Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Tangirah Cikadu Lumbir


Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang menanamkan rasa cinta dalam keluarga dan mengikat hati dengan nasab. 

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, suri teladan dalam menjaga kekerabatan dan memuliakan leluhur.

Catatan ini kami susun sebagai ikhtiar kecil untuk merawat sejarah keluarga Eyang Tangirah dari Cikadu, Lumbir.

Mengenal silsilah bukan sekadar tahu nama. Ia adalah cara kita menghormati yang terdahulu, menyambung doa untuk yang telah pergi, dan menjaga amanah untuk anak cucu yang akan datang. 

Dengan menuliskan jejak ini, semoga tali persaudaraan tidak lapuk oleh waktu dan jarak.
Dalam Masjid dengan hiasan lampu, Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Tangirah Cikadu Lumbir

Tautan Penting
→ Empat Jalur Penulis Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir: cek di sini. 
→ Kumpulan Tulisan Admin Lumbir Mengaji: buka di sini. 

Eyang Tangirah di takdirkan Allah Ta'alla menikah dua kali,Suami yang pertama namanya Eyang Sanmustar dan suami yang kedua namanya Eyang Umar.

Eyang sanmustar berasal dari kedung wuluh dan masih saudara sama Eyang Wikinah,Eyang Wikinah adalah mertua Eyang Sanmustar dan Eyang Umar

Eyang Tangirah + Suami Pertama Eyang Sanmustar  mempunyai  2 anak
Baca Silsilah di sini. 

Eyang Tangirah + Suami Kedua Eyang Umar
Baca Silsilah 

Demikian silsilah dari keturunan Eyang Tangirah yang bisa kami tulis.

Menulis silsilah ini mengingatkan kita bahwa hidup ini hanya sebentar. Yang akan tetap ada adalah nama baik, amal, dan hubungan baik dengan sesama saudara. 

Kami menyadari tulisan ini masih jauh dari sempurna. Jika ada data yang kurang tepat, nama yang salah tulis, atau ada keluarga yang belum tercantum, mohon dengan sangat untuk memberi kabar kepada kami. Agar silsilah keluarga besar kita ini bisa semakin lengkap dan bisa diwariskan kepada anak cucu kita nanti.

Referensi:
A. Bapak Mukhkam
B. Bapak Kariman
C. Bapak Abu Na’im
D. Bapak Ansori
E. Bapak Samsuri
F. Ibu Suwarni

Jakarta.19 Agustus 2016 
Penulis Suyitno