Umumnya masyarakat kita adalah masyarakat yang sangat mudah tertipu
dengan penampilan, sampai tidak bisa membedakan mana dukun dan mana yang bukan
dukun, atau mana dukun yang benar benar dukun atau dukun yang berlagak ustadz atau pak kia’i.
Padahal, mengukur dukun atau bukan dari seseorang bukan semata-mata dari sisi pakaian, karena setan bisa saja menghiasi dukun sakti dengan pakaian ustadz atau jubah kebesaran ulama. Karenanya para ulama telah memperingatkan umatnya agar hati hati terhadap mereka.
Seorang tabi'in yang bernama Laits bin Sa'ad mengatakan, "Jika
kalian menyaksikan seseorang bisa berjalan di atas air, janganlah terpedaya
dengannya hingga kalian cocokkan keadaannya dengan Al Qur'an dan
As-Sunnah."
Ketika ucapan ini sampai ke telinga Imam Asy-Syafi'i, beliau berkomentar, "Bukan hanya itu semoga Allah merahmati beliau (Laits) bahkan seandainya kalian melihat seseorang bisa berjalan di atas bara api atau melayang di udara, maka janganlah terkecoh olehnya hingga kalian cocokkan keadaannya dengan Al Qur'an dan As-Sunnah."
Beliau juga berkata, "Jika kalian melihat ada orang yang bisa
berjalan di atas air dan terbang di udara sedangkan dia menyelisihi sunnah,
maka ketahuilah (kesaktian) itu berasal dari setan."
Walhasil, jika dengan melakukan ritual-ritual tertentu, seperti menyepi dan semedi, berendam di air, puasa bid'ah dan syirik, ruwatan, dan jenis-jenis ritual lainnya seseorang bisa menjadi sakti, maka jangan terpedaya, kesaktian itu datangnya dari setan walaupun penampilannya seperti pak ustadz atau pak kia’i.
Abu Umar Abdillah
Walhasil, jika dengan melakukan ritual-ritual tertentu, seperti menyepi dan semedi, berendam di air, puasa bid'ah dan syirik, ruwatan, dan jenis-jenis ritual lainnya seseorang bisa menjadi sakti, maka jangan terpedaya, kesaktian itu datangnya dari setan walaupun penampilannya seperti pak ustadz atau pak kia’i.
Abu Umar Abdillah
