Mantera
Dukun tidak bisa bereaksi melainkan
dengan mantera. Mantera-mantera yang diucapkan orang ketika hendak mencari
kesaktian, ketika hendak mendatangkan kesaktian, juga menjadi rapal orang untuk
mencapai tujuan atas perintah dukun, tentu dibumbui dengan ritual syirik yang
lain. Inti dari mantera adalah do’a kepada jin atau menyerunya agar supaya
menolongnya, maka bunyi manteranya tergantung maksud dari si pemohon.
Jimat Pusaka
Hampir setiap dukun memiliki
pegangan atau pusaka, yang biasanya diistilahkan oleh orang jawa dengan
cekelan, gembolan, inilah yang dinamakan jimat. Jimat adalah benda-benda
keramat tidak saja berbentuk benda mati, makhluk hidup pun ada yang
dikeramatkan seperti kerbau putih, burung pelatuk bawang, ayam cemani dan lain
sebagainya.
Rajah dan Wifiq
Barang inilah yang paling banyak
dijual oleh para dukun terutama dukun putih, dukun yang berpakaian ustadz.
Sebenarnya rajah termasuk bagian dari jimat, hanya saja, penggunaan istilah
rajah lebih khusus dan biasanya berupa tulisan-tulisan yang sebagian atau
semuanya tidak bisa dibaca. Cara penggunaan rajah ini terkadang dibakar
kemudian abunya dicampur dengan air dan diminum, direndam di air kemudian
diminum, dipendam di tanah, ditempel di tembok, dibuat ikat pinggang, dibungkus
lalu dikantongi atau dibuat kalung dan lain sebagainya.
Barang haram ini termasuk dagangan
para dukun yang paling laris. Definisi susuk ini sama dengan jimat, tetapi
bedanya adalah susuk merupakan benda kecil yang sengaja dimasukkan ke dalam
tubuh. Cara pemasangan susuk sangat kental dengan nuansa mistik, syirik,
meskipun dibumbui dengan kata-kata Arab atau bahkan ayat. Akan tetapi
begitulah, setan memang suka mencampuradukkan antara yang benar dengan yang
bathil.
Sesaji dan Tumbal
Kamus Umum Bahasa Indonesia
menyebutkan, tumbal adalah sesuatu yang digunakan untuk menolak penyakit dan
sebagainya, atau tolak bala. Sedangkan sesaji merupakan makanan atau
bunga-bungaan dan sebagainya yang
disajikan kepada orang (makhluk) halus dan semisalnya. Tumbal, dalam
prakteknya lebih khusus atau identik dengan sembilihan dan qurban, sedangkan
sesaji biasanya berbentuk makanan yang siap dihidangkan seperti jenis-jenis
bubur, buah, daging, yang telah dimasak dan dilengkapi dengan berbagai macam
bunga serta terkadang uang logam pilihan. Jadi pada intinya tumbal dan sesaji
adalah mempersembahkan sesuatu kepada makhluk halus (roh, jin, lelembut,
penunggu) dengan harapan agar yang diberi persembahan tersebut bisa memberikan
manfa’at atau menolak madharat. (lihat buku" dukun hitam dukun putih)
Ustadz Abu Humairo Al Batamy
