Dari Abu
Ya’la Syaddad bin Aus rodhiallohu ‘anhu, Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa
sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya Alloh mewajibkan (kalian) berbuat baik
terhadap segala sesuatu, maka bila kalian hendak membunuh orang (dalam
peperangan ataupun yang lainnya), bunuhlah dengan cara yang baik, dan bila kamu
menyembelih (binatang), maka sembelihlah dengan cara yang baik, hendaklah
kalian menajamkan pisau dan memperlakukan hewan sembelihan dengan lembut.”
(HR Muslim)
AL-IHSAN
Al-Ihsan adalah menjadikan sesuatu menjadi baik. Dengan demikian, hakikat ihsan berbeda-beda sesuai dengan perbedaan konteks pembicaraannya. Apabila dalam konteks pembicaraan ibadah maka hakikat ihsan dalam ibadah seperti telah dijelaskan pada hadits ke-2. Apabila dalam konteks pembicaraan muamalah dengan sesama maka hakikat ihsan adalah menunaikan hak-hak sesama dan tidak menzholiminya. Karena wujud sesama berbeda-beda, maka bentuk ihsannya pun berbeda-beda sesuai dengan keadaannya masing-masing.
AL-IHSAN
Al-Ihsan adalah menjadikan sesuatu menjadi baik. Dengan demikian, hakikat ihsan berbeda-beda sesuai dengan perbedaan konteks pembicaraannya. Apabila dalam konteks pembicaraan ibadah maka hakikat ihsan dalam ibadah seperti telah dijelaskan pada hadits ke-2. Apabila dalam konteks pembicaraan muamalah dengan sesama maka hakikat ihsan adalah menunaikan hak-hak sesama dan tidak menzholiminya. Karena wujud sesama berbeda-beda, maka bentuk ihsannya pun berbeda-beda sesuai dengan keadaannya masing-masing.
Syariat
mewajibkan untuk berbuat ihsan dalam segala hal. Pengambilan hukum wajib
tersebut diambil dari kata kitaabah. Ulama ushul menyatakan bahwa kata kitaabah
dan derivasinya menunjukkan makna wajib.
Tata Cara Menyembelih Yang Memenuhi Kriteria Ihsan
Ihsan dalam menyembelih adalah mencari cara terbaik agar sembelihan cepat mati tanpa menderita kesakitan. Hal itu bila memenuhi kriteria sebagai berikut:
Ihsan dalam menyembelih adalah mencari cara terbaik agar sembelihan cepat mati tanpa menderita kesakitan. Hal itu bila memenuhi kriteria sebagai berikut:
- Menajamkan pisau.
- Mempercepat jalannya pisau.
- Memegang sembelihan dengan benar.
- Ahli menggunakan pisau.
- Tidak di hadapan binatang lain.
Demikianlah Islam memerintah berbuat ihsan kepada
binatang dan menunjukkan contoh prakteknya. Maka ihsan kepada yang lebih mulia
kedudukannya dari pada binatang tentu lebih diperintahkan dan lebih dijelaskan
contohnya. Oleh karena itu tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya tentang ihsan
kepada Alloh, kepada sesama makhluk baik yang berakal atau tidak berakal.
Sungguh rahmat Alloh dekat dengan muhsiniin
Sumber:
Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh - http://muslim.or.id
Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam
