang makan kurma pada saat perang fii sabilillah, lalu beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:  "Wahai Rasulullah, di mana saya kalau saya mati dalam perang ini?"  Rasulullah menjawab: "Kamu mati di surga."  

Berkatalah Umair: "Sungguh, menunggu waktu masuk surga sambil sampai menghabiskan makan tujuh biji kurma ini adalah sangat lama."  

Maka beliau mengesampingkan kurma, langsung berjihad di sabilillah sampai mati.

Subhanallah, generasi terbaik dari umat Islam ini. Mereka melaksanakan seluruh perintah Allah dan Rasul-Nya, tidak dengan banyak berpikir, tidak dengan banyak pertimbangan, karena keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya.


3. Al-Qur'an Sebagai Obat Hati

Bahwasanya Rasulullah beserta para sahabatnya memandang Al-Qur'an itu sebagai obat dari segala macam penyakit hati. Ketika mereka membaca Al-Qur'anul Karim, ketika menyangkut kepada diri, mereka segera introspeksi. 

Hal ini digambarkan dari Abdullah Ibnu Mulaiqah. Beliau berkata, "Aku mendapatkan tujuh puluh dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka semua takut kalau terkena penyakit munafik." 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  

"لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلَائِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِي طُرُقِكُمْ"  

"Kalau kamu senantiasa bisa melihat surga dan neraka di depanmu, niscaya para malaikat akan menyalamimu di jalan-jalan."²

Para sahabat begitu takut di dalam hatinya ada timbul kemunafikan. Kita semestinya beribadah kepada Allah baik di keadaan senang maupun di keadaan susah, dalam keadaan ramai maupun dalam keadaan sepi, dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit.


4. Segera Mengamalkan Perintah Al-Qur'an

Para sahabat memandang bahwa Al-Qur'an adalah nasihat dari Zat Yang Maha Penyayang kepada mereka, dan sangat perlu didengar dan dilaksanakan dengan segera.

Ketika Allah subhanahu wa ta'ala berfirman tentang rujuk setelah talak, Maqil bin Yasar langsung menikahkan kembali adiknya.³

Ketika Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan:  

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ  

"Maka salatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah."⁴  

Para sahabat berlomba-lomba untuk ikut berkurban setiap tahunnya, bahkan banyak yang berhutang di dalam rangka menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta'ala.

Bahwasanya Al-Qur'an adalah semuanya dijadikan oleh Allah untuk membuat kehidupan kita lebih baik. Tidak ada sebuah sistem pun di dunia yang lebih baik dari Al-Qur'an. Sebagai seorang Muslim kita semestinya menjadikan Al-Qur'an dan sunnah yang sahih sebagai pedoman di dalam mengarungi kehidupan ini.

Ketika turun ayat-ayat Al-Qur'an kepada kita, kita langsung mendengar, langsung mengimaninya dalam hati, langsung mengamalkan semampu kita. Jangan banyak bertanya, jangan banyak protes


5. Bahaya Beriman Sebagian, Mengingkari Sebagian

Itu semestinya kedudukan Al-Qur'an dalam hati seorang muslimin. Semestinya harus tunduk patuh di dalam seluruh ayatnya, bukan sebagian-sebagian.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:  

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ  

Apakah kamu akan beriman kepada sebagian Al-Qur'an dan mengkafiri sebagian yang lain? Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian dari kamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah sekali-kali tidak lalai terhadap apa yang kamu kerjakan."⁵

Ali bin Abu Thalib radhiyallahu anhu berkata:  

"Al-Qur'an adalah Kitabullah. Yang di dalamnya ada berita orang sebelum kalian, dan kabar apa yang akan terjadi setelah kalian. Hukum di antara kalian. Dia adalah keputusan yang serius yang tidak main-main. Barang siapa meninggalkannya karena kesombongan dalam dirinya, pasti akan dihancurkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan barang siapa mencari petunjuk dari selain Al-Qur'an, pasti akan sesat. Dan dialah tali Allah yang kokoh, dialah peringatan yang bijaksana, dialah jalan yang lurus."

Semakin kita mempelajarinya, kita semakin paham. Barang siapa yang beramal dengan Al-Qur'an pasti akan meraih pahala. Barang siapa yang menghukumi segala sesuatu dengan hukum Al-Qur'an pasti akan 


Penutup dan Doa

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah,  

Itulah gambaran daripada kedudukan Al-Qur'an semestinya di hati seorang Muslim. Mudah-mudahan kita semuanya di hari yang besar ini, di mana kita memang diperintahkan oleh Allah untuk menterjemahkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari dengan syariat korban ini. Marilah kita bersama-sama memulai menjadikan Al-Qur'an ini pedoman di dalam kehidupan sehari-hari kita tanpa banyak bertanya, tanpa banyak protes, karena Al-Qur'an itu pasti benar dan pasti baik untuk kita semuanya.

Pada akhirnya, marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar supaya kita senantiasa diberi kekuatan iman, diberi kekuatan Islam, untuk senantiasa berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan sunnah yang sahih Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.


Doa Penutup:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ  

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ _ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ _ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Transkrip : Khutbah Idul Adha 1438 H

Pembicara Ustadz : Sri Kusdiyono

Ditulis Ulang oleh : Admin

---

Sumber:

1. Al-Qur'an Surah Al-Hadid ayat 16

2. HR. Muslim, Shahih Muslim, Kitab At-Taubah, no. 2750

3. Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 232

4. Al-Qur'an Surah Al-Kautsar ayat 

5. Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 

6. Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Mursyid Cikadu Lumbir

SILSILAH KELUARGA KETURUNAN EYANG MAHMUD

Referensi Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir