Persatuan Kaum Muslimin Adalah Rahmat, Berpecah Belah Adalah Azab

Sumber: Khutbah Idul Fitri 1444 H
Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono
Ditulis: Admin

📖 Baca Kumpulan Transkrip Khutbah Jumat & Id di sini.
Banner khutbah dengan tema persatuan umat Islam: "Al-Jamaah Rahmat Wal Firqah 'Adzab" ditampilkan di depan bangunan mushola

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ  

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا، أَمَّا بَعْدُ

فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah Azza wa Jalla

Senantiasa kita memanjatkan syukur kepada Allah Ta'ala. Yang mana sudah memberikan kepada kita nikmat yang luar biasa di hari yang sangat spesial bagi kita semuanya kaum Muslimin.

Di hari di mana Allah sudah memenangkan kita di dalam menjalani segala macam perintah-perintah Allah yang sudah digariskan oleh Allah di dalam bulan Ramadhan untuk kita lakukan dengan penuh kesabaran.

Jamaah rahimakumullah, ketika kita mendengarkan lantunan takbir, hati kita terasa terenyuh. Hati kita terasa menjadi sangat kecil di hadapan Allah Ta'ala. Allah yang Maha Besar di atas segalanya membuat kita merasa kerdil, ibarat kita tidak ada apa-apanya di dunia ini.

Muhasabah: Hadis Tentang Persatuan dan Perpecahan

Jamaah rahimakumullah, pada kesempatan yang berbahagia ini, sedikit kami akan menyampaikan sebuah muhasabah, sebuah renungan untuk kita semuanya dengan judul saya ambil dari sebuah sunnah Rasulullah, sebuah hadis yang mulia.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

الْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ

"Al-Jama'ah itu rahmat, dan perpecahan itu azab. (HR. Ahmad no. 18472, Ibnu Abi 'Ashim dalam As-Sunnah no. 93. Dihasankan oleh Al-Albani)

Saya buat judul untuk khutbah kali ini: Persatuan kaum Muslimin adalah rahmat, sedangkan bergolong-golongan adalah azab.

Jamaah rahimakumullah, kenapa kami sampaikan tema hadis yang mulia ini? Karena kita sangat menyadari sesuatu yang berlalu hampir setiap tahun di negeri kita yang tercinta. Perbedaan pendapat bahkan sampai menjadi perselisihan, bahkan sampai menjadi perpecahan di kalangan kaum Muslimin.

Dan ini harus menjadi pemikiran kita bersama. Apakah kita akan membiarkan hal ini berlangsung terus menerus? Apakah hal ini akan kita biarkan? Kadang kita dibuai oleh kata-kata orang yang kurang memahaminya. Mereka mengatakan bahwa perbedaan ini adalah indah, perbedaan ini adalah rahmat, perselisihan adalah rahmat.

Apakah perkataan seperti ini bisa dibenarkan? Kita kembalikan kepada hati nurani kita. Kita lihat kenyataan yang ada sekarang ini. Ada sebagian ikhwan kita merayakan Idul Fitri hari Kamis, ada sebagian ikhwan kita merayakan hari Jumat, dan kita merayakan hari Sabtu. Kita tanyakan kepada diri: indahnya di mana? Damainya di mana? Tidak ada keindahan, tidak ada kedamaian.

Berislam dengan satu ketentuan yang haq dari Allah dan Rasul-Nya ini menjadi pemikiran kita semuanya, terutama generasi-generasi muda. Jangan sampai di tahun-tahun yang akan datang kita menjadi berpecah belah, berfirqoh-firqoh, bergolongan-golongan. Yang masing-masing golongan bangga dengan golongannya sendiri, merasa paling benar.

Kita Akan Dimintai Pertanggungjawaban di Hari Kiamat

Yang dimuliakan Allah, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman. Kira-kira ketika nanti di akhirat kita akan melihat Allah akan memutuskan semuanya perkara di antara kita yang kita perselisihkan hari ini. Bagaimana kira-kira Allah akan mengadili kita besok di hari kiamat?

Sebagai seorang Muslim kita yakin bahwa kita akan bertemu Allah Ta'ala fardan sendiri-sendiri. Kita menghadap Allah Ta'ala untuk mempertanggungjawabkan apa yang kita laksanakan hari ini.

Allah sudah memberikan contoh, memberikan ibrah pelajaran kepada kita semuanya di dalam Al-Qur'an. Banyak sekali ayat-ayat yang melarang kita untuk bercerai berai. Allah menyuruh kita untuk bersatu padu.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

"Manusia itu umat yang satu. Allah mengutus kepada umat tersebut seorang rasul nabi yang sebagai pembawa kabar gembira dan membawa peringatan. Allah menurunkan Al-Kitab bersama para nabi tersebut dengan haq untuk menjadi hakim untuk menyelesaikan segala permasalahan perselisihan yang terjadi di antara manusia. Mereka tidaklah berselisih kecuali setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. Sebabnya apa? Karena kedengkian di antara mereka. Dan Allah memberikan petunjuk kepada kaum Muslimin terhadap apa yang mereka perselisihkan ini, agar supaya mereka dapat mengambil jalan yang benar. Allah akan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Baqarah: 213)

Jemaah sekalian rahimakumullah, ayat-ayat Allah ini memerintahkan kepada kita kaum Muslimin untuk bersatu padu. Tidaklah mungkin dua perkara yang berbeda semuanya benar. Kebenaran ini hanya satu. Kebenaran ini milik Allah.

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

"Barang siapa bersungguh-sungguh berada di jalan Kami, Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami. (QS. Al-'Ankabut: 69)

Kalau kita bersungguh-sungguh serius mengurusi permasalahan-permasalahan umat kaum Muslimin, insyaAllah Allah akan menunjuki kita kepada jalan persatuan.

Ini tugas kita, tugas kaum Muslimin, tugas semuanya terutama generasi-generasi muda sebagai penerus. Kita punya angan-angan agar supaya besok di kemudian hari kaum Muslimin bersatu padu, tidak berbeda seperti ini.

Jangan tertipu dengan jargon perbedaan adalah nikmat, perselisihan adalah rahmat. Dari mana? Tidak ada. Yang namanya perselisihan itu azab. Kata Allah perselisihan adalah musibah yang harus kita jauhi.

Agama Islam Adalah Satu

Sesungguhnya agama ini, agama tauhid ini, agama Islam ini adalah agama yang satu. Islam tidak ada embel-embelnya. Islam tidak berbaju. Islam itu harusnya satu. Allah sudah menegaskan ini agar supaya kita benar menyadari bahwa agama ini semestinya berada dalam satu kesatuan yang utuh.

Allahu Akbar Allahu Akbar Laa ilaaha illallah wallahu Akbar Allahu Akbar wa lillahilhamd

Ancaman Bagi yang Memecah Belah Agama

Sekarang kita perhatikan ancaman-ancaman Allah ketika kita tetap akan berselisih, akan berpecah belah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (QS. Al-An'am: 159)

Ini ancaman bagi kita semuanya. Barang siapa yang suka memecah belah agama ini menjadi bergolong-golongan, besok di yaumul kiamat akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat. (QS. Ali 'Imran: 105)

Allah juga menyamakan orang-orang yang seperti ini dengan orang-orang musyrik.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang musyrik, yaitu dari orang yang memecah belah agama mereka, mereka menjadi bergolong-golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan golongannya sendiri. (QS. Ar-Rum: 31-32)

Senantiasa harus kita tanamkan dalam diri kita bahwa kebenaran adalah milik Allah Tabaraka wa Ta'ala. Tidak boleh seorang itu mengklaim dirinya benar kecuali dia sudah mencocokkan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tidak akan mungkin bisa bersatu kalau tidak mau kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Lima Poin Agar Kita Bisa Bersatu Padu

Jamaah rahimakumullah, untuk itu sedikit kami sampaikan agar kita bisa mempersatukan umat ini. Ini memerlukan keseriusan, memerlukan bantuan semua orang dan generasi-generasi muda yang harus menjadi yang terdepan.

Ada beberapa poin yang harus kita cermati agar supaya kita bisa menjaga persatuan dan tidak senantiasa berselisih:

Poin Pertama: Mengembalikan Segala Perkara kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah

Putuskan segala perkara dengan Al-Qur'an dan sunnah-sunnah shahihah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ

"Hai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah, taat kepada Rasul dan kepada pemerintah. Ketika kalian berselisih maka kembalikan kepada Allah dan Rasul. (QS. An-Nisa: 59)

Sangat mudah sebenarnya solusi yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Akan tetapi kadang karena kesombongan kita, sehingga kita tidak mau kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Poin Kedua: Menjadikan Rasulullah Sebagai Satu-Satunya Teladan

Senantiasa menjadikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai satu-satunya contoh yang harus diikuti di dalam setiap segala macam amalan-amalan kita.

Kita juga harus senantiasa menjadikan murid-murid Rasulullah, para sahabat, sebagai contoh terbaik dari umat ini. Umat Islam ini tidak akan bisa baik kecuali kita meniru generasi terbaik, yaitu zaman sahabat Rasulullah dan orang-orang setelahnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Khairun naasi qarni, tsummalladzina yalunahum, tsummalladzina yalunahum. Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya. (HR. Bukhari no. 2652, Muslim no. 2533)

Poin Ketiga: Ikhlas di Dalam Beragama

Penting untuk kita senantiasa tanamkan dari dalam diri kita yaitu ikhlas di dalam beragama. Ketika kita beragama, ikhlaskan, murnikan tujuan daripada seluruh amal ibadah kita lillahi ta'ala.

Jangan sampai kita menyandingkan niat kita, mencampuradukkan niat kita dengan sesuatu yang bukan karena Allah. Karena Allah mengetahui apa yang ada dalam dada-dada kita.

Poin Keempat: Memurnikan Ketaatan kepada Rasulullah

Senantiasa menjadikan Rasulullah sebagai role model dalam setiap sendi kehidupan, baik dari segi akidah, segi ibadah, muamalah, akhlak, adab, dan sebagainya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

"Tidak patut bagi seorang mukmin dan mukminat, ketika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan suatu perkara, dia memilih keputusan yang lain. (QS. Al-Ahzab: 36)

Poin Kelima: Menuntut Ilmu Syar'i dengan Pemahaman yang Benar

Kaum Muslimin tidak bisa memahami Al-Qur'an karena kebanyakan kaum Muslimin jahil terhadap agamanya sendiri. Kebanyakan kaum Muslimin tidak mau menuntut ilmu syar'i, tidak mau berusaha memahami agamanya dengan cara-cara yang benar.

Maka bekali kita masing-masing dengan ilmu syar'i yang sahih, pemahaman yang benar dari para ulama, ulama salafus sholeh.

Pesan Rasulullah dan Doa

Jamaah rahimakumullah, terakhir saya akan bacakan pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadis.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

"Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. (HR. Tirmidzi no. 1987, hasan)

Dan dalam riwayat lain:

صَلُّوا خَمْسَكُمْ، وَصُومُوا شَهْرَكُمْ، وَأَدُّوا زَكَاةَ أَمْوَالِكُمْ، وَأَطِيعُوا أُمَرَاءَكُمْ تَدْخُلُوا جَنَّةَ رَبِّكُمْ

"Shalatlah kalian lima waktu, dan berpuasalah kalian di bulan Ramadhan, dan tunaikan zakat dari harta-harta kalian, dan taatilah pemerintah kalian. InsyaAllah kalian akan memasuki surga Rabb kalian. (HR. Ahmad no. 21657, Tirmidzi no. 616, shahih)

Agama Islam simpel. Tuntunannya jelas sejelas sinar matahari. Pagi ini kata Rasulullah, malamnya bagaikan siangnya. Agama Islam tuntunannya jelas, tidak ke kanan tidak ke kiri, lurus. Barang siapa mengikutinya insya Allah selamat di dunia dan akhirat.

Mudah-mudahan uraian singkat ini bisa menggugah kita, membuka hati kita untuk senantiasa berusaha menjadikan agama Islam ini benar-benar rahmatan lil 'alamin. Benar-benar agama yang satu, agama yang senantiasa bersatu padu tidak berselisih.

Ketika kita benar mencari hidayah dari Allah, kita akan ditunjuki oleh Allah untuk bisa berjalan di tengah, selamat dari segala macam perpecahan.

Jamaah kaum Muslimin, hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan agar supaya kita semuanya diberi kesempatan oleh Allah untuk senantiasa memperbaiki diri kita, memperbaiki amal kita, menjadikan dunia ini jalan untuk kita menuju kampung akhirat.

Jamaah rahimakumullah, marilah kita menundukkan kepala berdoa kepada Allah Ta'ala agar supaya Allah meridhoi kita semuanya.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا فَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

Jadikan kami umat yang satu, 
umat yang senantiasa bersatu dan tidak berselisih. 
Umat-umat yang senantiasa menjadikan
Allah dan Rasul-Nya sebagai patokan utama. 

Ya Allah jauhkanlah kami dari rasa dendam, 
rasa tidak suka kepada saudara-saudara kaum muslimin kami. 
Ya Allah rahmatilah kami, jadikanlah kami umat yang senantiasa bersatu
di bawah bimbingan-Mu, ya Allah ya Rabbal 'Alamiin.

اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Komentar