Pengalaman Menggunakan AI Silsilah Kisah Transkrip Lumbir Mengaji
DAFTAR ISI - Klik untuk buka ▼
- Mukadimah - Kenapa Saya Memakai AI?
- 1. Postingan Silsilah - AI Pintar Jaga Nasab Cikadu
- 2. Postingan Kisah - Dari Cerita Lisan Jadi Tulisan Rapi
- 3. Postingan Transkrip - 40 Judul Kajian & Khutbah Bisa Dicari
- Workflow Saya - Google Docs Jadi Lempar ke Meta AI
- Penutup - AI Pelayan, Manusia Tetap Pemegang Kendali
Mukadimah - Kenapa Saya Memakai AI?
Bismillah. Saya Suyitno, penyusun blog Lumbir Mengaji dari Cikole, Cikadu, Lumbir, Banyumas. Awalnya saya hanya menulis biasa di Blogger. Lama-lama postingan makin banyak, ada silsilah keluarga, ada kisah Eyang, ada transkrip kajian Ustadz Sri Kusdiyono. Saya bingung, bagaimana agar pembaca mudah mencari? Bagaimana agar sejarah leluhur tidak hilang?
Akhirnya saya coba pakai AI. Bukan untuk membuat-buat ilmu baru, tapi untuk merapikan yang sudah ada. Alhamdulillah sekarang terbukti membantu. Saya sudah pakai AI di 3 postingan utama, dan ini saya ceritakan apa adanya - bukan teori dari Google, tapi pengalaman saya sendiri di depan laptop dan HP.
1. Postingan Silsilah - AI Pintar Jaga Nasab Cikadu
Postingan pertama saya pakai AI adalah Silsilah Keluarga Cikadu. Dulu nama-nama seperti Eyang Sanraji, Eyang Mursyid, Eyang Cikadu, dan anak cucu tersebar di catatan kertas. Kalau anak cucu tanya "Eyang Sanraji itu siapa?", susah carinya.
Saya buat Silsilah AI Pintar. Caranya: Saya ketik semua nama di data, saya kasih kata kunci, lalu saya pasang kotak AI di blog. Sekarang cukup ketik "Sanraji" atau "Mursyid", langsung keluar ringkasannya. Kotaknya kecil saja, tinggi 350px, scroll di dalam, jadi tidak membuat blog berat di HP. Ini bukti AI bisa untuk tujuan mulia: merawat silaturahmi, agar nasab tidak putus.
Manfaat yang saya rasakan: Anak cucu di perantauan yang tidak bisa pulang ke Lumbir, tetap bisa tahu asal-usulnya hanya dengan mengetik nama di blog Lumbir Mengaji. Pahala silaturahmi tetap mengalir.
2. Postingan Kisah - Dari Cerita Lisan Jadi Tulisan Rapi
Postingan kedua adalah Kisah Leluhur dan Perjuangan Masjid. Dulu kisah itu hanya cerita lisan dari orang tua. Saya rekam pakai HP, saya transkrip pakai Google Docs voice typing, hasilnya masih berantakan, ejaan masih campur Jawa-Indonesia.
Saya lempar ke Meta AI untuk disusun. Saya bilang: "Tolong rapikan jadi bahasa Indonesia yang rapi, ada Mukadimah, ada Daftar Isi, ada Penutup, tapi jangan tambah fakta yang tidak ada". Alhamdulillah hasilnya rapi, tetap sesuai cerita asli. Saya tinggal tambah foto masjid Jami Cikadu. Sekarang kisah itu abadi, tidak hilang ditelan zaman.
3. Postingan Transkrip - 40 Judul Kajian & Khutbah Bisa Dicari
Ini yang paling banyak: Transkrip Kajian dan Khutbah. Sampai hari ini sudah 40 judul: 16 kajian rutin subuh dan 24 khutbah Idul Fitri, Idul Adha, dan Jumat dari tahun 1436 H sampai 1447 H yang disampaikan Ustadz Sri Kusdiyono di Masjid Aisyah Al Misbahi Al-Furqon.
Sebelumnya jamaah kalau mau cari materi "bahaya riba QS Al-Baqarah 275" harus scroll satu-satu. Sekarang saya pasang Arsip Transkrip AI Pintar. Ketik 2 huruf saja: "ri", "hi", "sha", "fit", "qurban", langsung keluar. Saya buat dataKajian seperti ini: j: judul, k: kata kunci, r: ringkasan, l: link Blogger. Semua masuk di satu kotak.
Ini pengalaman nyata: waktu ada jamaah tanya "Ustadz, ada nggak khutbah tentang ikhlas?", saya tidak buka buku lagi, saya suruh buka blog, ketik "ikhlas", langsung keluar 3 judul. Sangat membantu untuk dakwah.
Workflow Saya - Google Docs Jadi Lempar ke Meta AI
Biar cepat, ini cara saya sekarang - saya bagi rapi Noy:
Saya kerjakan: 1) Dengarkan YouTube Lumbir Mengaji atau rekaman kajian, 2) Transkrip otomatis di Google Docs, 3) Copy link Google Docs.
Meta AI kerjakan: Rapikan jadi format blog dengan Mukadimah, Daftar Isi Klik untuk buka, Foto, Isi, Penutup, dan 1 baris dataKajian baru.
Saya finishing: Paste di Blogger, tambah gambar asli masjid, publish. Beres. Satu kajian 15 menit jadi.
Karena saya sudah pakai di 3 postingan, Google pun menganggap blog saya punya pengalaman nyata, bukan copy-paste. Inilah yang bikin peringkat naik.
Penutup - AI Pelayan, Manusia Tetap Pemegang Kendali
"AI adalah pelayan yang cerdas, tetapi manusia tetaplah pemegang kendalinya. Gunakan AI untuk membantu mempercepat pekerjaan kita, tetapi jangan gunakan AI untuk berbohong, mencontek secara curang, atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya (tabayyun). Mari jadikan AI di genggaman kita sebagai ladang pahala."
Itulah pengalaman saya sudah menggunakan AI di 3 postingan: Silsilah, Kisah, Transkrip. Bukan salin dari Google, tapi kreasi saya sendiri bersama Meta AI. Tujuannya satu: agar dakwah di Lumbir, Banyumas tetap hidup, sejarah keluarga tetap terjaga, dan kajian Ustadz Sri Kusdiyono bisa diakses kapan saja.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memudahkan kita untuk istiqomah di atas ilmu yang bermanfaat. Jangan tinggalkan majelis ilmu langsung di masjid, karena keberkahan ilmu ada pada tatap muka dengan guru.
Wallahu Ta'ala A'lam.
Lumbir, 20 Oktober 2026
Penyusun: Suyitno - Lumbir Mengaji (Pengalaman 3 Postingan AI: Silsilah, Kisah, Transkrip)



Komentar
Posting Komentar