Mengadukan
ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak salah satu faktor yang
menyebabkan terputusnya ikatan, serta yang menyulut api kebencian dan
permusuhan antar sesama manusia.
Allah
mencela pelaku perbuatan tersebut dalam firmanNya :
] ولا تطع كل حلاف مهين، هماز مشاء
بنميم [
]
Dan
janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina yang banyak
mencela, yang kian kemari menghambar fitnah: ( Al Qalam : 10-11).
Dalam sebuah
hadits marfu’ yang diriwayatkan Hudzaifah t disebutkan :
" لا يدخل الجنة قتات "
Ibnu
Abbas meriwayatkan :
" مرّ النبي r بحائط من حيطان المدينة فسمع صوت إنسانين يعذبان في قبورهما فقال
النبي r :" يعذبان
وما يعذبان في كبير ثم قال بلى( وفي رواية
: وإنه لكبير ) كان أحدهما لا يستتر من بوله، وكان الآخر يمشي بالنميمة"
“ ( suatu hari ) Rasulullah r melewati sebuah kebun di antara
kebun-kebun Madinah, tiba-tiba beliau mendengar dua orang yang disiksa dalam
kuburnya, lalu Nabi r bersabda :” Keduanya disiksa,
padahal tidak karena masalah yang besar (dalam anggapan keduanya ) –lalu
bersabda – benar ( dalam sebuah riwayat disebutkan: padahal sesungguhnya ia
adalah persoalan besar) seorang diantaranya tidak meletakkan sesuatu untuk
melindungi diri dari percikan kencingnya dan seorang lagi ( karena ) suka
mengadu domba” ( HR Al Bukhari, Fathul Bari :1/317).
Di
antara bentuk Namimah yang paling buruk adalah hasutan yang dilakukan terhadap
seorang lelaki tentang istrinya atau sebaliknya, dengan maksud untuk merusak
hubungan suami istri tersebut. Demikian juga adu domba yang dilakukan sebagian
karyawan kepada teman karyawannya yang lain. Misalnya dengan mengadukan
ucapan-ucapan kawan tersebut kepada direktur atau atasan dengan maksud untuk
menfitnah dan merugikan karyawan tersebut. Semua hal ini hukumnya haram.
Di
Kutip Dari Ebook Dosa-Dosa Yang Di Anggap Biasa
Oleh: Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rohimahulloh
