Tiga Resep Hidup Bahagia: Bersyukur, Bersabar, Dan Bertaubat
Transkrip kajian subuh bertema Tiga Resep Hidup Bahagia: Bersyukur, Bersabar, Dan Bertaubat. Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono, Masjid Jami Al Furqon, Lumbir, Banyumas. Gunakan daftar isi di bawah untuk melompat ke pembahasan.
Muqoddimah Kajian Tiga Resep Hidup Bahagia
Kajian Subuh tentang resep hidup bahagia menurut syariat, perbedaan bahagia menurut manusia dan menurut Islam, hingga tiga tanda orang berbahagia menurut Ibnul Qayyim: bersyukur ketika dapat nikmat, bersabar ketika dapat cobaan, dan bertaubat ketika berbuat salah.
DAFTAR ISI - Klik untuk buka
- Resep Hidup Bahagia
- Pengertian Bahagia Menurut Manusia
- Bahagia Menurut Syariat
- Takut Akan Kematian
- Kebahagiaan Kaum Muslimin Ada Di Hati
- Perbedaan Muslim Dengan Orang Yang Tidak Punya Keyakinan
- Menyiapkan Bekal Untuk Akhirat
- Kebahagiaan Seorang Muslim Adalah Menjalankan Agama Dengan Benar
- Kunci Bahagia Dengan Yakin Dan Menjalankan Syariat
- Hidup Yang Terarah Karena Al-Quran Dan Sunnah
- Gambaran Keadaan Penghuni Neraka
- Gambaran Keadaan Penghuni Surga
- Resep Hidup Bahagia Dari Allah
- Kebahagiaan Dunia Akan Segera Berakhir
- Mengikuti Petunjuk Allah Agar Tidak Sesat
- Orang Kaya Tapi Tidak Pernah Merasa Cukup
- Akibat Berpaling Dari Al-Quran
- Kunci Bahagia: Iman Dan Amal Sholeh
- Kembali Kepada Allah Dan Rasul Untuk Meraih Bahagia
- Tiga Tanda Orang Yang Berbahagia Menurut Ibnu Qayyim
- Hakikat Syukur Kepada Allah
- Tanda Orang Yang Bersyukur
- Tanda Ketiga: Bertaubat Ketika Melakukan Kesalahan
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Jamaah subuh rahimahkumullah.
Pada kesempatan yang mulia ini marilah kita sama-sama berwasiat kepada diri kita sendiri untuk senantiasa bisa melaksanakan seluruh amal-amal dalam kehidupan dunia ini untuk bisa menjadi orang-orang yang senantiasa taat kepada Allah. Istiqomah di dalam ketaatan kita kepada Allah ta'ala.
Resep Hidup Bahagia
Pada kajian subuh singkat kali ini saya sedikit akan membawakan sebuah judul materi yang singkat. Judulnya adalah Resep Hidup Bahagia.
Kalau kita membicarakan terkait dengan kebahagiaan, tentu setiap manusia setiap orang menginginkan kebahagiaan tersebut. Akan tetapi ketika ditanyakan kepada masing-masing kita, kebahagiaan itu seperti apa, sudah barang tentu jawabannya tidak mungkin sama antara satu orang dengan yang lainnya.
Pengertian Bahagia Menurut Manusia
Ada yang mengartikan orang yang bahagia itu adalah orang yang bisa jalan-jalan ke manapun dia mau, bisa membeli apapun yang dia mau. Ada juga yang mengartikan orang yang bahagia itu kalau pagi-pagi seperti ini bisa molor tidur di rumah.
Ya bahagia. Bahagia itu apa? Karena bahagia itu adanya di hati.
Bahagia Menurut Syariat
Akan tetapi apakah seperti itu yang dimaksud kebahagiaan yang ada di dalam pengertian syariat? Kita akan sedikit membahasnya. Terkadang orang itu berada di dunia merasa berbahagia. Akan tetapi ketika suatu saat dia sedang sakit atau sedang sendirian, dia pasti akan berpikir bahwasanya besok dia akan mati.
Iya kalau orang-orang beriman yakin bahwa ketika mati akan menghadap Allah ta'ala. Kira-kira orang kafir ini, orang yang tidak percaya dengan agama, dia berpikir kalau mati kira-kira mau seperti apa.
Takut Akan Kematian
Terkadang ya, kadang mereka berpikir. Makanya banyak orang merasa gelisah, merasa takut akan kematian. Padahal kematian itu sesuatu yang tidak perlu ditakuti. Makanya Allah berfirman dalam surat Al-Jumu'ah:
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ
"Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu takut daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu." [QS. Al-Jumu'ah: 8]
Setiap manusia berusaha untuk menghindari kematian. Ketika sudah sakit sangat takut. Akan tetapi kata Allah:
ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Kemudian kamu semua akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib maupun yang nyata. Lalu Dia akan mengabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan." [QS. Al-Jumu'ah: 8]
Kematian senantiasa akan mendatangi kita.
Kebahagiaan Kaum Muslimin Ada Di Hati
Dan kaum muslimin alhamdulillah mempunyai kebahagiaannya sendiri. Kebahagiaan itu letaknya ada di hati kita. Apapun yang dirasakan oleh kita sebagai kaum muslimin, kita merasa sangat bersyukur bahwasanya kita tidak diberi rasa ketakutan ketika kita menghadapi segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini.
Ketika mati pun kita sudah yakin bahwasanya kita akan menghadap Allah. Walaupun kita belum yakin amalan kita akan diterima, mungkin kekhawatirannya sedikit atau banyak seperti itu. Tapi setidaknya kalau muslimin itu sudah mengetahui, tempatnya adalah tergantung daripada usahanya ketika masih hidup di dunia.
Perbedaan Muslim Dengan Orang Yang Tidak Punya Keyakinan
Kalau orang-orang yang tidak punya keyakinan seperti itu, mereka masih bimbang sehingga mereka terkadang sangat ketakutan dengan kematian. Sehingga terkadang mereka mencari bagaimana caranya agar mereka bisa hidup seribu tahun. Tapi tidak bisa. Ya umur kita umur umat terakhir. Ya paling tujuh puluh tahun lebih kurang.
Menyiapkan Bekal Untuk Akhirat
Tapi hatinya seolah-olah sudah tertata. Kalau kaum muslimin sudah menata kehidupannya, takut dan kekhawatiran tetap ada. Akan tetapi setidaknya sedikit atau banyak sudah mengumpulkan modal untuk menuju kampung yang sesungguhnya. Untuk menuju rumah yang sesungguhnya di akhirat kelak.
Kebahagiaan Seorang Muslim Adalah Menjalankan Agama Dengan Benar
Dan kaum muslimin, di antara kebahagiaan seorang muslim di dalam hidupnya adalah ketika dia bisa menjalankan agamanya dengan benar sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya. Ketika seorang itu sudah menjalankan dirinya dengan petunjuk yang benar dari Allah ta'ala, maka dia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia apapun keadaannya.
Allah ta'ala berfirman dalam surat Al-An'am ayat 153, menggambarkan seorang yang sudah mendapatkan hidayah untuk menempuh jalan yang benar. Kata Allah tabarakuwataala:
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ
"Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah jalan tersebut. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan selain jalan yang lurus tersebut. Karena kalau kita mengikuti jalan yang selain jalannya Allah dan rasul-Nya maka kamu akan bercerai berai dari jalannya." [QS. Al-An'am: 153]
Kunci Bahagia Dengan Yakin Dan Menjalankan Syariat
Jamaah rahimakumullah. Kebahagiaan seorang muslim, kebahagiaan kita semuanya adalah ketika kita di sisa hidup kita bisa menjalankan syariat agama ini dengan benar. Tanpa ada keraguan, tanpa ada sesuatu yang mengganjal. Kita yakin dengan agama kita.
Sehingga apapun yang terjadi di kelak kemudian hari kita yakin kita sudah mempunyai dasar-dasarnya. Hanya tinggal kita berusaha untuk mempersiapkannya sebaik-baiknya.
Hidup Yang Terarah Karena Al-Quran Dan Sunnah
Senantiasa hidupnya terarah. Hidupnya dia gunakan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena memang Allah sudah menggambarkannya sangat jelas dalam Al-Quran. Contoh. Di dalam Al-Quran Allah menggambarkan dalam surat Hud.
Gambaran Keadaan Penghuni Neraka
Mereka menahan nafas, menghirup nafas dengan merintih. Ya penghuni neraka, mereka menahan nafas sambil merintih karena merasakan siksa yang luar biasa pedih. Mereka merasakan siksa yang tidak akan pernah berakhir. Kata Allah:
خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ
"Mereka akan kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain."
Gambaran Keadaan Penghuni Surga
Allah menggambarkan, ketika kita bisa merasakan kebahagiaan di dunia ini. Artinya merasakan manisnya kita beriman kepada Allah. Merasakan lezatnya kita beragama dengan agama yang benar. Kita juga nanti akan bisa merasakan lezatnya, kenikmatannya berada di surga.
Akan tetapi ketika kita tidak bisa merasakan kebahagiaan dengan beragama. Tidak bisa merasakan kesenangan ketika beribadah kepada Allah ta'ala. Mereka akan digambarkan oleh Allah, mereka akan berada di neraka.
Dalam lanjutannya Allah berfirman:
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
"Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain, sebagai karunia yang tiada putus-putusnya."
Resep Hidup Bahagia Dari Allah
Jemaah rahimakumullah. Ketika kebahagiaan itu adalah sesuatu yang abstrak. Sesuatu yang hanya bisa digambarkan oleh diri kita sendiri. Kita sekarang mungkin bertanya bagaimana caranya agar bisa bahagia itu tadi. Apakah dengan berusaha mencari harta yang banyak? Ternyata tidak.
Allah sudah memberikan gambaran bagi kita, bagi manusia yang ingin cari kebahagiaan di dalam hatinya. Maka Allah memberikan petunjuknya dengan firman-Nya: Maka ketika datang kepada kalian dariku kata Allah hudan, petunjuk yaitu Al-Quran maupun As-Sunnah, hidayah. Maka barang siapa mereka mengikuti petunjukku, maka dia akan sekali-kali tidak akan pernah tersesat dan tidak akan pernah celaka.
Barang siapa yang berpaling dari mengingat Aku, maka baginya kehidupan yang sempit. Dan akan Kami kumpulkan besok di hari kiamat dalam keadaan buta.
Kebahagiaan Dunia Akan Segera Berakhir
Kalau kita hanya mencari kebahagiaan dunia itu segera akan berakhir. Seberapa pun panjenengan kaya punya uang, ya pasti akan ditinggalkan. Akan tetapi yang kita cari adalah kebahagiaan di dunia wal akhirat. Maka ketika kita mengikuti apa yang diwahyukan oleh Allah dalam Al-Quran, maka orang yang bisa mencapai kebahagiaan dunia insyaAllah, di akhirat juga akan bahagia.
Mengikuti Petunjuk Allah Agar Tidak Sesat
Kata Allah ta'ala kalau kita mengikuti petunjuk-Nya, maka kita tidak akan tersesat selama-lamanya dan tidak akan pernah celaka. Apapun keadaan kita, baik dalam keadaan gembira maupun dalam keadaan susah, kita akan mendapatkan yang namanya bahagia di dalam hati kita.
Akan tetapi kebalikannya. Barang siapa yang berpaling dari mengingat-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit. Walaupun duitnya banyak. Tapi tetap saja sempit.
Orang Kaya Tapi Tidak Pernah Merasa Cukup
Orang yang kaya dalam hal syariat adalah orang yang merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah ta'ala. Berbeda dengan orang kafir. Atau orang yang tidak mensyukuri nikmat. Dalam istilah agama dinamakan orang fakir. Orang fakir itu seperti apa? Orang yang tidak pernah merasa cukup. Duitnya miliaran tapi tidak pernah merasa cukup. Sehingga bekerja siang malam dengan meninggalkan ibadah.
Akibat Berpaling Dari Al-Quran
Makanya Allah memberikan gambaran:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit."
Hartanya tidak akan membawa dia kepada keberkahan. Dan yang lebih parah lagi, Allah juga berfirman:
وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
"Dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." [QS. Thaha: 124]
Kunci Bahagia: Iman Dan Amal Sholeh
Lalu Allah juga menggambarkan:
وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ
"Barang siapa yang beramal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman kepada Allah." [QS. An-Nahl: 97]
Barang siapa yang beriman dan beramal sholeh. Dasarnya iman lalu beramal sholeh. Sehingga setiap amalan bisa dinamakan amalan itu adalah sholeh kalau didasari dengan keimanan. Tetapi kalau amalan tersebut tidak didasari dengan keimanan, dia tidak akan bernama amal sholeh.
Maka akan dihidupkan di dalam kehidupan yang thayyibah. Kehidupan yang thayyibah itu seperti apa? Yaitu senantiasa beribadah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah. Menghadapi segala sesuatu yang terjadi di dunia ini dalam kehidupannya dengan menerima. Dengan berbaik sangka kepada Allah tabarakuwataala.
Kembali Kepada Allah Dan Rasul Untuk Meraih Bahagia
Ketika kita mencari kebahagiaan, maka tidak bisa tidak kecuali kita harus kembali kepada Allah dan rasul-Nya. Kembali kepada agama yang hak, agama yang benar. Sehingga kita merasa tentram. Tentram hati kita dengan menjalankan syariat ini. Kebahagiaan hakiki adalah ketika kita bisa menjalankan agama ini dengan baik.
Dalam ayat yang lain Allah berfirman:
فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
"Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati."
Tiga Tanda Orang Yang Berbahagia Menurut Ibnu Qayyim
Jamaah rahimakumullah. Di antara tanda-tanda kebahagiaan sebagaimana disimpulkan oleh Imam Ibnu Qayyim ada tiga hal kata beliau. Tiga hal tersebut adalah: Pertama: Bersyukur ketika mendapatkan nikmat Kedua: Bersabar ketika mendapatkan cobaan Ketiga: Bertaubat ketika melakukan kesalahan
Orang yang berbahagia itu ketika mendapatkan nikmat dia bersyukur. Dia tunduk dan bersyukur kepada yang memberi nikmat. Ketika dia diberi kesehatan, diberi harta, diberi anak-anak yang sholeh, diberi istri-istri yang sholehah, dia tunduk terhadap yang memberikannya.
Hakikat Syukur Kepada Allah
Kenikmatan tersebut itu semuanya adalah pemberian Allah. Bersyukur kepada yang memberikan kenikmatan dengan meningkatkan ketaatan kepadanya. Sehingga semestinya akan menimbulkan, menumbuhkan rasa cinta kepada pemberi nikmat. Dalam hal ini adalah Allah ta'ala.
Tanda Orang Yang Bersyukur
Orang yang bersyukur itu mengakui bahwa nikmat yang diberikan itu adalah pemberian dari Allah. Makanya bersyukur ini harus diterjemahkan dalam tindakan. Kita bersyukur diberi kesehatan, tindakannya apa? Kita rajin beribadah kepada Allah. Kita bersyukur diberi harta oleh Allah, tindakannya apa? Kita keluarkan zakat dan sedekah ketika sudah mampu.
Lalu juga kita memuji kepada pemberi nikmat tersebut. Dan juga kita tidak menggunakan nikmat yang kita miliki di dalam hal-hal yang dilarang oleh Allah ta'ala. Yang kedua adalah sabar ketika menghadapi cobaan.
Yang pertama adalah menahan hati untuk tidak merasa marah dengan ketentuan Allah ta'ala. Yang kedua menahan lisan untuk tidak mengadu kepada makhluk. Menahan lisannya untuk tidak mengadu kepada makhluk. Kalau kita diberi ujian, diberi musibah, usahakan yang pertama kita adukan musibah kita kepada Allah ta'ala. Yang ketiga adalah menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan apa yang tidak dibolehkan.
Tanda Ketiga Orang Yang Berbahagia: Bertobat Ketika Melakukan Kesalahan
Yang terakhir yaitu bertobat ketika melakukan kesalahan. Orang yang berbahagia itu senantiasa sadar ketika salah. Maka dia senantiasa bersegera bertaubat. Taubatnya banyak caranya. Di antaranya cara yang mudah: iringi kesalahan dengan perbuatan baik.
Itu ketika panjenengan sudah merasa baru saja melakukan dosa, cepat diganti dengan perbuatan baik. Dengan sedekah, dengan sholat, dengan membaca Al-Quran, atau dengan cara membantu orang, memberi makan kepada orang. Bersegera agar supaya dosa tersebut segera dihapus.
Ini resep-resep agar kita mendapatkan kebahagiaan di dunia. Nah orang yang mendapatkan kebahagiaan di dunia, insyaAllah akan berbahagia di akhirat. Akan tetapi ketika seseorang tidak bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia, di akhirat lebih celaka lagi.
Kita akhiri dengan kafaratul majelis:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
"Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Rujukan Utama
- Al-Qur'an, Surah Al-Jumu'ah ayat 8.
- Al-Qur'an, Surah Al-An'am ayat 153.
- Al-Qur'an, Surah Hud.
- Al-Qur'an, Surah Thaha ayat 124.
- Al-Qur'an, Surah An-Nahl ayat 97.

Komentar
Posting Komentar