Islam Agama yang Sempurna, Kemenangan dengan Takwa

Sumber: Khutbah Idul Fitri 1447 H
Ditulis ulang oleh: Admin
Islam Agama Yang Sempurna, Kemenangan Dengan Takwa” di atas foto Masjid Lumbir Mengaji

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ  

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا، أَمَّا بَعْدُ

فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Salat Idul Fitri, jamaah kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat yang dirahmati oleh Allah Ta’ala.

Pertama-tama, kami berwasiat kepada diri kami sendiri dan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Karena hanya dengan ketakwaan, kita semua akan selamat di dunia dan akhirat.

Agama yang kita anut adalah agama yang sempurna, dinul Islam, agama yang hak, agama yang diridhai oleh Allah Ta’ala, agama yang sudah disempurnakan oleh Allah Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ  

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. (QS. Al-Ma’idah: 3)

Janganlah kita sebagai manusia yang diberi hidayah untuk mempercayai agama ini, mengimaninya dengan sepenuh hati, menjalankannya dengan penuh kesadaran. Ini adalah sebuah anugerah yang tidak diberikan kepada semua orang.

Alhamdulillah, panjenengan kita semuanya yang hadir di sini, sekarang kita puji dan panjatkan kepada Allah Ta’ala yang sudah menggerakkan hati kita, memantapkan hati kita untuk berjalan di atas agama yang hak ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ  

"Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali ‘Imran: 85)

Wahai kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah, ini pemakluman dari Allah Ta’ala. Allah menyatakan kepada kita semua bahwa kita adalah manusia-manusia yang dipilih oleh Allah untuk menjadi syuhada ‘alan nas, menjadi saksi atas manusia, atas kebenaran agama ini, atas kebenaran risalah ini yang bisa menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.

Hari Kemenangan: Buah dari Ramadhan dan Rasa Syukur

Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah, pada hari ini alhamdulillah seluruh kaum muslimin di seluruh dunia bertahmid, bertakbir, memuji Allah, membesarkan Allah, mensyukuri segala nikmat yang sudah dianugerahkan kepada kita semuanya.

Kita sudah diuji oleh Allah Ta’ala dengan berbagai macam kewajiban. Dan kita sudah menjalankannya dengan sempurna, alhamdulillah. Allah menjadikan hari ini sebagai sebuah hari kemenangan bagi orang-orang yang menjalankan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan yang sudah kita lalui bersama-sama.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ  

"Dan agar kamu menyempurnakan bilangan bulan Ramadhan dan agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah: 185)

Tidak semua orang diberi hidayah untuk bisa menjalankan puasa Ramadhan. Tidak semua orang diberi kekuatan untuk bisa menjalankan puasa Ramadhan. Maka ketika kita memasuki hari kemenangan ini, hari kemenangan seluruh kaum muslimin, kita wajib bersyukur kepada Allah. Kita termasuk di antara hamba-hamba-Nya yang senantiasa dipilih oleh Allah, ditetapkan hatinya, dikuatkan keimanannya untuk senantiasa istiqamah di jalan kebenaran, senantiasa berusaha menjadi hamba-hamba Allah yang mulia.

Islam Agama yang Sempurna: Akidah di Atas Dalil

Jamaah Idul Fitri yang dirahmati oleh Allah,  
Islam adalah agama yang sangat nyata, sangat sempurna kebenarannya. Akidah kita, keimanan kita, kepercayaan kita kepada Allah Ta’ala adalah kebenaran yang hak.

Kita bukan beriman berdasarkan tahayul dan khurafat. Bukan berdasarkan kata nenek moyang. Akan tetapi akidah agama Islam adalah akidah shahihah yang datang dari kebenaran yang mutlak.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ  

"Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. Al-Baqarah: 147)

Kita mengimani Allah, kita mengimani malaikat Allah, kita mengimani kitab-kitab Allah, kita mengimani rasul-rasul Allah, kita mengimani hari akhir, kita mengimani takdir baik maupun yang buruk, dengan keyakinan, dengan bukti yang nyata: Al-Qur’anul Karim dan Hadis-hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menerangkan itu semuanya.

Keimanan kita, jamaah rahimakumullah, adalah keimanan yang kuat, iman yang dilandasi dalil, bukan berdasarkan kata orang, bukan berdasarkan persangkaan. Sehingga kita sebagai kaum muslimin jangan pernah ragu untuk menjalani syariat agama ini dengan seratus persen.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ  

"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian semuanya ke dalam Islam secara kaffah, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu semuanya. (QS. Al-Baqarah: 208)

Akidah kita akidah yang sempurna. Begitu juga amalan-amalan kita adalah amalan yang sempurna, yang berdasarkan tuntunan wahyu. Segala macam amalan kita, dari mulai syahadat, dari mulai salat, dari mulai puasa, dari mulai zakat dan haji yang tercantum dalam Rukun Islam yang lima, ini adalah amalan-amalan yang disyariatkan.

Lihatlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga kita sebagai muslimin harus mempunyai tekad untuk bisa menjalankan itu semuanya dengan kerendahan hati, dengan tunduk patuh atas segala perintah Allah Ta’ala kepada kita semuanya.

Tanpa ketundukan seratus persen, tidak mungkin kita bisa menjadi muslim yang kaffah. Tidak mungkin kita bisa selamat di dunia dan akhirat. Itu tujuan kita hidup.

Salat: Tiang Agama dan Pondasi Generasi

Kita semuanya akan menjadi penghuni kubur. Kita semuanya akan mati menghadap Allah Ta’ala. Kita semuanya akan bertanggung jawab atas apa-apa yang kita laksanakan pada hari ini.

Bagaimana rasanya ketika kita nanti menghadap Allah Ta’ala? Kita akan dipanggil oleh Allah satu per satu. Kita akan ditanyai: Umur yang Aku berikan, untuk apa kamu habiskan? Harta yang Aku berikan, untuk apa kamu habiskan? Ilmu yang Aku berikan, untuk apa kamu habiskan sewaktu kamu hidup?

Sudah menjadi semestinya bagi kita kaum muslim untuk senantiasa menjaga Rukun Islam, terutama adalah salat. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّينِ  

Salat itu tiangnya agama.

Siapa yang menjaga salat, maka urusan agama yang lain insyaallah selamat. Siapa yang tidak menjaga salat, maka urusan yang lain akan rusak.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ اَضَاعُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوٰتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّاۙ اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ  

"Maka datanglah sesudah mereka pengganti yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka akan dimasukkan ke dalam surga dan tidak dianiaya sedikitpun. (QS. Maryam: 59-60)

Jamaah rahimakumullah, salat adalah tiangnya agama. Siapa yang bisa memeliharanya, dia akan memelihara agamanya. Siapa yang tidak memelihara salatnya, maka akan hancur agamanya.

Setelah salat kita jaga dengan benar, maka amalan-amalan yang lain kita jaga. Sebagaimana kita bisa menjaga salat, kita berpuasa di bulan Ramadhan kita jaga dengan penuh ketakwaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari Muslim)

Amalan kaum muslimin adalah amalan-amalan yang shahih, bukan berdasarkan tiruan, bukan berdasarkan mengarang, tetapi berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Sunnah Shahihah, dan contoh-contoh yang diberikan oleh ulama Salafus Shalih. Itu akan senantiasa menjadi pondasi kita semuanya dalam beramal. Tanpa itu semuanya, amalan kita akan sia-sia.

Lalu kita juga harus menjaga terkait zakat kita, sedekah kita, baik yang wajib maupun yang sunnah. Kita pelihara, kita tunaikan hak-haknya agar Allah ridha kepada kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ  

"Barangsiapa beramal saleh dari laki-laki maupun perempuan dan dia beriman, maka akan Kami jadikan dia berada dalam kehidupan yang baik, dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 97)

Persatuan Umat: Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ  

"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang-orang yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Yaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, mereka senantiasa mendirikan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar. Dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (QS. Al-Hajj: 40-41)

Jangan ragu, ini adalah janji Allah kepada kita semuanya. Kita yang sudah berumur enam puluh ke atas, sebentar lagi berpulang ke hadapan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Sementara generasi di bawahnya, sudahkah kita persiapkan sedemikian rupa untuk menjadi pengganti-pengganti kita?

Ini sesuatu yang harus senantiasa kita jaga, agar generasi-generasi di bawah kita menjadi generasi yang senantiasa mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dengan keimanan yang teguh. Karena kalau tidak kita jaga, kalau kita tidak menolong agama Allah, Allah tidak akan menolong kita.

Betapa susahnya hari ini untuk sekedar mencari pengganti imam, mencari pengganti khatib, baik Jumatan maupun salat Id. Ini tanggung jawab kita bersama: melahirkan generasi-generasi yang bisa meneruskan perjuangan kita.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.

Jamaah salat Idul Fitri yang dirahmati oleh Allah Ta’ala, pada hari ini dengan segala kebesaran Allah Ta’ala kita bersatu, berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka untuk mengagungkan Allah, mengagungkan syiar-syiar Allah kepada seluruh alam.

Agar nampak pada diri umat Islam persatuan. Agama Islam menjunjung tinggi persatuan dan melaknat orang-orang yang bercerai-berai, berkelompok-kelompok, masing-masing kelompok bangga dengan kelompoknya. Islam tidak mengajarkan seperti itu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا  

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah bercerai-berai. (QS. Ali ‘Imran: 103)

Persatuan itu tidak akan mungkin tercapai kecuali kita kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Ketika terjadi perselisihan, perbedaan pendapat, kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya, sehingga kaum muslimin akan bersatu padu. Tidak ada perpecahan, tidak ada perselisihan, tidak ada gontok-gontokan. Itu yang diperintahkan agama kita.

Ketika kaum muslimin sudah berpecah belah, berkelompok-kelompok, semuanya akan menjadi lemah. Kita akan menjadi orang yang paling lemah, yang dihinakan di muka bumi. Tapi ketika kita mau bersatu di hadapan Allah Ta’ala, maka Allah akan mengangkat derajat kita setinggi-tingginya.

Ketika ada orang mengatakan, “Menyatukan seluruh umat Muslim di seluruh dunia mimpi,” karena tidak mau kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Satu gerombolan saja tidak kompak. Ini cambuk bagi kita semuanya, cambuk dari Allah Tabaraka wa Ta’ala: kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

Alangkah mirisnya, kaum muslimin menentukan hari raya saja tidak bisa bersatu. Ini tantangan kita semuanya. Jangan sampai kita tercerai-berai gara-gara mengikuti langkah-langkah syaitan, mengikuti hawa nafsu.

Nasehat Khusus untuk Kaum Muslimat

Jamaah yang dirahmati oleh Allah, sebagai penutup, kami akan memberikan nasehat sedikit kepada kaum muslimat. Bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memberikan nasehat kepada kaum muslimat.

Kalian semuanya bertakwalah kepada Allah pada urusan wanita sendiri. Hendaklah kaum wanita senantiasa menjaga aturan-aturan Allah Ta’ala, memelihara hak anak-anak panjenengan, semuanya memelihara hak suami-suami panjenengan semuanya.

Ingat, wanita salihah adalah wanita yang taat dan menjaga apa yang harus dijaganya ketika suaminya tidak ada.

Kaum muslimah tidak boleh silau dengan mereka wanita yang di sana-sana mengumbar aurat, membuat fitnah di mana-mana kepada kaum lelaki. Wanita muslimah harus berbeda, harus mempunyai jati diri.

Wanita muslimah adalah ibu bagi anak-anak muslimin yang akan menentukan karakter generasi ke depan. Kaum ummahat, para ibu-ibu kaum muslimin, kaum muslimat, mukminat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan dengan bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا... وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا  
"
Ada dua kelompok penduduk neraka yang belum pernah aku lihat... yaitu wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan lenggak-lenggok, kepala mereka bagaikan punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya surga. (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada panjenengan semuanya: Panjenengan adalah garda terdepan untuk membina masyarakat, generasi Islami, generasi yang kuat secara akidah, yang menjalankan salat, yang menunaikan zakat, yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Ambil tanggung jawab ini. Ambil amanah ini. Ambil pesan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberi keberkahan.

Dalam hadis yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kepada kaum wanita: Aku melihat kebanyakan penghuni neraka adalah kalian wahai para muslimat. Komposisi penghuni laki-laki dan perempuan, lebih banyak perempuan yang berada di neraka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ  

"Karena kalian sering melaknat dan kufur terhadap suami. (HR. Bukhari Muslim)

Kaum muslimat yang dirahmati oleh Allah, ini pesan dari Nabi. Panjenengan, pesan dari Rasul, tanamkan dalam hati agar supaya bisa menjalankan semuanya itu dengan keridhaan, dengan keikhlasan. Dengan demikian, Allah akan senantiasa menjaga semuanya di dalam keridhaan-Nya.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
يَا اللهُ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَنَّا نَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، اللَّهُمَّ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَرَاوِيحَنَا وَصَلَاتَنَا وَقِرَاءَتَنَا وَصَدَقَاتِنَا وَزَكَاةَ الْفِطْرِ مِنَّا
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ  

Transkrip : Khutbah Idul Fitri 1447 H

Pembicara Ustadz : Sri Kusdiyono

Ditulis Ulang oleh : Admin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Mursyid Cikadu Lumbir

Silsilah Keluarga Keturuan Eyang Mahmud cikadu Lumbir

Referensi Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir