Mengenal Kenikmatan Surga

Sumber: Kajian 
Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono
Ditulis: Admin

📖 Baca Kumpulan Transkrip Kajian Lumbir Mengaji di sini
Mimbar Masjid Jami Cikadu, Mengenal Kenikmatan Surga
Transkrip Kajian Lumbir Mengaji

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah.  
Marilah kita senantiasa meningkatkan semangat kita di dalam beribadah kepada Allah sebagaimana kita bersemangat di dalam kehidupan di dunia ini. 

Untuk bersusah payah di dalam kehidupan dunia, agar bisa kita imbangi. Kita juga harus mau untuk bersusah payah di dalam menggapai kebahagiaan akhirat.

Salah satu di antara motivasi yang bisa menumbuhkan motivasi agar kita istiqomah dalam beribadah. Agar kita mempunyai semangat dalam beribadah adalah dengan mengetahui nikmat Allah yang sudah dipersiapkan untuk kita besok di yaumil akhir.


Kenikmatan Yang Dipersiapkan Allah Di Akhirat
Dalam Al-Qur'an Allah berfirman bahwasanya Allah sudah mempersiapkan sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam pikiran kita sebagai balasan terhadap apa-apa yang kita kerjakan di dunia. Mudah-mudahan.

Dengan kita mengenal negeri akhirat, dengan kita mengenal kenikmatan-kenikmatan yang akan diberikan oleh Allah, kita semakin punya motivasi. Kita semakin bisa istiqomah di dalam beribadah kepada Allah Ta'ala.


Melanjutkan Kajian Tentang Surga
Kita akan lanjutkan kajian mengenai surga. Kita sudah mengkaji di kajian-kajian yang lalu tentang perkara-perkara yang berkaitan dengan surga.  
Saya ingatkan kembali agar supaya ilmu kita berkelanjutan pemahamannya.

Bahwasanya tentang makna surga. Tentang Jannatul Khuldi yaitu surga yang dulu ditempati oleh Adam, itu yang akan kita tempati.

Yang ketiga bahwasanya kita harus meyakini bahwasanya surga telah diciptakan oleh Allah Ta'ala. Akan tetapi memang belum mempunyai penghuni.  
Dan juga kita harus yakin bahwasanya surga itu bertingkat-tingkat.


Kaidah Tentang Masuk Surga Dengan Rahmat Allah
Yang berikutnya adalah kaidah-kaidah tentang nikmat dan surga. Kita ingatkan kembali bahwasanya amal sholeh kita tidaklah membuat kita masuk surga. Akan tetapi kita masuk surga karena rahmat dari Allah.

Ajaib kemarin sudah kami jelaskan panjang lebar bahwasanya kalau hanya mengandalkan ibadah kita yang tidak seberapa, tidak mungkin bisa untuk "membeli" surganya Allah.  
Kita masuk surga karena Allah Maha Pemurah sehingga Allah merahmati kita semuanya.


Perbedaan Kenikmatan Dunia Dan Surga
Semua yang disebutkan di surga, jika dibandingkan dengan kenikmatan di dunia hanya sama namanya saja. Pada hakekatnya berbeda.  
Apapun yang terbetik dalam benak kita dalam kenikmatan surga, pasti di surga lebih baik.

Dan di surga, apapun yang kita minta pasti dikabulkan oleh Allah. Terus terakhir, ya kita juga sudah mempelajari, sudah memahami bahwasanya penghuni surga adalah raja.

Sesungguhnya panjenengan, ya di dunia boleh menjadi rakyat jelata. Nanti di surga panjenengan adalah raja.  
Bagi istana, panjenengan mempunyai istana. Yang kemarin kami gambarkan bahwasanya yang paling rendah derajatnya saja, manusia terakhir yang masuk surga dari bekas penghuni neraka, itu mendapatkan surga yang luasnya sepuluh kali lipat daripada bumi dan seisinya.


Tidak Ada Kesedihan Dan Kekhawatiran Di Surga
Di surga tidak ada kesedihan dan juga tidak ada kekhawatiran.

Ini dua penyakit yang kadang membuat kita sakit berkelanjutan. Ya, penyakit fisik rata-rata berasal dari penyakit hati: rasa sedih, ya rasa khawatir.  
Ini yang harusnya harus kita bisa manage, bisa mengatur. Boleh sedih, tetapi jangan berlebihan. Boleh khawatir, tetapi jangan berlebihan. Boleh membenci sesuatu, tetapi jangan berlebihan.


Hati Penghuni Surga Bersih Dari Penyakit Hati
Tapi jangan berlebihan begitu. Juga boleh mencintai sesuatu, tapi tidak boleh berlebihan.  
Kita harus bisa memanajemen qolbu kita.

Sewaktu kita hidup di dunia, kesedihan kekhawatiran itu menjadi sumber bencana.  
Sedangkan nanti di surga insya Allah itu semuanya tidak ada. Dan juga tidak ada penyakit hati.  
Rasa hasad, iri, dengki, sombong dan sebagainya semuanya sudah dibersihkan dari dalam hati para penghuni surga.


Ciri Fisik Penghuni Surga
Kemarin sudah kami jelaskan bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan nanti penduduk surga tingginya adalah sekitar dua puluh tujuh meter.  
Besarnya tiga meter lebih, Panjenengan badannya. Badannya adalah sekitar tiga meter itu.  

Sama seperti waktu penciptaan Adam. Adam diturunkan ke dunia ya sekitar itu. Manusia pertama tingginya dua puluh tujuh meter, terus lebar badannya adalah sekitar tiga meter.

Kalau sekarang harus gawe umah ya harus berangsur-angsur.  
Allah menciptakan disesuaikan dengan keadaan alam termasuk dari segi umur.  
Nabi Adam itu berumur sekitar seribu tahun, dikurangi empat puluh tahunan.  
Kalau kita jatahnya hanya sekitar enam puluh sampai tujuh puluh tahun.

Kakek-kakek, nenek-nenek jangan berharap masuk surga seperti itu. Karena tidak ada yang tua di surga.  
Semuanya masuk surga dikembalikan ke dalam bentuk yang lagi top-topnya. Secara fisik maupun secara rohani. Sekitar umur tiga puluh tahun.


Kenikmatan Makan Minum Di Surga
Semuanya sebaya. Tidak ada yang tua, tidak ada yang muda.  
Tidak akan pernah lapar dan haus.

Tapi makan? Ya makan.  
Orang di surga itu minum, peribahasanya sedina setangki juga tidak masalah di surga.  
Subhanallah. Tubuh mereka dibersihkan. Secara fisik maupun secara jiwanya.  
Penghuni surga akan dijadikan tampan dan cantik.


Penghuni Surga Tidak Letih Dan Tidak Capek
Lalu yang kedelapan, penghuni surga tidak akan letih dan tidak akan capek.  
Kalau kita di sini sehabis bekerja biasanya merasa capek. Kita ke capek, tidak bisa melanjutkan pekerjaan kita.  
Itu karena sudah letih, lalu sampai rumah letihnya belum selesai, digawe turu orang rampung. Itu di dunia.

Tapi di surga tidak seperti itu. Tidak ada letih, tidak ada capek.  
Berarti di surga tidak ada orang tidur. Tidak ada.  
Karena kalau tidur kan karena capek. Di surga kita beraktivitas terus akan tetapi kita tidak merasakan letih, tidak merasakan capek.  
Kita merasakan kesenangan, kenikmatan yang Allah Ta'ala berikan.


Surga Adalah Jannah Tun Naim
Ini ringkasan daripada kajian yang lalu. Kita lanjutkan sedikit saja model-modelnya.

Semua yang ada di surga itu berisi kenikmatan. Makanya dalam kajian awal salah satu nama surga adalah Jannah Tun Naim.  
Surga yang penuh kenikmatan. Allah juga berfirman:

Ketika kamu nanti melihat di surga, kamu tidak akan melihat selain kenikmatan dan kerajaan yang besar.


Kenikmatan Yang Akan Dinikmati Penghuni Surga
Itu adalah berupa kenikmatan-kenikmatan yang akan kita nikmati kalau kita termasuk penghuni surga tentunya.

Surga itu ada bertingkat-tingkat.  
Manusia itu bertingkat-tingkat. Ada yang masuk ke dalam golongan Abrar.  
Ada yang masuk ke dalam Mukarrabin.  
Ada yang masuk ke dalam golongan Fajar dalam Surat Al-Mutaffifin.


Tiga Golongan Penghuni Surga
Ada Mukarrabin, ada Abrar, ada orang Fajar.

Mukarrabin itu adalah orang yang Sabiqun Al-Awwalun.  
Mereka bersegera ketika diperintah untuk melakukan ketaatan. Mereka tidak pernah beralasan. Itu salah satu cirinya. Sehingga mereka menjadi orang-orang yang didekatkan kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala.

Tingkatan yang kedua adalah Al-Abrar, orang-orang baik.  
Jangan kita sampai menjadi golongan yang ketiga, orang-orang yang Fajir. Orang-orang yang banyak bermaksiat kepada Allah. Ini masih tingkatan yang belum Mukarrabin.


Sifat Orang Abrar Di Dalam Surga
Sesungguhnya orang-orang yang baik yang berbakti sungguh berada dalam kenikmatan.  
"Alal araaiki yanzhuruun" Mereka bertelekan di atas dipan-dipan saling melihat.  
"Taroo fii wujuhihim nadhratan na'im" Dan kamu melihat pada wajah-wajah mereka terpancar kenikmatan yang luar biasa.

Itu yang ada hanyalah kenikmatan. Mereka duduk di atas dipan-dipan. Bukan karena kesal, bukan karena capek. Tapi itu yang akan ada di surga, seperti itu.


Apa Saja Yang Ada Di Surga
Yang pertama yang ada di surga adalah ada nikmat-nikmat.  
Apa saja sebenarnya yang ada di surga?

Kenapa yang pertama disebutkan sungai?  
Ya ada sungai, ada mata air, ada buah, ada pohon.

Kita secara fitrah, kita umat manusia ketika melihat air pasti senang.  
Lihat sungai, melihat taman, senang.  
Tapi ngeri melihat kok gurun.  
Itu makanya surga yang dijanjikan oleh Allah digambarkan sebagai sebuah taman.


Sungai-Sungai Di Dalam Surga
Yang pertama adalah sungai-sungai surga yang harus kita pahami. Walaupun namanya kali, kali di surga bukan seperti kali Cipujoh.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:  

مَّثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِّن مَّاءٍ غَيْرِ آسِنٍ 

"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya." QS. Muhammad: 15

Di dalam surga ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah. Tidak berubah bau maupun rasanya.


Sungai Susu Di Surga
Yang kedua adalah sungai dari laban. Sungai tapi isinya susu.  

وَأَنْهَارٌ مِّن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ  

"Dan sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya." QS. Muhammad: 15

Susu mengalir. Panjenengan tidak adus kena, diminum kena, monggo.  
Kalau di dunia susunya tidak sedela, diminum akan kecut.  
Itu makanya di surga berbeda. Allah menyebutkan tidak berubah rasanya. Susunya seger terus. Itu mengalir.


Sungai Khamr Di Surga
Yang berikutnya ada lagi sungai Khamr.  

وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ 

"Dan sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya." QS. Muhammad: 15

Kenapa khamr itu diharamkan di dunia? Karena itu termasuk minuman ahli maksiat.  
Tapi di surga, khamrnya tidak memabukkan dan tidak ada mudharatnya.


Jenis-Jenis Sungai Di Surga
Itu Khamar, Arak, Ciu, Baladannya. Ya anggur dan sejenisnya.  
Tapi Arak ya.

Khamar di surga tidak seperti di dunia. Kalau di dunia membikin pusing.  
Kalau di surga sangat lezat.  

وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ  

"Dan sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya." QS. Muhammad: 15

Ya ada sungai air tadi. Sungai air murni. Ada sungai susu. Ada Sungai Khamr yang lezat. 
 
وَأَنْهَارٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى  

"Dan sungai-sungai dari madu yang disaring." QS. Muhammad: 15  
Ada lagi sungai yang isinya madu murni.


Masuk Surga Karena Rahmat Allah
Kita masuk surga bukan karena amal kita.  
Ya karena rahmat dari Allah Tabarakawata'ala.  
Kita beramal, kita dikasihani oleh Allah, dijadikan hamba. Hamba Allah yang dirahmati sehingga kita bisa masuk surga yang luar biasa.

Susu berarti gratis nih itu. Apa namanya khamar, madu dan lain-lain.


Kenikmatan Buah-Buahan Di Surga
Dan bagi mereka di dalamnya ada apa. Samarat.  
Apa samarat? Buah-buahan semuanya yang panjenengan tersirat kepengen.  
Apapun buah-buahan yang panjenengan yang kita inginkan itu, semuanya.

Ada sekali lagi kalau kita bandingkan dengan kehidupan di dunia.  
Untuk membeli buah apa, buah naga sekilo berapa lima belas ribu. Itu di surga tinggal. Semuanya bisa kita nikmati.

Perbandingan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka
Dan ampunan dari Tuhanmu.  
Perumpamaan penghuni surga seperti tadi. Lalu di akhir ayat Allah berfirman:

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِ كَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ 

 "Apakah orang yang berada di atas keterangan dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan indah baginya perbuatan buruknya?" QS. Muhammad: 14

Apakah sama ya orang yang berada di surga yang mendapatkan sedemikian banyak kenikmatan dengan orang yang mereka kekal di dalam neraka.  
Diberi minum air mendidih yang akan memotong-motong usus.

Ini perbandingan yang sangat jauh antara penghuni surga dan penghuni neraka.  
Penghuni surga diberi air susu gratis, madu gratis, yang lainnya gratis. Gratis semuanya.  
Sementara penghuni neraka janjinya gratis pada baik. Cuman gratis wedang panas.

Tapi berupa cairan besi yang dipanaskan, tembaga yang dipanaskan. Itulah minuman penghuni neraka.


Sungai Al-Kautsar Milik Rasulullah
Ya di samping sungai-sungai tersebut, ya ada yang namanya sungai khusus. Namanya Al-Kautsar.  
Al-Kautsar ini sungai khusus milik siapa?  
Milik Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.


Keutamaan Telaga Al-Kautsar
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:  

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar." QS. Al-Kautsar: 1

Sebagai Nabi pemilik hud, pemilik telaga.  
Sewaktu kita berada di padang mahsyar di surga, Rasulullah juga memiliki sungai khusus sendiri.  
Kalau kita mungkin bareng-bareng, dan sudah barang tentu sungai yang kita miliki ya tidak seperti yang dimiliki oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Begitu juga tingkatannya berbeda-beda. Sungai dalam surga itu tergantung daripada amal kita masing-masing.


Mata Air Di Dalam Surga
Selanjutnya mata air.  
Allah berfirman tentang mata air:
  
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ  

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam surga dan mata air." QS. Adz-Dzariyat: 15

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ  

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan dan mata air." QS. Al-Mursalat: 41

فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ  

"Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir." QS. Ar-Rahman: 50

فِيهَا عَيْنٌ تَجْرِي  

"Di dalamnya ada mata air yang mengalir." QS. Al-Ghasyiyah: 12

Artinya di dalam surga itu karena kita sebagai rajanya, itu mata air sungai dan sebagainya itu sesuai dengan permintaan kita.  
Kita itu mau ditempatkan di mana, mau dialirkan di mana, itu sesuai dengan permintaan kita.


Jenis-Jenis Mata Air Surga: Kafur Dan Tasnim
Sedangkan jenis mata airnya sebagaimana firman Allah dalam surat:  

_إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا_  

 "Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas yang campurannya adalah air kafur." QS. Al-Insan: 5

_عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا_  

"Yaitu mata air yang minum daripadanya hamba-hamba Allah, mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya." QS. Al-Insan: 6

Kafur ini adalah sumber mata air yang berasal dari surganya para Mukarrabun. Kita kebagian alirannya.

Yang berikutnya adalah mata air yang namanya Tasnim.  
_وَمِزَاجُهُ مِن تَسْنِيمٍ_  

"Dan campurannya adalah dari Tasnim." QS. Al-Mutaffifin: 27

_يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ_  

"Mereka diberi minum dari khamr yang dilak." QS. Al-Mutaffifin: 25


Khamar Murni Yang Tidak Memabukkan
Khamer murni yang tidak memabukkan.  
Ya yang masih makhtum. Masih disegel.  
Ya kayak apa itu pokoknya tertutup. Tidak tercemar.  
Penutupnya saja dari kesuri.


Anjuran Berlomba-Lomba Dalam Kebaikan
Makanya untuk yang demikian ini monggo. Kita umat manusia saling berlomba-lomba.  
Lomba-lomba dalam kebaikan. Usahakan ya.

Kita jangan merasa puas dengan kebaikan yang kita kerjakan setiap hari.  
Harus punya kebaikan-kebaikan yang lebih di samping kebaikan-kebaikan yang rutin kita jalankan. Misalnya ya.

Jangan hanya cukup puas. "Saya sudah shalat sehari semalam lima waktu."  
"Yang lain hari ini saya sudah sedekah berapa?"  
"Saya sudah menolong orang berapa hari ini?"

Kali ini harus senantiasa ketika ada kesempatan untuk berbuat baik silakan panjenengan manfaatkan waktunya ya.  
Saling berlomba-lomba untuk mencapai hal-hal tersebut.


Perbedaan Minuman Mukarrabun Dan Abrar
Tadi arak tadi khamar. Tadi dicampur ya ditambahi dengan tasnim kata Allah Ta'ala.  
Apa itu tasnim? Dijelaskan oleh Allah.

Ya ada kafur ada tasnim yaitu minuman yang diminum minumannya orang-orang mukarrabun.  
Orang-orang hamba-hamba Allah yang didekatkan.

Sementara barangkali tingkatan orang yang umum, yang abrar itu minumnya seperti itu ya. Rahiq makhtum ya.  

فَمِزَاجُهُ مِن تَسْنِيمٍ عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ  

"Dan campurannya adalah dari tasnim, yaitu mata air yang minum daripadanya hamba-hamba yang didekatkan kepada Allah." QS. Al-Mutaffifin: 27-28


Mata Air Salsabila Dan Zanjabil*
Yang berikutnya adalah mata air yang namanya salsabila. Allah berfirman:  

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا  

"Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas minuman yang campurannya adalah jahe." QS. Al-Insan: 17

عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلْسَبِيلًا 

"Di dalamnya ada mata air yang dinamakan Salsabil." QS. Al-Insan: 18

Zanjabil kalau bahasa kita adalah wedang jahe.  
Ya makanya orang di surga apa saja ada. Panjenengan kalau wedang apa baik.

Ya kalau pangeran suka mengamalkan hadits Rasulullah, surat Al-Insan itu biasa dibaca oleh Rasulullah ketika shalat subuh di hari Jum'at.  
Pada rakaat pertama membaca surat As-Sajdah, pada rakaat kedua membaca surat Al-Insan.

Jamaah rahimakumullah sampai di sini dulu mudah-mudahan  
bisa memberikan motivasi lebih kepada kita semuanya  
untuk berlomba menggapai surga dengan sebaik-baiknya.

Kita akhiri dengan Khotmil Majelis: 
 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ  

"Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar