Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
“Dan Rahmat (kasih sayang)Ku meliputi segala sesuatu” (QS. Al-A’raf [7]: 156)
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
"Sesungguhnya Allah punya 100 rahmat. Di antaranya Allah "turunkan" kepada jin, manusia, hewan, & tetumbuhan. Dengan rahmat itu mereka saling Berbelas Kasih serta Menyayangi. Dgnnya Binatang Liar mengasihi anaknya. Allah mengakhirkan "99 Rahmat" untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya di Hari KIAMAT" (HR. Bukhari no. 6469, dan Muslim no. 2752, hadits dari Abu Hurairah)
Di antara rahmat (kasih sayang) Allah :
(1). Allah Tutup Aib2 & Dosa2 Hamba
Apabila "dimuliakan & dihormati" orang lain, maka itu 'Bukan' karena kemuliaan & amal kebajikan kita, tetapi karena Aib kita yang tidak Dibuka oleh Allah Ta'ala. Seandainya 1 saja aib dibuka oleh Allah niscaya tidak akan ada yang mau dekat dengan kita.
Muhammad bin Waasi' رحمه الله berkata:
"Seandainya dosa-dosa itu ada baunya, niscaya tidak seorangpun yg akan mau duduk dekat denganku" (Siyar 6/120)
Ketika seorang hamba melakukan dosa "Pertama Kali", maka biasanya dosanya akan ditutupi oleh Allah terlebih dahulu, namun jika dia terus-menerus dan tidak berhenti melakukan kemaksiatan maka suatu saat "AIBNYA DIBUKA" oleh Allah.
(2). Allah Tdk Mengadzab, & Mematikan Ketika Hamba 'Bermaksiat'. Tetapi Allah Terus Memberikan Kesempatan Kepada Pelaku Dosa Utk Bertaubat Kepada-Nya
"Dan seandainya 'bukan' karena karunia & juga rahmat Allah kepadamu (niscaya kamu akan Binasa). Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, lagi Maha Bijaksana" (QS. An-Nuur [24]: 10)
"Dan kalau Allah "Menghukum" manusia karena kezhalimannya, niscaya tdk akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekali pun, namun ALLAH "menangguhkan" mereka sampai Waktu yang sudah ditentukan. Maka jika Ajalnya Tiba, mereka tdk dapat meminta PENUNDAAN atau PERCEPATAN sesaat pun" (QS. An-Nahl [16]: 61)
Betapa banyak orang yang Allah jadikan mereka mati sedang bermaksiat hingga matinya su-ul khotimah. Sementara kita sudah berulang-ulang bermaksiat tetapi Allah masih memberikan kita 'nafas' utk bisa kembali dan bertaubat kepada-Nya.
Allah melihatmu melanggar perintahnya, namun Dia 'tidak langsung' menghukum. Dia sangat sabar menunggumu sadar....!
Begitu banyaknya 'dosa-dosa' yang telah diperbuat. Sampai-sampai saat musibah datang menimpa, kita Tidak mengetahui Ini Hukuman Untuk Dosa Yang Mana !!!?
(3). Apabila Allah Memberikan Musibah Itupun Tujuannya "Agar" Pendosa Ingat, Sadar Dan Segera Kembali Kepada-Nya
"Telah tampak kerusakan di daratan & di lautan Yang Disebabkan Oleh Perbuatan 'Tangan Manusia'; ALLAH menghendaki Agar Mereka "Merasakan" Sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, Agar mereka kembali (bertaubat kepada ALLAH)" (QS Ar-Rum [30]: 41)
(4). Berbagai Musibah Yg Menimpa Bisa Menggugurkan Dosa2 Dan Meninggikan Derajat, Mendapatkan Kebaikan, Pahala, Cinta Allah, Rahmat, & Petunjuk Apabila Disikapi Dengan "Ikhlas Dan Kesabaran"
"Tidaklah seorang Muslim Tertimpa rasa letih, penyakit, bingung, sedih, rasa sakit & duka cita, Bahkan Duri yang Mengenai dirinya, Melainkan dengan itu Allah akan Gugurkan kesalahan-kesalahannya" (HR. Bukhari no. 5642, dan Muslim no. 2573)
(5). Allah Tetap Membuka Pintu Taubat Yang Sebesar-Besarnya, "BETAPAPUN" Banyaknya Dan Besarnya Dosa Hamba
"Dan seandainya bukan karena Karunia Allah & rahmat-Nya kepadamu, niscaya Tdk seorang pun di antara kamu Bersih (Dari Perbuatan "Keji dan Mungkar" itu) se-lama2nya, Tapi Allah membersihkan siapa yang Dia 'kehendaki'. Dan ALLAH Maha Mendengar, Maha Mengetahui"
(QS. An-Nuur [24]: 21)
Katakanlah : "Hai Hamba-Hamba-Ku yg melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu "berputus asa" dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa "SEMUANYA". Sesungguhnya DIA-LAH "YANG MAHA Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Az-Zumar [39]: 53)
(6). Allah Memberikan Ujian & Cobaan, Agar Hati Tidak Condong Kepada Dunia
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :
"Diantara Rahmat Allah ialah menjadikan dunia penuh "Ujian dan Kesusahan", agar mereka tidak condong kepada dunia dan juga tdk merasa tentram kepadanya, dan agar mereka mengharapkan Kenikmatan yang abadi di Negeri (SURGA) disisi-Nya.
Allah menggiring kepada nikmat Akhirat dengan cambuk ujian dan cobaan. Allah tidak memberi mereka Dunia karena Dia ingin memberi mereka yang "Lebih Baik" Daripada DUNIA. Allah memberi mereka 'Ujian' agar menyelamatkan mereka dari adzab-Nya" (Ighaatsatul Lahfan II/917)
"Andaikan tidak ada cobaan & musibah di Dunia ini, Niscaya Manusia Tertimpa Penyakit Sombong, bangga serta keras hati, semua itu akan membawa kepada Kebinasaan di dunia, dan akhirat. Maka dengan Rahmat-Nya Yang Agung, Allah pun memberikan 'Musibah' Pada Sekali waktu sebagai Penjagaan dari penyakit Berbahaya ini. Maha Suci Allah Dengan Segala rahmat-Nya atas Ujian, dan juga Cobaan ini" (Zaadul Ma'aad IV/179)
Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar