Meraih Kemenangan dengan Ketaatan

Sumber: Khutbah Idul Fitri 1442 H
Ditulis ulang oleh: Admin

📖 Baca Kumpulan Transkrip Khutbah Jum'at & Id di sini.
  

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ  

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا، أَمَّا بَعْدُ

فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati oleh Allah Tabaraka wa Ta'ala.  

Pertama, marilah kita mewasiati diri kita masing-masing. Sebagai seorang Muslim, semestinya kita merasa bersyukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan amal-amal kita sebagai bekal kehidupan akhirat kelak.  

Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami akan membawakan khutbah dengan judul: Meraih Kemenangan dengan Ketaatan.  

Allah Ta'ala telah memberikan hidayah kepada kita semuanya, yaitu hidayah berupa agama Islam yang mulia. Agama satu-satunya yang diridhai dan diakui oleh Allah Ta'ala.  

Kita sebagai seorang Muslim wajib merasa bangga dan bersyukur karena lahir sebagai Muslim. Kita tidak bisa bayangkan seandainya terlahir di dunia ini sebagai orang yang tidak mengenal Islam.  

Ketaatan: Satu-Satunya Jalan Menuju Kemenangan Dunia Akhirat  

Muhammad Shallallahu 'alaihi Wasallam memberi petunjuk kepada umat manusia agar selamat di dunia dan akhirat. Untuk mencapai kesuksesan dan kemenangan di dunia dan akhirat, tidak ada jalan lain kecuali dengan senantiasa menjalankan ketaatan kepada Allah. Tidak mungkin kita mencapai kesuksesan duniawi maupun ukhrawi tanpa ketaatan kepada Allah Ta'ala.  

Pada hari ini, di seluruh pelosok negeri, kaum Muslimin sedang bergembira merayakan kemenangan. Setelah satu bulan penuh berjuang melawan hawa nafsu, beribadah kepada Allah semaksimal mungkin: puasa di siang hari, shalat malam, menunaikan zakat, dan amalan lain selama sebulan penuh.  

Ketika kita bisa melaksanakan itu semua, insyaAllah hari ini adalah hari kemenangan kita. Karena semua dosa kita diampuni oleh Allah.  

Keutamaan Puasa Ramadan  
Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda: 
 
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan dengan keimanan dan penuh pengharapan kepada Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.  
HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760  

Keutamaan Shalat Malam Ramadan  
Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda:  

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  

"Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadan dengan dasar keimanan dan mengharap ridha Allah, dia akan diampuni dosa-dosanya di masa lalu. [HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759 ]

Sehingga kita patut mensyukuri hari ini. InsyaAllah kita menjadi pemenang. Menang melawan hawa nafsu. Menang melawan syaitan yang senantiasa berusaha menggelincirkan kita dari jalan Allah Ta'ala.  

Dasar Seluruh Amal Ibadah  

Jamaah rahimakumullah, kita harus mengetahui bahwa sebagai Muslim kita memiliki akidah dan keimanan yang pasti datangnya dari Allah. Kita wajib bersyukur atas hidayah ini.  

Kita mengimani Allah, malaikat Allah, kitab-kitab Allah, Hari Akhir, dan takdir Allah. Keimanan kepada Allah menjadi dasar kita beramal sehari-hari. Keimanan yang benar datangnya dari Allah Ta'ala. Tidak semua manusia diberi dasar keimanan.  

Karena tidak semua manusia beriman kepada Allah, tidak semua meyakini Hari Kiamat, dan tidak semua meyakini adanya Hari Pembalasan. Alhamdulillah, kita diberi keyakinan akan hal itu semua.  

Dengan dasar akidah dan keimanan yang benar, kita menjalankan syariat Allah yang mulia. Kita menjalankan lima rukun Islam dengan sempurna tanpa pilah-pilih: syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji bagi yang mampu. Semua dijalankan dengan keyakinan bahwa kita akan mendapat pahala terbaik di sisi Allah kelak di Yaumil Kiamat.  

Shalat: Tiang Agama dan Kunci Kemenangan  

Senantiasa berusaha menegakkan shalat setiap hari, insyaAllah kita akan terus meraih kemenangan dalam kehidupan. Bukan hanya di bulan Ramadan, tapi di bulan-bulan lain kita akan mendapat seluruh kemenangan.  

Akan tetapi, berapa banyak kaum muslimin yang menyia-nyiakan shalat sehingga tersesat dari jalan Allah Ta'ala. Ibarat bangunan, kalau tiangnya tidak dijaga akan runtuh.  

Ancaman Melalaikan Shalat  
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:  

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا  

"Maka datanglah sesudah mereka generasi yang melalaikan shalat dan mengikuti syahwat, maka mereka kelak akan tersesat.[QS. Maryam: 59]  

Allah sudah memerintahkan kita untuk memelihara shalat. Jangan sampai melalaikan, apalagi meninggalkannya. Batas antara seorang Muslim dan kafir adalah pada shalatnya. Ketika meninggalkan shalat, di mata Allah kita sudah jauh. Kita tidak mungkin meraih kemenangan dunia akhirat tanpa menjaga shalat berdasarkan keimanan yang benar.  

Janji Allah untuk Orang Beramal Saleh  

Sebagai Muslim, kita sudah diberi hidayah untuk beribadah sesuai petunjuk Allah, tidak mengarang-ngarang. Karena ibadah tidak boleh dikarang sendiri, semua berdasarkan ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa menjaganya, insyaAllah memperoleh kemenangan.  

Ketika sebuah masyarakat senantiasa menjaga shalatnya, insyaAllah lingkungan tersebut akan mendapat kemenangan yang banyak dari Allah Ta'ala.  

Balasan Amal Saleh  
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:  

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ  

"Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.[QS. An-Nahl: 97]  

Allah tidak pernah ingkar janji. Ketika kita beramal saleh dan menjalankan semua perintah Allah, Allah akan memberi kehidupan yang thayyibah. Sebaliknya, jika meninggalkan perintah Allah, kehidupan kita akan menjadi buruk.  

Maka penting bagi kita menjaga perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya agar diberi balasan terbaik oleh Allah Ta'ala.  

Harapan Harus Disertai Ikhtiar dan Ketaatan  

Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah, ketika sendiri, barangkali pernah terpikir menanyakan kepada seseorang tentang cita-citanya setelah meninggal dunia. Tentu semua manusia mengharapkan kehidupan yang lebih baik di akhirat. Akan tetapi, apakah cukup dengan harapan tanpa usaha terbaik?  

Tidak mungkin kita mendapat kehidupan baik di akhirat kalau tidak menyiapkan diri sebaik-baiknya.  

Generasi terdahulu umat Islam membuktikan: ketika mereka taat kepada Allah, Dia menjadikan mereka penguasa, bukan budak atau bawahan. Sebagaimana janji Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an.  

Orang yang menolong agama Allah, bukan berarti Allah butuh pertolongan. Maksudnya adalah orang yang senantiasa menghidupkan agama Allah. Utamanya dengan menghidupkan ibadah: shalat, puasa, zakat, dan semua rukun maupun sunah yang bisa dijalankan sebaik mungkin.  

Ketika hal itu dilaksanakan seluruh masyarakat, maka Allah menjanjikan:  

Ciri Masyarakat yang Ditolong Allah  
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:  

الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ  

"Yaitu orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.[QS. Al-Hajj: 41]  

Ketika sebuah masyarakat berisi orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, amar ma’ruf nahi mungkar, maka Allah pasti membuat masyarakat tersebut berbahagia di dunia dan akhirat.  

Ini janji Allah yang harus kita yakini. Jika tidak, kita akan mendapat kebalikannya. Kehidupan menjadi sempit seperti yang kita rasakan hari ini, karena kebanyakan manusia ingkar kepada Allah Ta’ala, sehingga Allah menjadikan kehidupan sulit.  

Untuk itu jamaah rahimakumullah, mari kita mewasiati diri sendiri, keluarga, istri, dan anak-anak kita untuk menegakkan agama semampu kita. Berusaha menjalankan seluruh perintah Allah Ta’ala, jangan sampai meninggalkannya.  

Ketika kita semua mewasiati diri dan keluarga, insyaAllah terbentuk masyarakat yang diridhai Allah, sehingga seluruh kesulitan akan hilang dengan bantuan Allah Ta’ala.  

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallahu wallahu Akbar. Allahu Akbar walillahil hamd.  

Wasiat Khusus untuk Kaum Muslimat  

Pada akhir khutbah ini, kami ingin memberikan wasiat khusus kepada jamaah kaum Muslimat, seperti wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam:  

Hendaklah kaum wanita bertakwa kepada Allah. Hendaklah wanita menjaga aturan Allah, memelihara hak suami dan anak-anaknya.  

Perintah Menjaga Diri bagi Wanita  
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 
 
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ  

"Dan tetaplah kalian kaum wanita di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.[QS. Al-Ahzab: 33]  

Kaum wanita dalam agama kita dimuliakan, derajatnya tinggi. Muslimah tidak boleh tabarruj, berhias diri untuk orang lain. Hanya boleh untuk suami dan keluarganya.  

Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam berpesan agar wanita senantiasa menjaga diri.  

Sifat Penghuni Neraka dari Kalangan Wanita  
Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda:
  
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا... وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا  

"Ada dua kelompok penduduk neraka yang belum pernah aku lihat... dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.[HR. Muslim no. 2128] 

Mayoritas Penghuni Neraka  
Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda:  

اطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ... يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ  

"Aku melihat ke dalam neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita... karena mereka kufur terhadap suami.[HR. Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907]  

Jamaah kaum wanita yang dirahmati Allah, Rasulullah sangat sayang kepada umatnya, baik muslimin maupun muslimat. Pakaian yang seksi atau vulgar bukanlah urusan kita. Muslimah harus menjaga diri, agama, dan keluarganya. Menjadi pemimpin di rumahnya. Jika tidak ada kepentingan syar'i, lebih baik di rumah. Tidak boleh bepergian kecuali ada keperluan yang dibolehkan syariat dan harus menjaga diri dari fitnah.  

Saling Menasihati dalam Ketaatan  

Jamaah rahimakumullah, mudah-mudahan uraian singkat ini memotivasi kita untuk meraih kemenangan untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Kita saling bahu-membahu, bersinergi dalam taat kepada Allah. Saling tolong-menolong dalam kebaikan dan saling memperingati ketika ada saudara yang salah, karena dengan peringatan kita mereka bisa menjadi lebih baik.  

Pada akhirnya marilah kita berdoa kepada Allah Ta'ala agar senantiasa menjadikan kita manusia yang istiqamah dalam menjalankan semua aturan syariat.    

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَنَّا نَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ  

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قَلْبِي عَلَى طَاعَتِكَ  

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا  

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا  

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ  

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  

Transkrip : Khutbah Idul Fitri 1442 H

Pembicara Ustadz : Sri Kusdiyono

Ditulis Ulang oleh : Admin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Mursyid Cikadu Lumbir

Silsilah Keluarga Keturuan Eyang Mahmud cikadu Lumbir

Referensi Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir