Adab Rumah Tangga, Mempermudah Urusan, Dan Landasan Al-Quran Sunnah

Sumber: Kajian 
Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono
Ditulis: Admin

📖 Baca Kumpulan Transkrip Kajian Lumbir Mengaji di sini
Foto samping Masjid Jami Cikadu, Adab Rumah Tangga, Mempermudah Urusan, Dan Landasan Al-Quran Sunnah
Transkrip Kajian Lumbir Mengaji

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


Jamaah Subuh Rahimahkumullah.  
Sebagai seorang Muslim kita semestinya senantiasa berusaha untuk mengisi hari-hari kita dengan ketaatan kepada Allah.  
Jangan sampai kita biarkan hari-hari kita berlalu tanpa melakukan kebaikan-kebaikan.

Seorang yang beriman kepada Allah sadar bahwa kehidupannya di dunia hanyalah sementara.  
Kehidupannya di dunia sudah tergadai.  
Bagian yang terlalu banyak di dunia ini untuk kita semuanya.  
Setiap hari kita menjual diri kita dengan surganya Allah Ta'ala.

Seorang Muslim senantiasa berusaha untuk menghitung amal-amalnya. Apakah sekiranya sudah mencukupi ataukah belum untuk bekal di Yaumil Kiamat kelak.  
Maka sudah semestinya kita di dalam hidup ini haruslah mempunyai target.  
Mempunyai sesuatu yang harus kita jadikan impian atau jadikan sebuah rutinitas.

Agar supaya kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan.  
Ketika muda barangkali kita bercita-cita untuk menghafal sesuatu.  
Ketika sudah dewasa mungkin kita memiliki target-target tertentu dalam kehidupan dunia ini.  
Kita berusaha untuk mencari rezeki dari Allah di dalam rangka minimal targetnya bisa memberikan penghidupan yang standar bagi keluarganya.

Begitu juga dalam kehidupan akhirat semestinya kita juga mempunyai target.  
Memiliki sebuah amalan-amalan yang rutin kita kerjakan.  
Atau mungkin mempunyai target-target tertentu di dalam kehidupan kita.  

Karena memang kalau kita hidup tanpa target nanti akan menjadi tidak punya motivasi.  
Kalau hidup tanpa memiliki keinginan sesuatu yang ingin diwujudkan, itu kita menjadi tidak termotivasi untuk melakukan kebaikan-kebaikan.


Jadikan Akhirat Sebagai Tujuan
Makanya penting untuk kita berusaha untuk menjadikan akhirat ini sebuah tujuan.  
Ketika kita memulai kehidupan di dunia ini, menjalankan segala macam aktivitas yang ada, kita bertekad mempunyai iktikad atau menyimpulkan apa yang ingin kita capai dalam kehidupan akhirat kita.  
Sehingga mungkin dengan begitu kita semuanya bisa memasang target-targetnya tidak usah muluk-muluk.

Ya target itu bukan sesuatu yang harus. Artinya ketika kita sudah melakukan kewajiban-kewajiban yang diwajibkan oleh Allah, kita pasang dalam diri kita target-target amalan-amalan harian.  
Yang tidak boleh kita tinggalkan setiap hari misalnya.  

Misalnya punya target setiap hari yang minimal bisa membaca satu ayat Al-Quran. Misalnya seperti itu.  
Itu harus punya, harus dimiliki oleh seorang Muslim.  
Agar apa? Agar punya semangat, punya motivasi di dalam beribadah.


Motivasi Dalam Bekerja Dan Beribadah
Misalnya punya target yang lebih tinggi lagi. Ya dalam kehidupan ini minimal Juz Amma hafal misalnya seperti itu.  
Itu target dipasang target agar supaya kita semuanya punya motivasi sekali lagi.  

Karena hidup ini butuh motivasi.  
Ya ketika kita punya motivasi hidup kita menjadi semangat.  
Rajin bekerja karena punya motivasi.  
Begitu juga dalam kehidupan akhirat harus kita harus mencanangkan motivasi kita.  
Agar supaya kita tetap bersemangat tidak kendor dalam beribadah kepada Allah Ta'ala.

Jamaah Rahimahkumullah.  
Itu sebagai mukadimah.  
Kita akan lanjutkan kajian tentang ayat-ayat berkaitan dengan kehidupan kita di dalam membina rumah tangga.  
Pada kajian kemarin pagi sudah kami sampaikan Surat Al-Baqarah ayat 187.


Agama Islam Adalah Agama Yang Sempurna
Allah Ta'ala menurunkan agama Islam ini sebagai agama yang sangat sempurna.  
Dan kita kaum muslimin, orang-orang yang beriman diperintahkan oleh Allah untuk memasuki agama ini secara sempurna secara keseluruhan.  
Di dalam seluruh aspek kehidupan kita.  
Kita semestinya mendasari kehidupan ini dengan agama kita.  

Allah berfirman.
"Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian dalam agama Allah secara keseluruhan secara sempurna.  
Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan.  
Karena setan itu musuh yang nyata bagi kamu.  
[QS.Albaqarah 208]
Allah memerintahkan kita untuk menjadikan ini sendi kehidupan kita di dalam setiap aspek.  
Ketika kita terbersit dalam hati kita untuk meninggalkan ajaran agama Islam dalam aspek kehidupan kita ingat itu adalah langkah-langkah syaitan.


Bahaya Mengikuti Langkah Syaitan
Langkah-langkah syaitan senantiasa berusaha untuk menjauhkan manusia dari hidayah.  
Dari petunjuk Allah Tabarakawataala.  
Makanya sebagai seorang Muslim hendaknya setiap mau melangkahkan kakinya, mau menjalani apapun dalam kehidupan ini haruslah ditanyakan.  
Haruslah dirujuk kepada kitab induknya apakah yang akan saya lakukan bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah atau tidak. Itu penting.  
Agar supaya kita tidak berdosa bermaksiat kepada Allah Ta'ala baik karena ketidaktahuan.

Atau karena sudah tahu tapi tetap dilanggar. Ini penting untuk kita semuanya.  
Pasti akan dikenai dosa baik yang tidak sengaja karena ketidaktahuan ataupun yang sengaja.  

Karena untuk zaman sekarang sebenarnya Allah Ta'ala sudah sangat membuat mudah urusan-urusan agama.  
Ketika ada orang yang melanggar ketentuan-ketentuan agama dengan alasan tidak tahu, itu berarti karena dia memang malas untuk mencari tahu.  
Pada hari ini karena sangat banyak sangat mudah untuk permasalahan-permasalahan agama diakses oleh kita semuanya.


Pentingnya Membekali Diri Dengan Al-Quran Dan Sunnah
Untuk itu penting untuk kita semuanya untuk senantiasa membekali diri kita dengan Al-Quran dan sunnah shahihah.  
Agar supaya kita bisa masuk ke dalam agama Allah secara keseluruhan.  

Jamaah Rahimakumullah.  
Pada kajian kemarin Allah sudah memberikan sebuah pedoman bagi kehidupan berkeluarga antara suami dan istri.  
Allah menggambarkannya sebagai pakaian satu sama lain.  
Istri adalah pakaian suami dan suami adalah pakaian daripada istri.


Fungsi Suami Istri Sebagai Pakaian: Menutup Aurat
Pada kemarin sudah kita bahas sama-sama di antara dua manfaat pakaian yang sudah kita bahas.  
Yang pertama adalah untuk menutup aurat.  
Seorang suami penutup aurat istri. Seorang istri adalah penutup aurat daripada suami.  

Seorang istri berusaha untuk menutupi seluruh kekurangan-kekurangan, kelemahan-kelemahan yang ada pada suaminya.  
Begitu juga seorang suami semestinya berusaha untuk menutupi seluruh kekurangan-kekurangan ataupun aib-aib yang ada pada istrinya.

Ini penting untuk kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Ingat bahwa setiap apapun yang kita lakukan, kita misalnya diperintah untuk berbuat baik kepada orang lain.  
Untuk berlaku ramah kepada orang lain.  
Dan yang paling berhak untuk kita perlakukan dengan paling baik dan paling ramah adalah istri atau suami kita.  

Jangan sampai kita dengan orang lain ramah baik, dengan suami sendiri atau dengan istri sendiri tidak baik.  
Ini sesuatu yang salah kaprah.  
Kita berbuat baik kepada orang lain, kepada orang lain yang jauh-jauh kita.

Rajin memberi misalnya dengan orang lain.  
Mau memberi tapi dengan istri sendiri pelit misalnya, itu sesuatu yang salah.  

Tidak boleh seorang muslimin berbuat seperti itu.  
Karena yang paling berhak untuk kita perlakukan dengan baik adalah istri dan keluarga kita.  
Yang paling berhak.  
Apapun yang kita miliki yang paling berhak untuk mendapatkannya adalah keluarga kita.  
Sedangkan orang lain anggaran lebih peribahasanya itu seperti itu.

Ini penting untuk kita pahami karena kadang-kadang kita mungkin karena gengsi dengan orang-orang.  
Suka memberi atau dengan orang-orang berbuat baik, akan tetapi dengan istri dan anak sendiri tidak demikian.  
Ini sesuatu yang tidak boleh terjadi.


Fungsi Kedua Pakaian: Melindungi
Lalu yang kedua di antara fungsi pakaian adalah untuk melindungi si pemakai dari berbagai macam penyakit-penyakit.  
Atau gangguan-gangguan yang bisa menyakiti badan.  

Maknanya, Jamaah Rahimakumullah, ketika membaca Al-Quran Allah membuat sebuah perumusan. Kalau dibahas ternyata maknanya luar biasa dalam.  
Allah hanya mengatakan:  

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ  

"Mereka adalah pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakaian bagi mereka" [QS. Al-Baqarah: 187]  

Ternyata ini kalau kita bahas meliputi keseluruhan aspek kehidupan berumah tangga kita.  
Bagaimana kita semestinya memperlakukan istri atau istri berkelakuan kepada suaminya.  
Ini sehingga ketika seorang Muslim memahami ini, InsyaAllah keluarganya akan tetap tenang.  
Jauh daripada goncangan-goncangan. Walaupun mungkin kita tidak bisa mengelak bahwasanya dalam kehidupan keluarga kita masih punya percik-percik, akan tetapi itu semuanya bisa kita kondisikan.

Ya kalau kita mempunyai ilmu tentang itu dari Al-Quran maupun As-Sunnah.  
Di antara fungsinya yaitu pakaian melindungi yang memakainya dari segala macam gangguan dan penyakit.  
Begitu juga kita dalam kehidupan berkeluarga.  
Tidaklah pantas, bukanlah seorang mukmin yang sejati ketika dia menyakiti istrinya misalnya, baik dengan perkataan maupun perbuatan.  
Ataupun dengan cara-cara yang lain.  
Begitu juga dengan para istri, tidaklah semestinya mereka menyakiti hati suaminya.  
Mengeluarkan kata-kata kasar kepada suaminya misalnya.

Rasul sebagai pemberi contoh yang paling baik.  
Kita lihat bagaimana Rasulullah berakhlak kepada para istrinya.  
Rasulullah tidak pernah protes akan segala sesuatu yang diberikan oleh istri-istrinya.  

Kita mungkin tidak bisa seperti itu seratus persen, akan tetapi minimal kita bisa sedikit mencontohnya.  
Mendekatkan diri kepada apa-apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.


Fungsi Ketiga Pakaian: Perhiasan
Lalu kita masuk yang ketiga di antara fungsi pakaian adalah sebagai perhiasan.  

Dalam banyak ayat Al-Quran Allah menjadikan pakaian ini sebagai sebuah perhiasan bagi kita semuanya, bagi pemakainya.  
Bahkan Allah Ta'ala menyatakan kepada kita semuanya, memerintahkan kepada kaum muslimin untuk senantiasa memakai pakaian yang terindah ketika memasuki masjid-masjid Allah.  
Ketika beribadah kepada Allah Ta'ala usahakan kita semuanya memakai pakaian yang terindah.

Itu contohnya. Maknanya bahwasanya istri kita akan menjadikan kita lebih lengkap.  
Begitu juga dengan suami akan menjadikan istri ini semakin lengkap secara individu, semakin indah.  
Karena ketika pakaian itu berfungsi sebagai perhiasan.
 
Otomatis akan membuat seseorang yang memakai menjadi lebih gagah ataupun lebih cantik.  
Ya itu seperti itu.  
Ya pakaian itu memang fungsinya diantaranya salah satunya adalah membuat keindahan.

Orang segagah apapun ketika tidak berpakaian akan terlihat aneh.  
Iya gagah ayu nanang gara gara orang tidak berpakaian ya kayak orang stres.

Makanya di antara fungsi pakaian adalah membuat keindahan.  
Keindahan orang yang memakainya.  
Dan kita sebagai suami istri sudah diberikan banyak sekali contoh.  
Ya di antara fungsi ini berapa banyak kaum laki yang bisa sukses dengan dukungan seorang istri itu diantara fungsinya.


Contoh Wanita Hebat Dalam Sejarah
Kita lihat sejarah umat manusia saja.  
Allah menggambarkan bagaimana Nabi Musa Alaihissalam beliau diasuh atau bagaimana perjuangan ibu beliau di dalam memperjuangkan Nabi Musa dari mulai bayi sampai menjadi rasul.  
Bagaimana peran ibunda Nabi Isa Maryam dalam proses Nabi Isa menuju kedewasaan.  
Lalu bagaimana Allah juga memberikan contoh istrinya Raja Firaun siapa namanya, Asiyah.  
Bagaimana istrinya Raja Firaun mereka bergelut ya seorang wanita yang berjuang di tengah tengah orang orang yang zalim suaminya yang kafir.

Itu lalu ada lagi contoh yang lain dari istri istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.  
Khadijah Radhiyallahu Anha bagaimana beliau mendukung dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.  
Beliau sebagai seorang yang dikaruniai kekayaan ya harta yang banyak oleh Allah beliau dukung ya dukung dakwah Rasulullah dengan luar biasa.


Istri Bisa Menjadi Pendukung Kebaikan Atau Keburukan
Itu diantara banyak sekali contoh bahwasanya seorang istri ini menjadi pendukung suaminya di dalam hal hal yang makruf yang baik itu semestinya seperti itu.  
Akan tetapi juga di dalam kehidupan sehari hari tidak tertutup kemungkinan istri itu menjadi penyokong suaminya untuk hal hal yang buruk.  
Itu ya ini tergantung daripada masing masing suami dan istri.  
Berapa banyak istri istri yang menjerumuskan suami ya contoh yang paling hot kemarin siapa ya seperti itu.  
Ya contoh interaksi perpakayan yang salah ya dalam kehidupan sehari hari.

Ini semuanya dijadikan ibroh dijadikan pelajaran bagi kita semuanya.  
Senantiasa ketika membina rumah tangga sebagai seorang suami istri ketika semuanya berusaha untuk melandaskan kehidupannya dengan Al-Quran dan As-Sunnah InsyaAllah semuanya akan menjadi lebih baik.  
Ya menjadi lebih indah dalam kita menjalani kehidupan.

Itu di antara makna daripada "Hunna Libasulakum Wa Antum Libasulahunna".  
"Kamu sebagai pakaian dari istri istri kalian dan istri istri kalian sebagai pakaian daripada kalian itu".

Terus ayat cinta yang berikutnya kita akan sedikit mempelajari dari masih dari Surat Al-Baqarah.  
Kenapa Surat Al-Baqarah ditempatkan di depan ini juga sebuah hikmah.  
Ya dalam Surat Al-Baqarah itu sangat lengkap mengenai tata cara berkehidupan di dalam Islam secara global.  

Itu sangat lengkap tidak seperti surat yang lain.  
Surat yang lain misalkan Surat At-Taubah banyak menceritakan tentang jihad fi sabilillah.  
Ya surat surat yang lain mungkin tidak selengkap dengan Suratul Baqarah.  

Akan tetapi Surat Al-Baqarah dan Surat Ali Imron itu semuanya mengandung hukum yang sangat lengkap itu di antara hikmahnya.


Ayat Tentang Talak Sebelum Bercampur: QS. Al-Baqarah 237
Allah Tabarakawa Ta'ala Berfirman:  

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ  
وَإِن طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِن قَبْلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ إِلَّا أَن يَعْفُونَ أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ ۚ وَأَن تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۚ وَلَا تَنسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ  

"Dan jika kamu menceraikan istri-istri kalian sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika istri-istri kalian memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. Dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" [QS. Al-Baqarah: 237]

Jika kamu menceraikan istri-istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka.  
Padahal sesungguhnya kalian sudah menentukan maharnya.  
Kalimat ini mungkin terasa asing bagi kita.  
Ada orang menalak sebelum bercampur.  
Ya zaman sekarang mungkin kasusnya hampir tidak ada di Indonesia khususnya.  
Tapi kalau di daerah Arab mungkin masih ada.

Ya zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau menikah dengan Aisyah itu ketika berumur Aisyah berumur enam tahun.  
Masih bocah.  
Dan beliau baru bercampur dengan Aisyah ketika berumur sembilan atau sepuluh tahun.  
Artinya selama ini selama sepuluh tahun itu adalah belum bercampur.  
Dan ini kasus yang dimaksud.

Ya jika kamu menceraikan istri-istri kalian sebelum kalian bercampur.  
Dan ini bisa saja terjadi di kita.  
Ketika menikah terus ada suatu kendala sehingga belum bercampur lalu memutuskan untuk berpisah atau bercerai atau talak.  

Padahal sebenarnya kalian sudah menentukan maharnya.  
Maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu.

Kewajiban Membayar Setengah Mahar
Ketika mendapati perkara seperti ini.  
Kita sudah menentukan mahar akan tetapi pada akhirnya memutuskan untuk talak bercerai.  
Maka Allah memberikan kewajiban kepada kita untuk membayar setengah dari mahar yang sudah ditentukan.  
Itu seperti itu ketentuan dari agama kita.

Kecuali kata Allah, kecuali jika istri-istri kalian memaafkan.  
Atau kalian dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah.  
Kecuali memang para istri atau orang yang walinya.  
Ya ketika kita sudah menentukan maharnya kita diwajibkan untuk membayar setengah kecuali dimaafkan.  
Artinya sang istri atau dari pihak keluarga istri mengatakan sudah tidak usah dibayar itu tidak apa-apa.  

Ini kelihatannya masih asing bagi kita.


Hikmah Ayat: Menjaga Akhlak Dalam Keluarga
Kita hanya akan mengambil pelajaran daripada ayat-ayat ini bahwasanya di dalam agama Islam kesemuanya dibikin sedemikian rupa agar akhlakul karimah itu tumbuh di antara suami istri beserta keluarganya.  

Di dalam agama kita ketika kita sudah berkeluarga berarti ya kita sudah menjalin silaturahmi antar keluarga.


Mencari Jalan Terbaik Sesuai Al-Quran Dan Sunnah
Ini penting untuk kita jadikan pelajaran bahwasanya.  
Agar supaya saling mengerti.  
Ya ketika terjadi permasalahan-permasalahan dalam keluarga itu baik pihak suami, keluarga suami maupun keluarga istri semuanya itu adalah berusaha untuk mencari jalan terbaik.  
Ya jalan terbaik yang otomatis sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Ini penting.

Allah melanjutkan: "Dan pemaafan kalian itu lebih dekat kepada takwa".  
Artinya Allah menghubungkan ketakwaan seseorang dengan bagaimana dia berinteraksi, bertindak dalam kehidupannya dalam permasalahan keluarga.  

Mengedepankan ketakwaan kepada Allah Tabarakawata'ala sekali lagi.  
Sekali lagi bahwasanya agama ini bukan hanya dilihat dari ibadah-ibadah mahdhah.  
Ibadah-ibadah wajib yang kita lakukan.  
Akan tetapi agama ini juga melihat bagaimana kita berinteraksi untuk mewujudkan nilai ketakwaan kita di dalam kehidupan sehari-hari.


Islam Mempermudah Urusan Mahar
Termasuk dalam urusan keluarga ini ya urusan mahar dan sebagainya.  
Itu dalam agama Islam dipermudah agar supaya para kaum wanita.  
Meringankan urusan mahar.  
Agar kaum laki-laki tidak merasa keberatan dengan hal-hal tersebut kata Allah.

Dan pemaafan tersebut lebih dekat kepada ketakwaan.  
Dan Allah melanjutkan: "Dan janganlah kalian melupakan".  
Janganlah kalian melupakan bahwasanya kalian ini adalah kaum muslimin yang berakhlak mulia.  
Segala macam urusan adalah dibuat mudah.  

Allah berfirman: "Dan janganlah kalian melupakan keutamaan di antara kalian".  
Artinya bahwasanya kita di dalam kehidupan di dunia berusaha.  
Berusaha untuk mempermudah segala urusan di dalam urusan-urusan dunia.  
Dalam segala macam urusan.  
Jangan malah dipersulit. Urusan yang mudah menjadi dipersulit.


Hadis Tentang Mempermudah Dalam Muamalah
Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:  

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى  

"Allah merahmati seseorang yang mudah ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih hutang" [HR. Tirmidzi]  

Mudahkan ketika menjual.  
Ketika berbisnis, ketika bertransaksi ekonomi dipermudah.  
Dipermudah artinya transaksinya mudah.  
Ukurannya jelas.  
Kalau bisa ya ditambahi dan sebagainya.  
Aturan yang makruf seperti apa artinya semuanya dijadikan tidak terlalu jelimet.

Karena kadang di dalam kehidupan ini ada saja orang yang ketika kita bertransaksi harap transaksi bulat.  
Nah ini Islam mengajarkan agar supaya kita tidak melupakan keutamaan di antara kita.  
Kalau masih bisa dipermudah misalnya yang sering terjadi biasanya sengketa.  
Sengketa kapatok ngomong.  
Ya itu sering.  
Sekali terjadi perselisihan, perselisihan ini untuk dipermudah.  
Dipermudah.


Contoh Mempermudah Dalam Menagih Hutang
Dan Rasulullah mengajari kepada kita.  
Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual, mudah ketika membeli.  
Dan juga mudah menagih haknya.  
Mudah dalam menagih hutang.  
Ya artinya baik yang hutang maupun yang terhutang itu ketika sudah sesuai dengan perjanjiannya, untuk disegerakan.  
Jangan dipersulit.  
Ini semuanya.


Mempermudah Dalam Kehidupan Berumah Tangga
Dalam kehidupan berumah tangga juga seperti itu semuanya.  
Ya apalagi dengan pihak antara suami dan istri semuanya.  
Bermuamalahnya semuanya agar dipermudah.  
Misalnya ya seorang suami dan istri itu saling.  
Karena memang aturan rumah tangga kita mungkin berbeda-beda.  
Antara satu rumah dengan rumah yang lain.  

Bagaimana mengaturnya silakan.  
Pada intinya agar dipermudah, agar tidak mempersulit.  
Agar tidak dipersulit oleh kita semuanya.  
Karena kalau dipersulit nanti akan menjadi timbul bibit-bibit persengketaan.  
Sehingga membuat keluarganya tidak lagi sakinah mawadah warahmah.


Contoh Perselisihan Suami Istri
Itu kadang ada seorang suami yang ketika memberi jatah nafkah kepada istrinya tidak memandang.  
Atau tidak melihat kebutuhan aslinya.  
Atau kadang istri membelanjakan harta suami dengan semena-mena tanpa sepengetahuan.  
Ini semuanya.  

Ya tidak akan terjadi kalau dia beriman kepada Allah dan rasul-Nya.  
Masing-masing keluarga adalah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang makruf di antara kita.

Agar supaya semuanya bisa berjalan sesuai dengan kondisi yang ada.  
Jamaah Rahimakumullah waktunya habis.  
Tambahan satu ayat Al-Baqarah ayat 237.  
Mudah-mudahan bisa menambah bekal.  
InsyaAllah kita lanjutkan.  

Besok pagi insyaAllah masih ada beberapa ayat yang harus kita pelajari.  
Ilmu agar supaya kita bisa senantiasa menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai landasan dalam kita berumah tangga.

Kita akhiri dengan Kafaratul Majelis:  

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ 

 "Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ  


Komentar