Hidup di Dunia Hanya Mampir, Jangan Salah Tujuan
Ringkasan : Khutbah Idul Fitri 1438 H
Disusun Oleh : Admin
Transkrip : Khutbah Idul Fitri 1438 H
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Hidup di Dunia Hanya Mampir, Jangan Salah Tujuan
1. Dunia Bukan Tujuan Akhir
Rasulullah ﷺ mewasiatkan kepada kita melalui wasiatnya:
Hiduplah kalian di dunia seperti orang asing, seperti orang yang dalam perjalanan menuju kehidupan yang abadi. Jangan jadikan dunia ini sebagai tujuan.
Ibarat kita sedang melakukan perjalanan, kita hanya sedang beristirahat sebentar. Kita mampir di sebuah kota yang namanya dunia.
Tujuan kita bukan di dunia. Negeri kita yang abadi ada di akhirat.
At-Tanbih:
Coba tanya diri sendiri: selama ini aku hidup buat apa? Kalau semua kerjaan, capek, dan pikiran hanya untuk dunia, berarti kita salah alamat.
2. Kematian Pasti Datang, Tidak Bisa Ditolak
Mau sampai kapan umurmu?
Mau sampai 70, 80 tahun? Atau tidak sampai?
Sampai suatu hari, datanglah kepada kita semua—baik yang sedang tidur, yang sedang bekerja, yang sedang di jalan—datanglah malaikat maut menjemput dengan tiba-tiba.
Allah menggambarkan hal ini dalam Surat Al-Waqiah.
Ketika nyawa sudah berada di tenggorokan, nafas sudah tinggal cengap-cengap, pada saat itu kamu melihat malaikat datang kepada kita.
فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ
(Al-Waqiah: 83)
3. Sakarotul Maut Tidak Bisa Ditolak
Ketika datang malaikat mencabut nyawa, bagi orang-orang kafir—orang yang tidak mau beribadah kepada Allah—roh ini tidak mau keluar.
فَلَوْلَا إِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِينَ تَرْجِعُونَهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah), kamu tidak mengembalikan nyawa itu jika kamu orang yang benar?
(Al-Waqiah: 86-87)
4. Semua yang Dibanggakan Akan Ditinggalkan
Ketika maut menjemput kita, kita berpakaian pun sudah tidak bisa mandi sendiri. Harus dimandikan oleh orang lain.
Diberi pakaian oleh orang lain, berjalan ke kuburan pun tidak bisa. Kita harus diantar.
Karena kematian merupakan awal dari langkah kita yang panjang.
5. Tiga Pertanyaan di Alam Kubur
Setelah kita dimasukkan ke kubur dan para pengantar pulang, kita akan didatangi malaikat.
Ada tiga pertanyaan yang akan kita hadapi bersama-sama:
Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?
Kalau orang Islam, orang yang mukmin di dunia, dia akan mudah menjawab:
Tuhanku Allah subhanahu wa ta'ala
Agamaku Islam
Nabiku adalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam
6.Azab bagi yang Tidak Bisa Menjawab
Malaikat memegang alat yang namanya _mirzabah_ dari besi.
Orang tersebut akan dipukul dengan sangat keras.
Orang tersebut berteriak, teriakannya didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.
7. Peneguhan bagi Orang Beriman
Allah berfirman dalam Surat Ibrahim:
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ
Allah akan meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh di kehidupan dunia dan di akhirat. Dan Allah akan menyesatkan orang-orang yang zalim.
(Ibrahim: 27)
8. Hidup Ini Pilihan
Hidup ini pilihan.
Ketika sampai terjadi kiamat, tubuh kita yang sudah hancur lebur dikubur menjadi tulang belulang yang berserakan.
Roh kita yang sudah diangkat oleh Allah pada saat kematian kita, akan dikembalikan ke jasad kita.
9. Tubuh yang Hancur Akan Disatukan Kembali
Allah berfirman:
وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا
Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?
(Yasin: 52)
10. Semua Akan Menghadap Allah di Padang Mahsyar
Kita semuanya akan menghadap Allah subhanahu wa ta’ala.
Roh kita dikembalikan ke jasad kita. Kita bangkit bersama-sama dari alam kubur menuju sebuah padang yang sangat luas yang dinamakan Padang Mahsyar.
Di sana kita akan datang kepada Allah dengan telanjang, tanpa sehelai pakaian pun, tanpa sandal, dan tanpa dikhitan.
11. Panas Matahari yang Tidak Biasa
Di Padang Mahsyar nanti matahari akan didekatkan sehingga panasnya akan sangat terasa panas.
Kita tidak biasa di akhirat nanti.
Panjenengan diberi kekuatan untuk bisa merasakan nikmat yang luar biasa, untuk bisa merasakan siksa yang luar biasa.
12. Hisab dan Timbangan Amal
Untuk apa Allah kumpulkan kita di padang mahsyar?
Untuk dimintai tanggung jawab atas amal yang kita kerjakan di dunia.
Barang siapa yang berat timbangan amalnya, merekalah orang-orang yang beruntung.
Dan barang siapa yang ringan timbangannya, mereka itulah orang yang merugikan diri sendiri dan mereka kekal di dalam neraka jahanam.
13. Telaga Al-Kautsar dan Persiapan
Di padang mahsyar itu juga nanti ada sebuah telaga Al-Kautsar milik Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Ketika tidak ada minuman sama sekali, ketika tidak ada naungan sama sekali, sekali panjenengan membutuhkan air untuk minum, dan di sana ada sebuah telaga milik Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam.
14. Jembatan Shirath
Di ujung padang mahsyar, kalau saya gambarkan lapangan ini di ujung sana itu ada namanya shirath, jembatan yang menghubungkan surga dan neraka.
Kita akan digiring menuju ke sana.
15. Tiga Golongan Manusia di Shirath
Pertama, orang kafir – Langsung dimasukkan ke dalam neraka.
Kedua, orang munafik – Berjalan dalam kegelapan, banyak yang disambar api neraka.
Ketiga, orang mukmin – Punya cahaya sesuai amal. Ada yang berlari secepat kilat, ada yang merangkak.
16. Sifat Jembatan Shirath
Jembatan shirath digambarkan sebagai jalan yang licin, lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.
Keadaannya gelap.
17. Qantharah: Jembatan Kecil Sebelum Surga
Setelah melewati shirath, kita akan berhenti di sebuah jembatan kecil penghubung di depan surga namanya Qantharah.
Di sana orang-orang beriman akan diqishash satu sama lain.
18. Pintu-Pintu Surga
Di sebelah Qantharah ada surga-surga yang pintunya masih tertutup.
Ketika Rasulullah ﷺ sudah datang dan pintunya dibuka, masing-masing pintu akan memanggil orang sesuai amalannya.
19. Syafaat Rasulullah ﷺ
Untuk bisa masuk surga, kita masih membutuhkan syafaat Rasulullah ﷺ.
Beliau yang bisa meminta kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar membukakan pintu-pintu surga bagi kita.
20. Tujuan Akhir: Jannatun Na’im
Ketika segala sesuatu sudah diputuskan,
Kita akan bisa sampai kepada rumah tujuan kita yaitu Jannatun Na’im surga yang penuh kenikmatan.
21. Doa Penutup Khutbah
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.
رَبَّنَا ثَبِّتْ قُلُوبَنَا وَاهْدِنَا هِدَايَتَكَ وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Ya Tuhan kami, teguhkanlah hati kami dan berilah kami hidayah-Mu, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahamulia, dari apa yang mereka sifatkan. Dan salam sejahtera bagi para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam._
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Transkrip : Khutbah Idul Fitri 1438 H
Pembicara Ustadz : Sri Kusdiyono
Menyusun : Admin
---
Catatan:
1. Lihat: Tafsir Al-Qurthubi 15/358
2. Lihat: Tafsir Ibnu Katsir 7/279
3. HR. Bukhari no. 660
4. HR. At-Tirmizi no. 2140 dan disahihkan oleh Al-Albani
5. HR. Ahmad no. 20430 dan dikatakan oleh Syu’aib Al-Arnauth hadits ini hasan
6. HR. Bukhari no. 5534 dan Muslim no. 2628
7. HR. Ahmad no. 8417 dan dikatakan oleh Syu’aib Al-Arnauth bahwa hadits ini sanadnya jayyid
8. HR. Ibnu Majah no. 227
9. HR. An-Nasa’i no. 5034 dan disahihkan oleh Al-Albani
10. HR. Ahmad 21354, Tirmizi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih’. Dan Syu’aib Al-Arnauth mengatakan hadits ini hasan lighairih.
11. Lihat: Az-Zuhd Wal Wara’ Wal ‘Ibadah hal: 87
12. HR. Ad-Darimi no. 758 dan dikatakan oleh Husain Salim Asad Ad-Darani sanadnya lemah namun hadits ini sahih

Komentar
Posting Komentar