Tiga Macam Kesabaran: Dalam Ketaatan, Menjauhi Maksiat, dan Menghadapi Musibah
Transkrip kajian subuh bertema Tiga Macam Kesabaran: Dalam Ketaatan, Menjauhi Maksiat, dan Menghadapi Musibah. Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono, Masjid Jami Cikadu, Lumbir, Banyumas. Gunakan daftar isi di bawah untuk melompat ke pembahasan.
Muqoddimah Kajian Tiga Macam Kesabaran
Kajian Subuh tentang tiga macam kesabaran menurut ulama berdasarkan QS. Ali Imran 200: sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi maksiat, dan sabar menghadapi musibah, beserta cara melatih diri agar istiqomah.
DAFTAR ISI - Klik untuk buka
- Tiga Macam Kesabaran
- Beratnya Sabar Dalam Ketaatan
- Manfaatkan Masa Muda Untuk Menghafal Al-quran
- Beratnya Ketaatan Dan Keutamaan Kaum Muda
- Melawan Nafsu Dalam Ketaatan Dan Harta
- Melatih Diri Untuk Taat Kepada Allah
- Membiasakan Diri Dalam Ibadah
- Bandingkan Dengan Ibadahnya Nabi Dan Para Sahabat
- Ujian Sabar Saat Shalat Malam
- Terus Menerus Dalam Ketaatan Dan Melawan Hawa Nafsu
- Tiga Jenis Sabar Yang Disebutkan Dalam Al-quran
- Sabar Dalam Menjauhi Kemaksiatan
- Sabar Dalam Menghadapi Ketentuan Allah
- Keutamaan Orang Yang Sabar Menghadapi Musibah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah
Kita senantiasa berwasiat kepada diri kita sendiri dan juga saling berwasiat satu sama lain untuk senantiasa saling mengingatkan dalam kebenaran dan dalam kesabaran. Karena memang hal ini menjadi salah satu ciri daripada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir.
Tiga Macam Kesabaran
Pada kesempatan yang mulia ini sedikit kami akan menyampaikan terkait dengan sabar. Jamaah rahimakumullah, dalam Al-Quran Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan bersiap siagalah kalian dan juga bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." [QS. Ali Imran: 200]
Makna sabar secara bahasa adalah menahan diri. Jadi orang yang sabar adalah orang yang mampu untuk menahan dirinya. Dan para ulama biasanya membahas terkait sabar ini menjadi tiga permasalahan:
Yang pertama adalah menahan diri untuk istiqomah di dalam ketaatan kepada Allah tabarak wata'ala. Yang kedua adalah bersabar di dalam menjauhi larangan-larangan Allah. Sedangkan sabar yang ketiga adalah sabar dikala menghadapi ketentuan Allah atau musibah yang kadang terasa pahit.
Beratnya Sabar Dalam Ketaatan
Yaitu kesabaran dalam ketaatan kepada Allah. Kita tidak pernah membayangkan bahwasanya kalau kita tidak diberi kesabaran oleh Allah kita masih akan istiqomah. Bagaimana kita bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah ini memang sangat berat. Sangat berat baik bagi fisik maupun bagi hati.
Bagaimana tidak berat, panjenengan setiap hari harus pagi-pagi harus bangun untuk menjalankan shalat subuh sedangkan fisik kita merapat, panjenengan kepenginnya merem. Ini ujian dari Allah ta'ala. Butuh kesabaran secara fisik memang berat.
Misalnya lagi dalam hal yang lain, kita diperintah untuk mempelajari Al-Quran. Untuk bisa menghafal Al-Quran. Kata para ulama untuk menghafal satu surat itu minimal dua puluh kali sehari membacanya, murojaahnya.
Manfaatkan Masa Muda Untuk Menghafal Al-quran
Situasi kita kalau sudah tua, segala macam kemampuannya sudah sangat berkurang. Itu nih yang muda terutama monggo. Kedudukan kita nanti di yaumul kiamat tergantung seberapa kita menghafal Al-Quran. Rasulullah dalam sebuah haditsnya mengisyaratkan begitu. Semakin banyak kita hafal berarti kedudukan kita nanti di mata Allah ta'ala akan semakin tinggi.
Beratnya Ketaatan Dan Keutamaan Kaum Muda
Ketaatan kepada Allah memang sesuatu yang sangat berat. Sangat sangat berat bagi fisik, bagi otak, bagi hati. Fisiknya sudah apalagi kalau sudah berumur. Berbeda dengan kaum muda. Kaum muda masih sangat fit. Masih sangat prima untuk menjalankan ibadah.
Para ulama rahimahullah ketika bulan Ramadhan, banyak di antara mereka yang menghatamkan Al-Quran berkali kali dalam bulan Ramadhan ini. Ada yang tiga hari sekali khatam, ada yang tujuh hari sekali khatam. Saya sering sampaikan alangkah lebih baik kalau sekiranya panjenengan membaca Al-Quran beserta terjemahannya. Karena ini lebih berfaedah bagi kita.
Melawan Nafsu Dalam Ketaatan Dan Harta
Belum lagi terkait dengan hati kita. Ketika kita menjalankan ketaatan kepada Allah, hati kita kadang menolak. Sesungguhnya nafsu ini senantiasa menyuruh kepada keburukan kecuali nafsu yang dirahmati oleh Allah 'azza wa jalla. Ketika kita mau berbuat taat, pasti hati kita kadang mengajak rebahan.
Apalagi terkait dengan harta. Ketika kita mendapatkan harta dari Allah subhanahu wa ta'ala, hati kita kadang menghalang halangi kita untuk berbuat kebaikan. Kita merasa bahwa harta kita adalah milik kita, sehingga tidak perlu kita untuk berzakat, berinfak, bersedekah.
Melatih Diri Untuk Taat Kepada Allah
Sekali lagi, ketika kita menjalankan syariat-syariat Allah ta'ala kita harus berusaha untuk memaksa diri kita untuk taat kepada Allah ta'ala. Karena kalau tidak dipaksa tidak mungkin bisa taat kepada Allah. Kalau tidak dipaksa fisik perlu dilatih. Jiwa juga perlu dilatih untuk bisa ikhlas dalam beribadah.
Membiasakan Diri Dalam Ibadah
Kita harus melatih. Kalau sudah terbiasa alhamdulillah kita terbiasa. Ini makna bahwa kita harus melatih diri kita baik secara fisik maupun secara psikis, secara mental. Agar supaya kita terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah. Ketika sudah terbiasa baru kita menata hati kita agar tetap khusyuk.
Bandingkan Dengan Ibadahnya Nabi Dan Para Sahabat
Kalau kita bandingkan dengan ulama, apalagi dengan Rasulullah, ini sungguh ibaratnya satu banding seratus. Padahal Nabi orang yang sudah dijamin surga, sudah diampuni dosanya. Itu shalatnya masih digambarkan sampai kakinya bengkak. Para sahabat kadang mereka berdiri saking lamanya shalat itu sampai pegangan tongkat.
Ujian Sabar Saat Shalat Malam
Apalagi ketika kita dalam keadaan malam hari. Kita sudah banyak melakukan aktivitas siang hari, malamnya harus shalat tarawih misalnya. Kalau kita tidak sabar, sebentar saja hati akan menolak.
Terus Menerus Dalam Ketaatan Dan Melawan Hawa Nafsu
Ini adalah untuk senantiasa terus menerus di dalam ketaatan kita kepada Allah ta'ala. Jangan sampai kendor. Jangan biarkan hati kita terlalai dari dzikrullah. Jangan sampai kita biasa mengalah dengan hawa nafsu kita. Kita setiap hari seperti itu dan setiap saat. Bahkan sehari sampai lima kali kita diuji.
Tiga Jenis Sabar Yang Disebutkan Dalam Al-quran
Sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Sabar dalam menghindari hal yang diharamkan oleh Allah ta'ala. Bahasa Arab subhanallah sangat tinggi kandungan maknanya.
Sabar Dalam Menjauhi Kemaksiatan
Yang kedua yaitu sabar di dalam hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Kita juga harus melatih fisik dan mental. Karena hal-hal yang diharamkan oleh Allah semuanya sangat lezat bagi diri kita. Sangat enak untuk dinikmati secara tubuh kita. Bagaimana tidak menarik? Misalnya ada harta yang banyak menumpuk di depan mata walaupun itu harta hasil korupsi. Itu kan sangat menggoda sekali.
Sabar Dalam Menghadapi Ketentuan Allah
Lanjutnya Allah berfirman:
وَرَابِطُوا
Artinya: dan bersiap siagalah kalian. [QS. Ali Imran: 200]
Warobitu artinya banyak melakukan kebaikan secara berkesinambungan. Dalam surat Al-Ma'arij Allah berfirman:
الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ
"Orang-orang yang dalam shalat mereka daimun." [QS. Al-Ma'arij: 23]
Daimun artinya terus menerus melakukan shalatnya sampai mati. Karena memang kita diperintah oleh Allah:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
"Sembahlah Allah sampai datang sesuatu yang diyakini yaitu kematian." [QS. Al-Hijr: 99]
Keutamaan Orang Yang Sabar Menghadapi Musibah
Sedangkan taat yang ketiga kata para ulama adalah sabar ketika kita mengalami takdir yang buruk atau musibah yang buruk. Karena ini pasti akan terjadi. Semua orang mengalami. Ketika kita mendapati sesuatu yang buruk kepada diri kita, yakin saja, barang siapa beriman kepada Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.
Tidaklah Allah memberikan ujian kepada kita, musibah menimpa diri kita kecuali Allah akan mengangkat derajat kita. Asal kita mau bersabar. Maka orang-orang yang bisa bersabar ketika menghadapi musibah buruk yang menimpa dirinya akan mendapatkan sholawat dari Allah tabarakuwataala. Dan diberi titel sebagai orang-orang yang mendapatkan hidayah.
Jamaah subuh rahimakumullah. Itulah pilihan daripada tiga klasifikasi kesabaran. Mudah-mudahan bisa menambah pemahaman kita sehingga kita bisa termotivasi untuk senantiasa sabar dalam ketakwaan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, dan sabar ketika ditimpa musibah.
Kita akhiri dengan kafaratul majelis:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
"Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Rujukan Utama
- Al-Qur'an, Surah Ali Imran ayat 200.
- Al-Qur'an, Surah Al-Ma'arij ayat 23.
- Al-Qur'an, Surah Al-Hijr ayat 99.

Komentar
Posting Komentar