PENYIMPANGAN TAUHID DARI DUNIA PERDUKUNAN
Perdukunan adalah bisnis yang saling menguntungkan antara sidukun dengan jin sehingga jelas ini adalah kekufuran yang nyata antara keduannya.
- Dari pihak dukun maka ia akan
mendapatkan kekayaan, dan kemuliyaan hidadapan manusia karena dia adalah manusia yang paling di cari
karena di yakini sanggup menyelesaikan semua permasalahan dan kesulitan
manusia. Oleh karena itu tatkala fir’aun mengundang semua tukang sihirnya
mereka para tukang sihir berkata: apakah kami akan mendapatkan upah atau
kekayaan maka firaun menjawab: tentu karena kalian orang-orang yang dekat
dengan ku.
فَلَمَّا جاءَ السَّحَرَةُ قالُوا
لِفِرْعَوْنَ أَإِنَّ لَنا لَأَجْراً إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغالِبينَ قالَ نَعَمْ وَ إِنَّكُمْ إِذاً لَمِنَ
الْمُقَرَّبينَ
Tatkala ahli-ahli sihir datang,
mereka bertanya kepada Fira‘un, “Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang
besar jika kami adalah orang-orang yang menang?” Fira‘un menjawab, “Ya, kalau
demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang
didekatkan (kepadaku). (Asy-Syu‘ara’: 41-42)
-Adapun dari pihak jin atau setan dia mendapatkan keuntungan
berupa penyembahan hamba kepada selain Allah ta’ala, karena tidak lah sempurna
perbuatan sihir bagi dukun kecuali pak dukun harus melakukan penyembahan setan.
Ketahuiah bahwa pak dukun adalah orang yang paling percaya bahwa
jin atau setan yang ia sembah adalah makhluk yang paling kuat sehingga mereka
para dukun selalu meminta tolong kepada mereka, maka kita katakan bahwa mereka
adalah makhluk yang sangat lemah sebagai mana firman Allah:
إنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كاَنَ
ضَعِيْفاً
“ Sesungguhnya tipu daya setan
adalah lemah”.(Annisa’ : 76)
Jangan pernah takut kepada para dukun ketika mereka mengancam kita
karena takut adalah seutama-utama ibadah di sisi allah ta’ala. Dan barang siapa
yang memalingkannya kepada selain Allah maka ia telah melakukan kesyirikan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Janganlah kalian
takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku.” (Al-Maidah: 44)
Jangan pernah tertipu dengan penampilan yang menipu dari pak dukun
walaupun mereka berpenampilan ala kiyai, ustadz, tabib atau wali Allah sekali
pun karena penampilan tidak bisa merobah hakikat, lihatlah orang-orang khowarij
dhohir mereka adalah manusia yang paling dekat dengan Allah tetapi mereka
adalah orag yang paling jauh dengan islam.
Ketahuilah bahwa tukang sihir atau pak dukun tidak akan pernah
mendapat keberuntungan di dunia apalagi di akhirat. Sebagai mana Allah
berfirman:
وَلا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ
أَتَى
"Dan tidak akan menang tukang
sihir itu, dari mana saja ia datang”.(Qs. thoha : 69).
Sisi pendalilan ayat ini adalah
bahwa Alloh ta’ala menafikan kemenangan atau keberuntungan bagi tukang sihir
secara umum apa pun yang ia lakukan ada apapun yang ia tempuh. Hal ini
merupakan dalil akan kekufurannya. Karena keberuntungan atau kemenangan tak
akan dinafikan secara total secara umum melainkan dari orang yang taka ada
kebaikannya, yaitu : orang kafir. Hal itu bisa dimengerti dengan mengkaji
al-qur’an bahwa pada umumnya lafazh ( لا يفلح ) yang dimaksudkan adalah “ orang kafir “.
Seperti misalnya,
قُلْ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ
عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لا يُفْلِحُونَ مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا
مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
Katakanlah: “Sesungguhnya
orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung”.
(bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka
kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan
kekafiran mereka. (Qs. Yunus : 69-70)
Ustadz Abu Humairo Al Batamy

Komentar
Posting Komentar