Di antara kejahatan
pencurian terbesar adalah pencurian dalam shalat Rasulullah r
bersabda :
" أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته، قالوا : يارسول الله،
وكيف يسرق من صلاته ؟ قال : لا يتم ركوعها ولا سجودها.
“
Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dalam shalatnya, mereka
bertanya : “ bagaimana ia mencuri dalam shalatnya? Beliau menjawab : ( Ia )
tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya
Meninggalkan Thuma’ninah,
tidak meluruskan dan mendiamkan punggung sesaat ketika ruku’ dan sujud, tidak
tegak ketika bangkit dari ruku’ serta ketika duduk antara dua sujud, semuanya
merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin.
Bahkan hampir bisa dikatakan, tak ada satu masjid pun kecuali di dalamnya
terdapat orang-orang yang tidak thuma’ninah dalam shalatnya.
Thuma’ninah adalah
rukun shalat, tanpa melakukannya shalat menjadi tidak sah. Ini sungguh
persoalan yang sangat serius. Rasulullah r
bersabda :
" لا تجزئ صلاة الرجل حتى يقيم ظهره في الركوع والسجود "
“
Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya
ketika ruku’ dan sujud “( H R Abu Dawud : 1/ 533, dalam shahih jami’ hadits Na
:7224)
Tak diragukan lagi,
ini suatu kemungkaran, pelakunya harus dicegah dan diperingatkan akan
ancamannya.
Abu Abdillah Al
Asy’ari berkata : “ ( suatu ketika ) Rasulullah r
shalat bersama shahabatnya kemudian Beliau duduk bersama sekelompok dari
mereka. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan berdiri menunaikan shalat. Orang
itu ruku’ lalu sujud dengan cara mematuk ([3]),
maka Rasulullah r barsabda :
" أترون هذا ؟ من مات على هذا مات على غير ملة محمد، ينقر
صلاته كما ينقر الغراب الدم، إنما مثل الذي يركع وينقر في سجوده كالجائع لا يأكل
إلا التمرة والتمرتين فماذا يغنيان عنه "
“
Apakah kalian menyaksikan orang ini ? barang siapa meninggal dalam keadaan
seperti ini ( shalatnya ) maka dia meninggal dalam keadaan di luar agama
Muhammad. Ia mematuk dalam shalatnya sebagaiman burung gagak mematuk darah.
Sesungguhnya perumpamaan orang yang shalat dan mematuk dalam sujudnya bagaikan
orang lapar yang tidak makan kecuali sebutir atau dua butir kurma, bagaimana ia
bisa merasa cukup ( kenyang ) dengannya([4])”
Zaid bin wahb berkata : Hudzaifah
pernah melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, ia
lalu berkata : kamu belum shalat, seandainya engkau mati ( dengan membawa
shalat seperti ini ) niscaya engkau mati di luar fitrah ( Islam )yang sesuai
dengan fitrah diciptakannya Muhammad r.
Orang yang tidak
thuma’ninah dalam shalat, sedang ia mengetahui hukumnya, maka wajib baginya
mengulangi shalatnya seketika dan bertaubat atas shalat-shalat yang dia lakukan
tanpa thuma’ninah pada masa-masa lalu. Ia tidak wajib mengulangi
shalat-shalatnya di masa lalu, berdasarkan hadits :
" ارجع فصل فإنك لم تصل "
“
Kembalilah, dan shalatlah, sesungguhnya engkau belum shalat.
Di
Kutip Dari Ebook : Dosa-Dosa Yang Di Anggap Biasa
Oleh: Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rohimahulloh
