Banyak dari ummat ini tertipu dengan
tampilannya dan perkataannya, sehingga menjadikan mereka sebagai rujukan utama
dalam setiap masalah yang dihadapinya, padahal mereka adalah para pendusta yang
sebenarnya, karena Allah dan rasulnya yang menghabarinya, perhatikan beberapa
ayat dan hadits berikut.
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَن
تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ, َنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ
Apakah akan aku beritahukan
kepadamu, kepada siapkah syaithon-syaithon itu turun ?, mereka turun kepada
tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa. Mereka menghadapkan pendengaran (kepada
syaithon) itu, dan kebanyakan mereka adalah pendusta. (As-Syu’aro’ : 221-222)
Imam Bukhary dalam sahihnya
meriwayatkan dari Aisyah radliyallahu’anha, beliau berkata :” orang-orang
bertanya kepada Rosulullah sallallahu ‘alaihi wasallam tentang para dukun. Maka
beliau menjawab :” tidak ada apa-apanya “. Maka para sahabat berkata :” Ya
Rosulallah, mereka kadang – kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada
kami “. Maka Rosulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :
تلك الكلمة من الحق يخطفها الجني
فيقرها في أذن وليه فيخلطون معها مئة كذبة
“Kalimat tersebut berasal dari
kebenaranyang dicuri dari seorang jin (dari langit), kemudian dituangkan
kedalam telinga walinya (dukun), maka mereka mencampurkan kalimat yang berisi
satu kebenaran tersebut dengan seratus kebohongan “. (no 5762).
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ
الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ
مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا
يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ
Maka tatkala Kami telah menetapkan
kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu
kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur,
tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah
mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan. (surat saba: 14)
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ
عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ
مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا
"(Dia adalah Tuhan) Yang
Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang
yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia
mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS Jin:
26,27)
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ
السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي
نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ
اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya
sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan
mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat
mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok . Dan tiada seorang
pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Luqman: 34).
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا
يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا
تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ
وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci
semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia
mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang
gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun
dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan
tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An’aam: 59)
Ustadz Abu Humairo Al Batamy
