Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Umar Cikadu Lumbir
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'alla yang telah mempertemukan kita dalam satu rahim, satu nasab, dan satu keluarga besar.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, suri teladan dalam menjaga kekerabatan dan memuliakan leluhur.
Menelusuri silsilah bukan hanya sekedar mencatat nama. Tapi ini adalah bentuk ikhtiar kita untuk menjaga silaturahim, menghormati orang tua, dan mengenal jati diri kita.
Karena barangsiapa yang mengenal asal-usulnya, insyaAllah ia akan lebih tahu ke mana ia harus melangkah.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Keturunan Eyang Umar dan Eyang Tangirah. Semoga tulisan ini menjadi jembatan untuk semakin eratnya hubungan kekeluargaan kita semua.
Tautan Penting
→ Empat Jalur Penulis Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir: cek di sini.
→ Kumpulan Tulisan Admin Lumbir Mengaji: buka di sini.
Sebelum Eyang Umar menikah dengan Eyang Tangirah, beliau terlebih dahulu mempunyai istri di Desa Tayem.Dari pernikahan tersebut, Eyang Umar mempunyai anak bernama Eyang Wahab.
Eyang Wahab - 6 Anak
1. Kodari
2. Solikhun
3. Sudirman
4. Mujayanah
5. Yangkub
6. Sugito
Eyang Umar merupakan suami kedua dari Eyang Tangirah. Suami pertama Eyang Tangirah adalah Eyang Sanmustar.
Untuk kelengkapan silsilah keluarga Eyang Sanmustar Baca silsilah di sini.
Dari pernikahan Eyang Umar + Eyang Tangirah, dikaruniai 4 Anak
A. Ngisah - 8 Anak
Baca silsilah di sini.
B. Mursinah - 10 Anak
Baca silsilah di sini.
C. Abu Naim - 8 Anak
1. Bunyaman - 2 Anak
a. Yati - 1 Anak
1. Fatan
b. Kimi
2. Kartono - 3 Anak
a. Harseno
b. Hanifan
c. Arni
3. Kartoyo
4. Agus - 2 Anak
a. Ita
b. Lina
5. Nohlani - 2 Anak
a. Iin
b. Herman
6. Nur
7. Jum - 2 Anak
a. Aldi
b. Alfa
8. Paton
D. Gandhil - Meninggal pada waktu masih kecil
Demikian silsilah awal dari keturunan Eyang Umar yang bisa kami tulis.
Menulis silsilah ini mengingatkan kita bahwa hidup ini hanya sebentar. Yang akan tetap ada adalah nama baik, amal, dan hubungan baik dengan sesama saudara.
Kami menyadari tulisan ini masih jauh dari sempurna. Jika ada data yang kurang tepat, nama yang salah tulis, atau ada keluarga yang belum tercantum, mohon dengan sangat untuk memberi kabar kepada kami. Agar silsilah keluarga besar kita ini bisa semakin lengkap dan bisa diwariskan kepada anak cucu kita nanti.
Referensi:
1. Bapak Samsuri
2. Bapak Ansori
3. Ibu Suwarni
Jakarta, 19 Agustus 2016
Penulis: Suyitno

Komentar
Posting Komentar