Pentingnya Menjaga Shalat Sebagai Tiang Agama
Sumber: Kajian
Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono
Ditulis: Admin
📖 Baca Kumpulan Transkrip Kajian Lumbir Mengaji di sini
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Jamaah rahimakumullah. Pada sore hari ini kita akan sebenarnya ini pengulangan yang sudah sangat sering kami sampaikan. Akan tetapi memang tidak bosan-bosannya untuk senantiasa berusaha mengingatkan kita semuanya kembali untuk senantiasa menjaga shalat kita.
Karena pada secara umum alhamdulillah mungkin di sini tidak akan. Tetapi ini sebagai penggugah agar supaya kita tidak seperti itu.
Fenomena umat islam yang tidak menjaga shalat
Banyak orang yang rajin berpuasa. Banyak dari kaum muslimin yang suka berpuasa, akan tetapi tidak menjaga shalatnya. Alias shalatnya bolong-bolong.
Mudah-mudahan di sini sudah tidak ada di lingkungan kita. Ya kalaupun masih ada monggo untuk memperbaiki diri.
Secara umum ya kita melihat di mana-mana. Banyak orang yang berpuasa akan tetapi dia tidak shalat. Atau bahkan sama sekali hanya senang puasa saja. Atau shalatnya masih suka bolong-bolong.
Yang kedua, ketika Idul Adha misalnya. Mereka ikut berkorban akan tetapi mereka tidak shalat.
Ini kadang-kadang fenomena yang aneh pada terjadi pada kita kaum muslimin.
Ya ikut zakat fitrah di bulan puasa akan tetapi tidak shalat.
Ikut membangun masjid akan tetapi tidak shalat.
Ini yang harus kita luruskan.
Pentingnya memberi nasehat dan meluruskan
Kita luruskan agar supaya ketika kita mendapati orang yang seperti itu, kalau mungkin bisa kita beri nasehat.
Agar supaya apa? Agar supaya mengerjakan shalat.
Amalan tanpa shalat tidak akan bermanfaat
Ya ini juga yang ketiga. Banyak rezeki. Mereka rajin bersedekah, rajin memberi makan orang yang berbuka puasa. Misalnya rajin apa saja sedekah. Banyak.
Akan tetapi shalatnya tidak dijaga. Ini hal sesuatu yang tidak boleh terjadi bagi kaum muslimin.
Semua amalan-amalan ini. Semua amalan ini: berpuasa, berkorban, bangun masjid, bersedekah, itu tidak akan bermanfaat ketika kita tidak rajin shalat.
Ketika kita tidak menjaga shalat.
Kita ini harus dimasukkan dalam hati kita, dalam akidah kita. Bahwasanya semua ibadah ini harus berdasarkan keikhlasan kepada Allah.
Berdasarkan keimanan kepada Allah Tabarakawata'ala. Segala amal sholeh kita haruslah berlandaskan kepada Allah Ta'ala, bukan yang lain.
Sehingga sangat disayangkan kalau ada orang yang berpuasa tetapi tidak shalat. Atau shalatnya masih bolong-bolong. Atau suka melalaikan shalatnya. Sangat disayangkan.
Ya enggak puasanya enggak apa. Begitu juga dengan ibadah-ibadah yang lain.
Shalat adalah tiang agama
Untuk itu jamaah rahimakumullah, pada saat pada hari ini kita akan membahas pentingnya shalat dari sisi syariat.
Seperti sudah sering kita sampaikan bahwasanya As-Shalatu. Shalat itu tiangnya agama.
Dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ
"Pokok perkara." HR. Tirmidzi no. 2616
Pokok perkara dalam kehidupan dunia adalah Al-Islam. Pokoknya.
Ya pokoknya Islam.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ
"Janganlah kalian berani mati kecuali kalian beragama Islam. Janganlah sampai mati kecuali dalam keadaan beragama Islam."
Jadi pokok perkara dalam kehidupan ini adalah Islam sebagai manusia.
Kita harus punya keyakinan, kebanggaan bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam.
Perumpamaan islam seperti sebuah bangunan
Agama hanyalah Islam.
Ya tidak ada agama yang lain.
Makanya Rasulullah menyampaikan:
رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ
"Pokok segala macam perkara adalah Islam." HR. Tirmidzi no. 2616
Tanpa Islam semuanya tidak dianggap.
Itu kata Rasulullah. Dan tiangnya adalah shalat.
Dan puncaknya adalah jihad fi sabilillah.
Atau para ulama sering menggambarkan ilmu syariat dengan perumpamaan.
Ibarat sebuah bangunan, as-shalat itu adalah tiangnya.
Dan rukun yang lain sebagai yang melengkapi satu dengan yang lain.
Semuanya penting untuk dimiliki oleh setiap kaum muslimin.
Karena Rasulullah bersabda:
Diibaratkan sebuah bangunan, shalat itu adalah tiangnya.
Shalat sebagai tiang dan syahadat sebagai pondasi
Kalau bangunan tanpa tiang ya pasti bangunan tersebut akan roboh.
Tapi juga bangunan tanpa pondasi juga akan roboh gitu.
Ya pondasinya para ulama mengatakan adalah syahadat.
Sedangkan shalat ini sebagai penyangga daripada bangunan tersebut.
Makanya ketika orang melalaikan shalat, meninggalkan shalat.
Rumahnya adalah Islamnya itu.
Ketika dia meninggalkan shalatnya, makanya bangunannya Islamnya runtuh.
Hukum meninggalkan shalat
Islamnya runtuh. Bisa jadi dia sudah tidak termasuk lagi sebagai seorang Muslim.
Ini penting untuk kita pahami, untuk kita sadari bagi diri kita, bagi keluarga kita, bagi lingkungan kita.
Kita semuanya jangan pernah menjadikan sepele urusan-urusan seperti ini.
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ
"Batas antara seorang laki-laki dengan kesyirikan dan kekafiran adalah ketika dia meninggalkan shalat." HR. Muslim no. 82
Ya perbedaan antara seorang manusia dengan kesyirikan dan kekufuran adalah dengan meninggalkan shalat.
Untuk bisa membedakan seorang Muslim dengan Muslim yang lain atau dengan orang yang musyrik dan kafir itu dari shalatnya.
Makanya para ulama, para ulama itu tidaklah menganggap meninggalkan shalat itu sebagai sebuah perkara yang remeh.
Ancaman bagi yang sengaja meninggalkan shalat
Kalau orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, dia tidak punya sama sekali bagian dari Islam.
Tidak pantas dikatakan sebagai orang Islam.
Dan tidak boleh, ketika meninggal dunia disalati oleh kaum muslimin. Tidak boleh. Haram hukumnya.
Ini penting ya untuk kita jadikan akidah kita.
Karena memang seperti sabda Rasulullah:
Perbedaan antara seorang yang musyrik dengan orang yang kafir adalah ketika dia meninggalkan shalat.
Makanya penting untuk senantiasa kita jadikan peringatan bagi diri kita.
Para sahabat dahulu zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwasanya kalau meninggalkan shalat.
Kalau sahabat jelas itu halal darahnya. Artinya boleh diperangi.
Perbedaan meninggalkan shalat dengan rukun lain
Berbeda dengan rukun yang lain.
Kalau misalnya orang yang punya harta akan tetapi tidak mau berzakat, dia berdosa besar. Akan tetapi tidak boleh diperangi.
Begitu juga orang yang meninggalkan ibadah haji padahal dia mampu.
Itu adalah dia berdosa besar. Akan tetapi belum boleh diperangi.
Akan tetapi ketika seorang itu meninggalkan shalat, atau meninggalkan puasa secara terang-terangan.
Orang tersebut sudah keluar dari Islam dan boleh diperangi.
Walaupun mengakunya atau KTP nya Islam, akan tetapi bukan berarti secara semena-mena ya.
Memerangi tersebut ini tugas daripada yang utamanya adalah ulil amri.
Ya tidak sembarang orang bisa untuk memerangi.
Tidak seperti kita manusia, apa orang-orang biasa. Bukan, bukan tugas kita. Itu tugas ulil amri.
Ini untuk bisa kita pahami.
Shalat amalan pertama yang akan dihisab
Yang kedua.
Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ
"Sesungguhnya yang awal daripada yang dihisab, yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat dari amal-amalnya adalah shalatnya." HR. Abu Dawud no. 864, At-Tirmidzi no. 413
Jadi shalat ini nanti akan menjadi amalan pertama.
Menjadi tolak ukur bagi amalan-amalan yang lain.
Semua amalan kita tolak ukurnya adalah dari shalat kita.
Makanya Rasulullah mengatakan begini:
"Sesungguhnya amal yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya."
Ya bagaimana dia menjaga shalatnya, bagaimana kekhusuannya, bagaimana kelengkapannya.
Yang wajib seperti apa, sempurna atau tidak. Ketika tidak sempurna, apakah ada ibadah-ibadah nafilahnya.
Itu semuanya dulu, terlebih dahulu.
Itu semua yang akan dihisab pertama kali. Ini penting untuk kita.
Shalat modal utama menghadap allah
Jadi menjadikan shalat ini modal utama daripada kita nanti untuk menghadap Allah Ta'ala di yaumul kiamat.
Rasulullah bersabda:
"Ketika shalatnya baik, ketika hisab shalatnya baik, maka dia beruntung dan dia akan selamat."
Ketika shalatnya baik insyaAllah.
Karena memang di dalam shalat kita diajari dengan segala macam. Dari mulai akidah, ibadah, muamalah sampai akhlak.
Sempurna agama Islam ini kepada seorang.
Hikmah shalat lima waktu
Ketika seorang itu menjaga shalatnya, menjaga dengan benar.
Benar menjaga semuanya. Memang Allah mengajarkan kita untuk shalat sehari lima kali.
Dalam sehari itu bukan perintah yang main-main.
Bukan perintah yang main-main. Kita memang dididik oleh Allah.
Dipersiapkan oleh Allah menjadi generasi yang sempurna.
Kalau kita mau membicarakan hikmah kenapa Allah mewajibkan kita shalat lima waktu, sangat panjang diantaranya:
Mendidik orang-orang menjadi orang yang disiplin dalam hal waktu.
Punya aturan jadwal kehidupan yang tetap.
Sabar dalam menjalankan segala macam perintah-perintah Allah maupun larangan.
Larangan Allah dan sebagainya sangat banyak.
Kita sami'na wa atho'na kita jalankan. Kita jalankan sesuai dengan kesanggupan kemampuan kita.
Kita jalankan dan tidak banyak mempertanyakannya nanti.
Kita akan merasakan sendiri manfaat daripada shalat.
Fungsi shalat mencegah kemungkaran
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
"Sesungguhnya shalat itu mencegah seseorang dari perbuatan keji dan kemungkaran." QS. Al-Ankabut ayat 45
Itu kalau shalatnya benar.
Allah akan membuat kita benar. Allah akan membuat benteng hati kita, diri kita.
Untuk tidak melakukan perbuatan fahsyah dan maksiat itu.
Tapi kalau kita tidak menjaga shalat, kita sehabis shalat keluar dari masjid tetap saja melakukan kemaksiatan.
Ini penting untuk kita senantiasa pahami.
Bahaya jika shalat rusak
Ketika rusak shalatnya, sungguh dia sudah rugi dan menderita nantinya yaumul kiamat.
Kata Rasulullah:
"Shalat wajibnya, yang wajibnya sedikit ada kekurangan."
Allah Tabarak Wa Ta'ala berkata:
"Perhatikan di hari hamba-hambaku, apakah ada ibadah nafilah, ibadah sunnah."
Menyempurnakan shalat wajib dengan shalat sunnah
Makanya nunggu untuk bisa.
Mipil mulai dilatih. Mulai dilatih.
Yang utama, yang wajib terlebih dahulu dilatih agar sempurna.
Agar sempurna. Ketika sudah sempurna ya.
Sudah sempurna sebagai manusia biasa.
Tidaklah bisa kita mencapai kesempurnaan yang seratus persen.
Kadang kita shalat mungkin mendapatkan lima puluh atau enam puluh.
Dalam nilai rentang satu sampai sepuluh sampai seratus.
Kadang mungkin di bawah itu.
Makanya ini masih ada kesempatan kita untuk memperbaikinya. Yaitu apa? Yang akan dilihat.
Ketika ada kekurangan shalat wajib, kita yaitu kepada shalat-shalat sunnah.
Allah akan melihat amalan-amalan hamba yang sunnah.
Itu untuk apa? Untuk menyempurnakan amalan-amalan yang wajib.
Sebagaimana dalam hadits:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ
"Maka akan disempurnakan dengannya kekurangan dari shalat wajib. Kemudian seluruh amalnya akan diperlakukan seperti itu." HR. Abu Dawud no. 864
Akan membuat menyempurnakan ibadah-ibadah wajib dari seorang hamba. Dan itu akan berlaku.
Amalan-amalan ini semuanya ketika shalatnya sudah dihisab.
Utamakan yang wajib sebelum yang sunnah
Yang wajib-wajib terlebih dahulu.
Akan dilihat ketika yang wajib-wajib kok masih ada ketidaksempurnaan.
Ini sering ya. Harus pakai prioritas dalam beribadah.
Panjenengan jangan semangat shalat tarawih tapi shalat wajibnya orang semangat salah kaprah namanya ya. Salah kaprah.
Fenomena salah prioritas dalam ibadah
Shalat tarawih adalah shalat sunnah.
Sedangkan shalat wajib otomatis pahalanya lebih besar. Shalat Idul Fitri, sunnah apa wajib? Sunnah.
Tapi kenapa banyak orang yang semangat shalat Idul Fitri tapi shalat lima waktu tidak?
Kenapa ya? Kenapa seperti itu?
Shalat Idul Fitri semuanya berusaha. Akan tetapi shalat lima waktu malah boten purun.
Merubah pola pikir dan buka hati
Ini penting untuk kita. Rubah pola pikir kita.
Dan buka hati. Hati kita dibuka untuk menerima kebenaran.
Untuk menerima kebenaran. Kalau tidak kita buka hati kita, ya kita selamanya akan tidak akan mendapatkan hidayah dari Allah Ta'ala.
Shalat bagian dari rukun islam
Yang ketiga adalah, kita tahu shalat adalah bagian dari rukun Islam.
Rasulullah bersabda:
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
"Islam dibangun di atas lima perkara." HR. Bukhari no. 8, Muslim no. 16
Islam dibangun di atas lima azas. Ya lima dasar.
Lima rukun yang harus dipenuhi ketika seseorang itu mengaku beragama Islam. Semuanya harus dilakukan kalau dia mampu.
Zakat bagi yang sudah memenuhi syarat. Haji bagi yang mampu.
Perumpamaan rukun islam seperti akar pohon
Ya itu ketika hal ini ditinggalkan salah satunya, itu membuat orang itu adalah keluar.
Keluar dari... karena rukun ini ya.
Rukun ini adalah ibarat kalau pohonnya berarti akar-akarnya ya.
Kalau akar-akarnya ada yang hilang, sebuah pohon biasanya suwe-suwe ya suwe-suwe garing gitu. Itu seperti itu.
Ini para ulama biasa memberikan tamsil terkait segala macam urusan syariat.
Agar supaya mudah dipahami oleh kita semuanya, orang-orang yang awam.
Tujuan nasehat adalah untuk kebaikan diri kita
Ya asal mau sedikit membuka hati kita, membuka wawasan kita.
Agar supaya kita bisa menjadi orang-orang atau manusia-manusia yang lebih baik.
Ini semuanya adalah untuk diri kita sendiri.
Allah lah, sekali lagi Allah itu Ghoniyun Hamid.
Allah itu Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Sedangkan kita adalah fakir. Kita yang membutuhkan kepada Allah.
Memerintahkan keluarga untuk shalat
Jamaah rahimakumullah. Yang keempat saking pentingnya shalat.
Keluarga pun harus senantiasa kita ajak untuk shalat.
Ya, yang suami harus istri anak diajak.
Sang istri misalnya kaum ibu.
Kalaupun kaum ibu tidak berkewajiban untuk shalat di Masjid, tapi wajib untuk menyuruh anak-anaknya yang laki-laki untuk shalat di Masjid.
Paham ini? Walaupun panjenengan tidak wajib shalat di masjid, panjenengan wajib mengajak putra-putri panjenengan.
Ya wajibnya itu.
Peran ibu dalam mendidik anak
Kemarin sering kami sampaikan, ibu ini adalah mempunyai peran yang sangat besar di dalam kesuksesan seseorang.
Makanya kaum ibu, kaum muslimin, kaum muslimat ya. Kaum ibu dari kaum muslimin harus menjadi orang-orang yang berilmu. Mendidik anak dengan cara yang benar.
Sabar. Sekali lagi sabar. Karena memang kita berhadapan dengan anak-anak.
Ya panjenengan kan sudah tahu, jadi bocah nih. Sedangkan bocah belum tahu.
Jadi orang tua itu perbedaannya kalau panjenengan sudah pernah jadi anak.
InsyaAllah bisa mendidik anak itu akan lebih mudah. Tapi anak kita tidak mau tahu.
Bagaimana caranya? Masing-masing punya cara atau metode sendiri-sendiri.
Meneladani nabi ismail dalam memerintahkan shalat
Allah Ta'ala berfirman. Allah Ta'ala berfirman.
Menurunkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kita diperintah oleh Allah untuk mengingat Nabi Ismail.
Sesungguhnya Nabi Ismail itu adalah orang yang benar janjinya. Dan dia termasuk Rasul dan Nabi.
Ada Rasul, ada Nabi. Perbedaannya masih ingat mudah-mudahan yang sekolah ya semestinya ingat.
Bedanya apa? Yang dinamakan Rasul ada, yang Nabi ada.
Setiap Rasul adalah Nabi, akan tetapi belum tentu setiap Nabi adalah seorang Rasul. Itu prinsipnya.
Dan Nabi Ismail ini menyuruh keluarganya untuk shalat dan zakat.
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا
"Dan dia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya." QS. Maryam ayat 55
Dan dia Nabi Ismail termasuk orang-orang yang diridai. Allah memberikan gambaran kepada kita bahwasanya Nabi Ismail juga itu menyuruh keluarganya untuk shalat.
Ibrah dari kisah nabi ismail
Sebagai ibroh bagi kita semuanya. Kenapa penting untuk menyuruh atau mencontohkan anak kita untuk shalat?
Ya kita memang diberi tugas kewajiban oleh Allah untuk mendakwahkan, menolong agama Allah.
Agama tidak butuh kepada kita
Bukan berarti Allah butuh pertolongan. Pada prinsipnya seperti itu.
Walaupun Allah memerintah kita untuk menolong agamanya, bukan berarti Allah butuh pertolongan.
Makanya jangan sampai ketika ada orang merasa berjasa dengan agama, itu salah.
Agama tidak butuh. Ya kalaupun tidak ada yang berdakwah, kalaupun tidak ada yang berjuang atas nama agama, Allah Ta'ala tetap mulia.
Tetap bisa saja menyempurnakan agamanya.
Walaupun saya sering sampaikan, semua orang itu menjadi kafir. Misalnya tidak ada orang yang shalat, tidak ada orang yang puasa.
Ya Allah itu tetap Maha Besar. Allah tidak berkurang kebesarannya sedikitpun. Yang rugi awaknya dewe.
Lalu Rasulullah juga menyampaikan hal tersebut melalui sebuah hadits.
Hadits dari Amr bin Syu'aib dari bapaknya dari kakeknya.
Perintah memerintahkan anak shalat sejak usia 7 tahun
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ
"Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika mereka sudah berumur tujuh tahun." HR. Abu Dawud no. 495
Sebelum umur tujuh tahun, biarkan anak kita bermain. Itu usianya untuk bermain.
Jangan dipaksa-paksa untuk beribadah.
Dan sebagainya kalaupun mau ikut-ikut ya sekedar ikut-ikutan saja. Sekedar dalam rangka bermain-main.
Paham ya? Sebelum tujuh tahun biarkan anak-anak kita tumbuh.
Membiarkan anak tumbuh sesuai kodratnya
Ya tumbuh sesuai dengan kodratnya sebagai anak-anak.
Anak-anak itu ngertinya dunia bermain, bocah.
Ya belum masanya. Misalnya anak kecil perempuan sudah diberi apa namanya didandani dengan hijab.
Kurang tepat. Kurang tepat ya.
Belum waktunya. Nanti ketika sudah waktunya baru boleh ya.
Baru tepat. Maksudnya walaupun boleh untuk mempercontohkan sedikit, sedikit itu untuk kaum perempuan.
Misalnya anak perempuan itu kalau anak-anak biarkan saja.
Mengawasi dan mengajarkan norma sejak dini
Mereka senantiasa mengapresiasi. Mengapresiasi apa yang menjadi sifat kekanak-kanakannya di dalam kehidupannya.
Kita hanya mengawasinya saja sambil mengajari tentang norma.
Norma Islam dari sedini mungkin. Sementara untuk shalat kita mengikuti contoh dari Rasulullah.
Ketika berumur tujuh tahun dan Rasulullah mengajarkan yang lebih keras ya.
Ketika umur sepuluh tahun belum shalat itu wajib untuk dipukul, diberi hukuman.
Ketaatan kepada hukum allah walaupun berat
Ya diberi hukuman.
Kadang mungkin panjenengan tidak suka ya. Tidak suka dengan sesuatu.
Akan tetapi bisa jadi kalian panjenengan tidak suka padahal itu lebih baik bagi kita semuanya.
Itu dalam Al Quran Allah berfirman:
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ
"Barangkali kamu benci kepada sesuatu padahal hal tersebut baik bagi kalian." QS. Al-Baqarah ayat 216
Makanya ketika Allah memberikan hukum, hukumnya kepada kita semuanya kita lakukan saja.
Walaupun kadang kita berat untuk melakukannya itu.
Terutama kaum ibu misalnya melihat anak ya tidur lagi pulas harap dibangunkan shalat.
Eman jangan malas.
Itu melas yang salah kaprah nih. Ini harus dicermati.
Karena ini penting agar supaya kita bisa menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan koridornya masing-masing.
Memisahkan tempat tidur anak usia 10 tahun
Dan pisahkanlah ketika sudah berumur sepuluh tahun ya.
Kita diperintahkan oleh Allah oleh Rasul untuk memisahkan anak kita terutama yang laki dan yang perempuan.
Jangan satu kamar. Maksudnya jangan satu ruangan gitu.
Ancaman ghoya di neraka
Jamaah rahimakumullah.
Bahwasanya di dalam Al Quran Allah mengancam orang-orang yang meninggalkan shalat.
Ya akan diancam dengan yang namanya Ghoya.
Kata para ulama Ghoya ini sebuah sungai. Tapi sumber mata airnya di neraka.
Ya, air yang mengalir itu bukan air. Isinya itu adalah darah dan nanahnya penghuni neraka itu.
Itu yang akan menjadi air minum bagi orang-orang yang meninggalkan shalat.
Ancaman ghayyan bagi yang menelantarkan shalat
Nah itu bila dalam Al Quran Allah berfirman:
فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
"Maka datanglah sesudah mereka pengganti yang mengabaikan shalat dan memperturutkan hawa nafsu." QS. Maryam ayat 59
Mereka pengganti-pengganti. Mereka adzdzolush shalah.
Mereka menelantarkan shalat atau tidak memperhatikan shalat.
Ya mereka memperturutkan hawa nafsu.
Mereka akan menemui Ghayyan.
Ghayyan itu tadi ya. Para ulama menafsirkan sebagai sebuah sungai yang berada di dasar neraka yang airnya itu adalah campuran antara darah dan nanah dari para penghuni neraka.
Keutamaan shalat sebagai cahaya
Ya Allah tabarak wa ta'ala senantiasa selagi nyawa kita masih ada, kita masih mungkin untuk diterima tobatnya. Jangan sampai kita meninggal dunia belum...
Shalat yang rutin itu jangan sampai ya Allah terakhir.
Biasanya orang yang meninggalkan shalat itu alasannya banyak.
Diantaranya dari Abdullah bin Amr bin Ash, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ
"Barangsiapa yang memelihara shalat, maka baginya nanti shalat itu sebagai nur, sebagai cahaya." HR. Ahmad no. 6576
Semuanya kita akan berada dalam kegelapan di Yaumul Kiamat nanti.
Kita membutuhkan cahaya dan shalat kita nanti akan menjadi cahaya. Seberapa terang yang akan kita peroleh nanti tergantung kebaikan daripada shalat kita.
Dan amalan-amalan yang lain.
Kita berbicara tentang shalat. Rasulullah bersabda demikian. Shalat ini sebagai bukti, sebagai hujjah kita di hadapan Allah Tabarak wa Ta'ala bahwa kita adalah pantas untuk menghuni surga.
Shalat ini sebagai bukti keislaman kita, bukti ketaatan kita kepada Allah Ta'ala dan keselamatan.
Ya, kalau kita shalatnya baik insyaAllah kita selamat pada Hari Kiamat.
Ancaman bagi yang meninggalkan shalat
Barangsiapa yang tidak memelihara shalat, maka tidak ada cahaya, tidak ada bukti, tidak ada keselamatan pada Hari Kiamat nanti.
Mereka nanti akan dikumpulkan bersama orang-orang yang tidak shalat.
Rasulullah mau menggambarkan yang tidak menjaga shalatnya, mereka nanti di Yaumul Kiamat bareng ini: bareng Qarun, bareng Firaun, bareng Haman.
Para ulama menjelaskan seperti ini:
Siapa yang sibuk dengan harta sehingga lalai shalatnya, maka besok itu barengnya dengan Qarun. Yaitu siapa yang sibuk dengan kerajaannya, dengan kedudukannya.
Siapa yang di dunia seperti Firaun, nanti di akhirat bareng siapa?
Siapa yang di dunia suka dangdutan, kira-kira di akhirat bareng siapa?
Siapa yang di dunia suka koploan, kira-kira di akhirat bareng siapa?
Siapa yang di dunia sukanya pamer di media sosial, pamer diri sendiri, kira-kira besok di Yaumul Kiamat bareng siapa?
Bersama siapa kita akan dikumpulkan
Ini harus kita pikirkan.
Bukankah kata Rasulullah:
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
"Engkau di Yaumul Kiamat bersama orang yang engkau cintai." HR. Bukhari no. 6169, Muslim no. 2639
Kalau kita mencintai orang-orang sholeh, kita akan bersama mereka.
Tapi kalau yang kita cintai Firaun, atau Haman, atau Ubay bin Khalaf...
Ubay bin Khalaf ini seorang pedagang yang pintar berdagang, tapi lalai tidak shalat.
Dan Rasulullah sudah memberikan kepada kita bahwasanya penting ya. Jangan meremehkan shalat.
Karena memang dosa meninggalkan shalat ini lebih parah. Dosanya lebih besar daripada dosa-dosa besar yang lain.
Ini penting untuk kita jadikan motivasi.
Siapapun sibuk kita di dunia...
Penutup kajian
Apapun kegiatan kita, apapun jangan pernah meninggalkan shalat.
Dan ketika kita ketinggalan, ketiduran dan sebagainya kita langsung qada ya.
Jangan tunda besok atau lusa.
Jamaah rahimakumullah sampai di sini dulu mudah-mudahan
bisa memberikan motivasi lebih kepada kita semuanya
untuk bisa menjaga shalat kita dengan sebaik-baiknya.
Kita akhiri dengan Khotmil Majelis:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
"Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar
Posting Komentar