Sahl
bin Hanzhaliyah t meriwayatkan, bersabda Rasulullah r”
" من سأل وعنده ما يغنيه فإنما يستكثر من جمر جهنم، قالوا :
وما الغنى الذي لا تنبغي معه المسألة ؟ قال : قدر ما يغديه ويعشيه "
“Barangsiapa meminta-minta sedang ia
dalam keadaan berkecukupan, sungguh orang itu telah memperbanyak ( untuk
dirinya ) bara api jahannam” mereka bertanya : “ apakah( batasan) cukup sehingga ( seseorang ) tidak boleh
meminta-minta ? beliau menjawab : “yaitu sebatas ( cukup untuk ) makan pada
siang dan malam hari” ( HR Abu Dawud:2/281, shahihul Jami’ :6280)
Ibnu
Mas’ud t meriwayatkan, bersabda Rasulullah r :
" من سأل وله ما يغنيه جاءت يوم القيامة خدوشا أو كدوشا في
وجهه"
“barangsiapa meminta-minta sedang ia
dalam kecukupan, maka pada hari kiamat ia akan datang dengan wajah penuh bekas
cakaran dan garukan”([1])
Dantara
pengemis ada yang berderet di depan pintu masjid, mereka menghentikan dzikir
para hamba Allah yang menuju atau pulang dari masjid dengan ratapan yang dibuat
sesedih mungkin. Sebagian lain memakai modus agak berbeda, membawa dokumen dan
berbagai surat palsu disertai blangko isian sumbangan. Ketika ia menghadapi
mangsanya, ia mengada-ngada cerita sehingga berhasil mengelabuhi dan memperoleh
uang.
Bagi
keluarga tertentu, mengemis bahkan telah menjadi satu profesi. Mereka
membagi-bagi tugas di antara keluarganya pada beberapa masjid yang ditunjuk.
Pada saatnya, mereka berkumpul untuk menghitung penghasilan. Dan demikianlah,
setiap masjid mereka jalajah. Padahal tak jarang mereka itu dalam kondisi cukup
mampu dan sungguh Allah Maha Mengetahui kondisi mereka, dan bila mereka mati
barulah terlihat warisannya.
Padahal
sebetulnya masih banyak orang yang lebih membutuhkan, tetapi orang yang tidak
tuhu mengira mereka orang-orang mampu. Sebab mereka menahan diri dari
meminta-minta, meskipun godaan kebutuhan sangat menjerat.
Di
Kutip Dari Ebook : Dosa-Dosa Yang Di Anggap Biasa
Oleh: Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rohimahulloh
