SEBAB2 SYAFA'AT HARI KIAMAT

(01). BERTAUHID DENGAN IKHLAS

Nabi ﷺ pernah ditanya : "Siapakah orang yang paling bahagia dengan "syafa’atmu" pada hari Kiamat ?" Nabi ﷺ menjawab : 

أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

"Manusia Yg Paling "Berbahagia" Dengan syafa’atku nanti pada Hari Kiamat adalah, orang yg telah "mengucapkan" Laa ilaaha illallaah dengan "Ikhlas" dari Hatinya atau dirinya" (HR. Al-Bukhari no. 99, hadits dari Abu Hurairah)

(02). SERING MEMBACA AL-QUR'AN

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

"Baca al-Qur’an, karena ia akan datang di hari Kiamat memberi "syafaat" bagi yang Membaca, serta Mengamalkannya" (HR. Muslim 804, hadits dari Abu Umaamah)

(03). BERSHALAWAT KEPADA NABI ﷺ

أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً

"Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku kelak di hari Kiamat adalah yg paling "Byk Bershalawat" kepadaku" (HR. At-Tirmidzi no. 484, hadits Ibnu Mas’ud)

(04). BACA AL-BAQARAH & ALI IMRAN

اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ : الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ؛ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا

"Bacalah 2 bunga, yaitu surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran. Karena Keduanya itu akan datang pada hari Kiamat "seakan-akan" 2 awan besar atau 2 "kelompok besar" dari Burung yang akan membela orang2 yang Senantiasa membacanya..." (HR. Muslim 804, hadits dari Abu Umamah)

(05). MEMBACA SURAH AL-MULK

إِنَّ سُورَةً فِي الْقُرْآنِ ثَلَاثِينَ آيَةً شَفَعَتْ لِصَاحِبِهَا حَتَّى غُفِرَ لَهُ: تَبارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ

"Sesungguhnya ada sebuah surat di dlm al-Qur'an yang terdiri dari "30 ayat", yang Akan "Memberi Syafaat" kpd Seseorang sehingga dia pun "Diampuni". Dan surah itu adalah Tabarokalladzii biyadihil Mulk (QS.Al-Mulk)" (HR. Abu Dawud no.1400, at-Tirmidzi no. 2891 dan Ibnu Majah no. 3786, Ahmad XV/129, serta Al-Hakim I/565, hadits dari Abu Hurairah)

(06). SERING BERPUASA SUNNAH

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

"Puasa dan Membaca Al-Qur’an itu Akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di Hari Kiamat. Puasa pun Berkata : "Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan juga Syahwat pada Siang hari, maka izinkanlah aku utk "memberikan" syafa’at Kepadanya". Lalu Al-Qur’an pun Berkata : "Aku menahannya dari Tidur pada malam hari, maka izinkanlah aku untuk memberi syafa’at kepadanya", kemudian keduanya pun diizinkan utk Memberi Syafa’at" (HR. Ahmad 6626, dan ath-Thabrani 14/72 no. 14672 dan al-Hakim no. 2036, hadits dari IBNU 'AMR, Shahiihut Targhiib no. 1429)

(07). DOA SETELAH ADZAN SELESAI

"Barangsiapa membaca saat mendengar adzan (telah selesai dikumandangkan) : 

اَللّٰهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ 

"Ya Allah, Rabb Pemilik Dari Seruan Yang "sempurna" ini, dan shalat yang didirikan, karuniakanlah wasilah (derajat di Surga), dan keutamaan kepada Muhammad, dan angkat dia pada Kedudukan Terpuji Yang Telah Engkau Janjikan". Maka dia berhak Dapat Syafa’atku Pada Hari Kiamat" (HR. Bukhari no. 614, haditsnya dari Jabir)

(08). TINGGAL & WAFAT DI MADINAH

مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

"Barangsiapa yang mampu untuk wafat di "Madinah" maka hendaklah dia wafat di sana, karena sesungguhnya aku akan memberi "SYAFA'AT" kepada orang yang wafatnya di sana" (HR.Ahmad, II/74,104, at-Tirmidzi no 3917, Ibnu Majah no 3112 & Ibnu Hibban 3741, hadits Ibnu Umar)

لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا فَيَمُوتَ إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا

"Tidaklah Seseorang Bersabar Terhadap Kesusahannya (Madinah), kemudian dia pun mati, Kecuali aku akan memberikan syafa’at padanya atau aku akan menjadi "saksi" baginya pada hari Kiamat jika dia Seorang Muslim" (HR. Muslim no. 1374, hadits Abu Sa’id al-Khudri)

(09). SHALAT JENAZAH 100/40 ORANG

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

"Tidaklah Seorang Mayit yg Dishalatkan Oleh Sekelompok Umat Islam yg jumlah mereka mencapai 100 orang, semuanya memintakan syafa’at untuknya, "kecuali" Syafa’at Akan Diberikan utk dirinya" (HR. Muslim no. 947, hadits dari Aisyah)

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللهٍ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللهُ فِيهِ

“Tidaklah Seorang Muslim itu Meninggal Dunia, kemudian jenazahnya Dishalatkan oleh "empat puluh" orang yg tidak pernah mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, melainkan Allah Akan Menerima "Syafa’at" mereka untuknya" (HR. Muslim no. 948, hadits dari Kuraib)

(10). PERBANYAK SHALAT SUNNAH

Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami berkata : 

"Aku Bermalam Bersama Rasulullah ﷺ, kemudian aku pun "Segera" menyiapkan Air Wudhu dan Keperluannya. Kemudian Beliau bersabda kepadaku : "MINTALAH Sesuatu !". Lantas Aku Menjawab : "Aku "Meminta" Kepadamu supaya aku dapat bersamamu di Surga". Beliau menjawab: "Ada lagi selain itu ?" Maka aku berkata : "Itu saja ya Rasulullah". Kemudian beliau pun Bersabda : "Maka bantulah aku atas dirimu itu dengan Memperbanyak Sujud (Shalat Sunnah)" (HR. Muslim no. 489)

(11). DOA DARI ANAK YANG SHALIH

"Sesungguhnya seseorang "Ditinggikan" Derajatnya di SURGA, maka dia berkata : "Bagaimana (aku bisa mencapai) Semua hal ini?" Kemudian dikatakan kepadanya: "(ini) Disebabkan oleh Istighfar (yg Telah Diucapkan Oleh) Anakmu Untukmu" (HR. Ibnu Majah no. 3660, dan Ahmad 2/509, Silsilah ash-Shahiihah no. 1598) 

 Ustadz Najmi Umar Bakkar

https://telegram.me/najmiumar