Dari Jakarta Menuju Sumatra Menelusuri Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta'alla yang telah mempertemukan kembali tali silaturahmi yang sekian lama terpisah.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam, yang menganjurkan umatnya untuk menyambung rahim.
Silaturahmi adalah ibadah yang pahalanya besar: memanjangkan umur dan melapangkan rezeki. Bulan kemarin Allah beri kesempatan kepada kami untuk membuktikan sabda beliau itu secara langsung.
Bulan kemarin, tepatnya tanggal 22 September, kami menuju Sumatra dengan tujuan liburan sekaligus silaturahmi keluarga.
Sudah lebih dari 25 tahun lamanya, baru bulan kemarin kami bersama istri tercinta menyempatkan waktu berkunjung ke tempat saudara dari pihak Ibu yang ada di Sumatra. Beliau bernama Saonah yang tinggal di Rawa Lumbu, dan Patonah yang tinggal di Sri Pendowo.
Rute Perjalanan:
1. Dari Pondok Labu, Pangkalan Jati naik Grab Bike ke Terminal Kampung Rambutan: Rp70.000
2. Dari Terminal Kampung Rambutan naik Bus Prima Jasa jurusan Pelabuhan Merak: Rp26.000/orang
3. Dari Pelabuhan Merak naik kapal ke Pelabuhan Bakauheni: Rp13.000/orang. Kalau mau ruangan AC tambah Rp10.000/orang
4. Dari Pelabuhan Bakauheni naik travel ke perempatan Simpang Lima: Rp20.000/orang
5. Dari Simpang Lima dijemput pakai motor menuju Desa Sri Pendowo
Alhamdulillah, sampai di Desa Sri Pendowo kami disambut dengan hangat dan bisa bertemu empat keluarga dari keturunan Patonah. Keesokan harinya kami dijemput pakai motor menuju Rawa Lumbu dengan perjalanan sekitar 2 jam.
Kami sangat senang dengan sambutan keluarga di Rawa Lumbu dan bisa bertemu enam saudara dari keturunan Saonah. Kami bercerita banyak hal tentang kondisi masyarakat di sana, sampai-sampai kami begadang 2 malam sampai jam 1 pagi saking asyiknya ngobrol.
Kondisi masyarakat di Rawa Lumbu maupun di Sri Pendowo, hampir semua pekerjaannya menjadi petani. Hidup sederhana, tapi penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Demikian sedikit cerita perjalanan kami. InsyaAllah masih ada cerita selanjutnya tentang kesan dan pelajaran yang kami dapat di sana.
Setelah 25 tahun baru bertemu, rasanya seperti mengobati rindu yang lama tertahan. Benarlah kata Nabi Shalalahu'alaihi wasallam : “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahmi.”HR. Bukhari-Muslim
Semoga Allah menjaga silaturahmi ini tetap erat sampai anak cucu kelak. Dan semoga perjalanan ini menjadi amal yang diterima-Nya. Aamiin.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Jakarta, 20 Oktober 2016
Penulis : Suyitno
Komentar
Posting Komentar