DOSA - DOSA YANG DIANGGAP BIASA 36. MEMINTA-MINTA DI SAAT BERKECUKUPAN



Sahl bin Hanzhaliyah t meriwayatkan, bersabda Rasulullah r

" من سأل وعنده ما يغنيه فإنما يستكثر من جمر جهنم، قالوا : وما الغنى الذي لا تنبغي معه المسألة ؟ قال : قدر ما يغديه ويعشيه "

“Barangsiapa meminta-minta sedang ia dalam keadaan berkecukupan, sungguh orang itu telah memperbanyak ( untuk dirinya ) bara api jahannam” mereka bertanya : “ apakah( batasan)  cukup sehingga ( seseorang ) tidak boleh meminta-minta ? beliau menjawab : “yaitu sebatas ( cukup untuk ) makan pada siang dan malam hari” ( HR Abu Dawud:2/281, shahihul Jami’ :6280)


Ibnu Mas’ud t meriwayatkan, bersabda Rasulullah r :

" من سأل وله ما يغنيه جاءت يوم القيامة خدوشا أو كدوشا في وجهه"

“barangsiapa meminta-minta sedang ia dalam kecukupan, maka pada hari kiamat ia akan datang dengan wajah penuh bekas cakaran dan garukan”([1])

Dantara pengemis ada yang berderet di depan pintu masjid, mereka menghentikan dzikir para hamba Allah yang menuju atau pulang dari masjid dengan ratapan yang dibuat sesedih mungkin. Sebagian lain memakai modus agak berbeda, membawa dokumen dan berbagai surat palsu disertai blangko isian sumbangan. Ketika ia menghadapi mangsanya, ia mengada-ngada cerita sehingga berhasil mengelabuhi dan memperoleh uang.

Bagi keluarga tertentu, mengemis bahkan telah menjadi satu profesi. Mereka membagi-bagi tugas di antara keluarganya pada beberapa masjid yang ditunjuk. Pada saatnya, mereka berkumpul untuk menghitung penghasilan. Dan demikianlah, setiap masjid mereka jalajah. Padahal tak jarang mereka itu dalam kondisi cukup mampu dan sungguh Allah Maha Mengetahui kondisi mereka, dan bila mereka mati barulah terlihat warisannya.

Padahal sebetulnya masih banyak orang yang lebih membutuhkan, tetapi orang yang tidak tuhu mengira mereka orang-orang mampu. Sebab mereka menahan diri dari meminta-minta, meskipun godaan kebutuhan sangat menjerat.


Di Kutip Dari Ebook : Dosa-Dosa Yang Di Anggap Biasa
Oleh: Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rohimahulloh



([1] )  HR Ahmad.1/388, Shahihul Jami’ 6255 (Dalam Shahihih Muslim dari Abu Hurairah t disebutkan : Barang siapa meminta-minta harta manusia agar dapat mengumpulkannya banyak-banyak, sungguh ia telah meminta bara api, maka silahkan ia mengurangi atau memperbanyak”. Bin Baz)