Istiqomah Setelah Ramadhan – Menjaga Keikhlasan dan Menghidupkan Al-Qur’an
Sumber: Khutbah Idul Fitri 1439 H
Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono
Ditulis: Admin
๐ Baca Kumpulan Transkrip Khutbah Jumat & Id di sini.
ุงูุณََّูุงู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงَِّููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
ุงْูุญَู
ْุฏُ َِِّููู َูุญْู
َุฏُُู ََููุณْุชَุนُُِููู ََููุณْุชَุบِْูุฑُُู، ََููุนُูุฐُ ุจِุงَِّููู ู
ِْู ุดُุฑُูุฑِ ุฃَُْููุณَِูุง َูู
ِْู ุณَِّูุฆَุงุชِ ุฃَุนْู
َุงَِููุง. ู
َْู َْููุฏِِู ุงَُّููู ََููุง ู
ُุถَِّู َُูู، َูู
َْู ُูุถُِْْููู ََููุง َูุงุฏَِู َُูู. ุฃَุดَْูุฏُ ุฃَْู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃََّู ู
ُุญَู
َّุฏًุง ุนَุจْุฏُُู َูุฑَุณُُُููู.
ุฃَู
َّุง ุจَุนْุฏُ: َูุณَّุฑَ ุงَُّููู َُููู
ْ ุฃَุนْู
َุงَُููู
ْ ََููุบِْูุฑْ َُููู
ْ ุฐُُููุจَُูู
ْ، َูู
َْู ُูุทِุนِ ุงََّููู َูุฑَุณَُُููู ََููุฏْ َูุงุฒَ َْููุฒًุง ุนَุธِูู
ًุง.
َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ๏ทบ:
َูุฅَِّู ุฎَْูุฑَ ุงْูุญَุฏِูุซِ ِูุชَุงุจُ ุงَِّููู، َูุฎَْูุฑَ ุงَْููุฏِْู َูุฏُْู ู
ُุญَู
َّุฏٍ ๏ทบ، َูุดَุฑَّ ุงْูุฃُู
ُูุฑِ ู
ُุญْุฏَุซَุงุชَُูุง، ََُّููู ู
ُุญْุฏَุซَุฉٍ ุจِุฏْุนَุฉٌ، ََُّููู ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถََูุงَูุฉٌ، ََُّููู ุถََูุงَูุฉٍ ِูู ุงَّููุงุฑِ.
Jamaah Idul Fitri yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Pertama-tama marilah kita senantiasa memanjatkan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga pada hari ini, hari raya yang besar ini, kita masih diberi kesempatan untuk berada dalam naungan ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kita masih diberi kesempatan untuk mempersiapkan bekal menghadapi hari kematian. Kita berkumpul di dunia hari ini, mudah-mudahan kita semua juga bisa berkumpul di akhirat nanti. Allahumma amin.
Kita berharap bisa bersaudara di dunia maupun di akhirat.
Kembali Kepada Fitrah Setelah Ramadan
Jamaah rahimakumullah, para ulama mengatakan bahwa pada hari ini ada satu kaum yang telah kembali kepada fitrahnya, sebagaimana saat ibunya melahirkan dirinya. Setelah berlelah-lelah menjalankan seluruh ibadah di bulan Ramadan, Allah mengampuni dosa-dosa mereka.
Kita semua tentu berharap menjadi bagian dari kaum tersebut. Namun, apakah kita termasuk orang-orang yang kembali seperti anak kecil yang tidak peduli? Mari kita berkaca pada diri sendiri.
Kita telah dibimbing Allah di bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah dan maghfirah, di mana Allah melapangkan rahmat dan ampunan-Nya sehingga sangat mudah bagi kita untuk memohon ampun.
Jika seseorang tidak diampuni dosanya di bulan Ramadan, maka di bulan lain akan lebih sulit lagi. Jika seseorang keluar dari Ramadan tanpa diampuni, maka di bulan lain akan lebih sulit lagi untuk memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Allah telah memudahkan kita untuk beribadah. Jika tidak kita manfaatkan, maka di bulan-bulan lain kita akan berhadapan dengan setan dari golongan jin dan manusia yang berkeliaran. Sungguh merugi orang-orang yang menjadikan Ramadan sama seperti bulan-bulan biasa. Banyak di antara kita yang mengaku beragama Islam namun tidak menganggap Ramadan sebagai bulan yang mulia.
Allahu Akbar walillahilhamd. Ingatlah, hidup kita bukan hanya di bulan Ramadan. Hidup kita adalah dua belas bulan dalam setahun. Kita tidak tahu kapan akan menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala. Belum tentu kita menghadap-Nya dalam keadaan sedang beribadah.
Ikrar Hijrah di Bulan Syawal
Kita yang hadir di sini menghadap Allah dalam keadaan sedang beribadah dan taat. Sudah semestinya mulai hari ini, di bulan Syawal ini, kita berikrar untuk berhijrah lillahi ta'ala, kembali kepada ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sungguh sudah lama Allah memberikan kita kehidupan di dunia ini.
Mau menunggu sampai kapan? Menunggu ketika nyawa sudah di kerongkongan? Saat itu sudah tidak berguna lagi. Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, mari kita mohon kepada Allah agar senantiasa diberi istiqomah dalam beragama.
Memang tidak mudah. Mari kita bersungguh-sungguh bermujahadah dalam menjaga istiqomah kita. Bagaimana caranya? Mari kita kaji bersama sebentar.
Istiqomah Adalah Taufik dari Allah
Ketahuilah, istiqomahnya hati kita adalah taufik dan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita tidak mungkin bisa istiqomah kecuali Allah menghendaki kita istiqomah di jalan ini.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa berdoa:
َูุง ู
َُِّููุจَ ุงُُْููููุจِ ุซَุจِّุชْ َْููุจِู ุนََูู ุฏَِِููู
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. (HR. Tirmidzi no. 3522, hasan shahih)
Kita ini siapa? Berapa derajat kita sehingga sombong dan tidak mau memohon kepada Allah agar diberi istiqomah dalam agama ini?
Doa yang diajarkan kepada kita:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ุฑَุจََّูุง َูุง ุชُุฒِุบْ ُُูููุจََูุง ุจَุนْุฏَ ุฅِุฐْ َูุฏَْูุชََูุง ََููุจْ ََููุง ู
ِْู َูุฏَُْูู ุฑَุญْู
َุฉً ุฅََِّูู ุฃَْูุชَ ุงََّْูููุงุจُ
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau. Karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi. (QS. Ali 'Imran: 8)
Mulai hari ini mari kita senantiasa berdoa kepada Allah agar Dia memberikan kita hati yang istiqomah dalam beribadah kepada-Nya. Sebagaimana Allah mengajarkan kita untuk memohon jalan yang lurus minimal tujuh belas kali sehari, agar kita selamat di dunia dan akhirat.
Yang harus kita lakukan setiap hari agar bisa istiqomah adalah berdoa, berdoa, dan berdoa. Mohon petunjuk kepada Allah, mohon kekuatan kepada Allah agar kita bisa istiqomah dalam menjalankan ibadah ini.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak doa ini hingga para sahabat bertanya, mengapa beliau memperbanyaknya. Jawaban beliau: Sesungguhnya hati manusia berada di antara dua jemari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Siapa yang dikehendaki-Nya akan disesatkan, dan siapa yang dikehendaki-Nya akan diberi petunjuk. Memberi petunjuk sangat mudah bagi Allah. (HR. Muslim no. 2654)
Hari ini kita merasa beriman, besok bisa menjadi kafir. Hari ini kafir, besok bisa menjadi beriman.
Maka mari kita merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar senantiasa diberi istiqomah dalam beribadah kepada-Nya.
Laa ilaaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, walillahilhamd
Menjaga Keikhlasan Dalam Beribadah
Yang kedua yang harus kita jalankan agar bisa istiqomah dalam agama ini adalah menjaga keikhlasan kita dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
َูู
َุง ุฃُู
ِุฑُูุง ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُูุง ุงََّููู ู
ُุฎِْูุตَِูู َُูู ุงูุฏَِّูู
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. (QS. Al-Bayyinah: 5)
Setiap amal yang kita jalankan harus dengan keikhlasan lillahi ta'ala. Kita hadir di sini karena ikhlas, bukan karena yang lain. Jika niat kita ikhlas, insyaallah sepulang dari sini kita akan menjalankan seluruh kewajiban dengan ikhlas dan rela menerima ketentuan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ketika kita ikhlas dalam beribadah, kita akan bisa senantiasa adil dalam beribadah. Jangan sampai kita beribadah karena alasan yang tidak ada harganya di sisi Allah. Ibadah tanpa keikhlasan tidak akan berharga. Kita hanya akan mendapatkan capek, lapar, dan haus jika tidak ikhlas.
Para ulama mengatakan bahwa segala sesuatu yang didasari keikhlasan pasti langgeng dan akan terus dijalankan. Namun jika amal kita tidak ikhlas, maka ibadah kita hanya sekilas, sebentar, kadang dikerjakan kadang ditinggalkan.
Karena itu mari kita pelajari dan murnikan kembali keikhlasan kita. Mari kita murnikan ibadah kita hanya untuk Allah, jangan karena alasan lain.
Rutin Beramal Walaupun Sedikit
Langkah berikutnya agar bisa istiqomah adalah rutin beramal walaupun sedikit.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ุฃَุญَุจُّ ุงْูุฃَุนْู
َุงِู ุฅَِูู ุงَِّููู ุฃَุฏَْูู
َُูุง َูุฅِْู ََّูู
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara terus-menerus meskipun sedikit. (HR. Bukhari no. 6464, HR. Muslim no. 783)
Amal wajib yang sedikit, ditambah amal sunnah yang dikerjakan istiqomah setiap hari, lebih dicintai Allah daripada amal yang banyak di bulan Ramadan tetapi tidak berlanjut di bulan Syawal. Sedikit tapi istiqomah itu lebih ajaib manfaatnya.
Minimal yang wajib adalah shalat lima waktu. Inilah batas antara seorang muslim dan kafir. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Al-'ahdu alladzi bainana wa bainahum as-shalah, faman tarakaha faqad kafar. Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barang siapa meninggalkannya maka ia telah kafir. (HR. Tirmidzi no. 2621, shahih). Setelah itu, baru kita tambah dengan amal-amal lainnya.
Muhasabah Diri Setiap Hari
Langkah selanjutnya adalah muhasabah, mengoreksi diri.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง ุงุชَُّููุง ุงََّููู َْููุชَْูุธُุฑْ َْููุณٌ ู
َุง َูุฏَّู
َุชْ ِูุบَุฏٍ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. (QS. Al-Hasyr: 18)
Rajinlah bermuhasabah. Jangan pernah merasa sudah terlalu banyak beramal. Para ulama salaf saja masih merasa kurang, apalagi kita jika dibandingkan dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sudah dijamin surga.
Hisablah diri kita sendiri sebelum kita dihisab. Kita akan dikubur sendirian. Di alam kubur tidak ada teman kecuali amal kita. Ya Allah, ampunilah kami. Sungguh kami berharap bisa berkumpul bersama di akhirat dengan hati yang tawadhu.
Mentadabburi Al-Qur'an
Agar kita bisa istiqomah, langkah terakhir adalah memahami dan mentadabburi Al-Qur'an.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ِูุชَุงุจٌ ุฃَْูุฒََْููุงُู ุฅََِْููู ู
ُุจَุงุฑٌَู َِููุฏَّุจَّุฑُูุง ุขَูุงุชِِู ََِูููุชَุฐََّูุฑَ ุฃُُููู ุงْูุฃَْูุจَุงุจِ
"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (QS. Shad: 29)
Kita tidak mungkin selamat dari neraka dan azab kubur jika Allah tidak menurunkan petunjuk berupa Al-Qur'an. Maka ketika Allah telah memberi kita petunjuk, tadabburi, pelajari, dan amalkan.
Jangan jadikan Al-Qur'an hanya sebagai perhiasan yang tidak pernah dibaca. Jangan sampai kita membaca namun tidak memahami isinya, sehingga tidak paham hukum syariat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ََููุงَู ุงูุฑَّุณُُูู َูุง ุฑَุจِّ ุฅَِّู َْููู
ِู ุงุชَّุฎَุฐُูุง َูุฐَุง ุงُْููุฑْุขَู ู
َْูุฌُูุฑًุง
"Berkatalah Rasul: Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan. (QS. Al-Furqan: 30)
Belumkah datang waktunya bagi orang yang mengaku beriman untuk menundukkan hatinya kepada Allah dan kepada kebenaran yang diturunkan berupa Al-Qur'an? (QS. Al-Hadid: 16) Sampai kapan kita akan menunda?
Mumpung Allah masih memberi kita kesempatan, kesehatan, dan akal yang sehat, mari belajar Al-Qur'an. Pahami maknanya, hayati isinya, dan amalkan insyaallah.
Jika kita bisa menjalankan semua ini, mudah-mudahan kita semua yang hadir di sini akan senantiasa istiqomah di jalan Allah. Senantiasa beramal dengan istiqomah, keikhlasan, dan ilmu, walaupun amal kita hanya sedikit.
Pada akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan untuk senantiasa istiqomah dalam agama ini:
ุงَُّูููู
َّ ุฃَِّْูู ุจََْูู ُُูููุจَِูุง َูุฃَุตِْูุญْ ุฐَุงุชَ ุจََِْูููุง َูุงْูุฏَِูุง ุณُุจَُู ุงูุณََّูุงู
ِ ََููุฌَِّูุง ู
َِู ุงูุธُُّูู
َุงุชِ ุฅَِูู ุงُّูููุฑِ َูุจَุงุฑِْู ََููุง ِูู ุฃَุณْู
َุงุนَِูุง َูุฃَุจْุตَุงุฑَِูุง َُُููููุจَِูุง َูุฃَุฒَْูุงุฌَِูุง َูุฐُุฑَِّّูุงุชَِูุง
Ya Allah, terimalah amal kami di bulan Ramadan ini.
ุชََูุจَّْู ุฃَุนْู
َุงََููุง ِูู ุฑَู
َุถَุงَู، ุงَُّูููู
َّ ุชََูุจَّْู ุฃَุนْู
َุงََููุง ِูู ุฑَู
َุถَุงَู
ุซَุจِّุชْ َْููุจِู ุนََูู ุฏَِِููู
ุฑَุจََّูุง ุขุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً َِููู ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ
ُُّูู ุนَุงู
ٍ َูุฃَْูุชُู
ْ ุจِุฎَْูุฑٍ
َูุขุฎِุฑُ ุฏَุนَْูุงَูุง ุฃَِู ุงْูุญَู
ْุฏُ َِِّููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงَูู
َِูู َูุงูุณََّูุงู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงَِّููู َูุจَุฑََูุงุชُُู

Komentar
Posting Komentar