Bersyukur di Bulan Ramadan: Jalan Menuju Takwa dan Pribadi Mursyid
Sumber: Khutbah Jumat
Penceramah: Ustadz Sri Kusdiyono
Ditulis: Admin
📖 Baca Kumpulan Transkrip Khutbah Jumat & Id di sini.
Khutbah Jumat Youtube Lumbir Mengaji
Khutbah Pertama
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، ونعوذُ باللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، ومِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا، أَمَّا بَعْدُ
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهُدَى هدى مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عليهِ وَسلَّم، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
Pertama-tama, marilah kita semuanya memanjatkan syukur kepada Allah Ta’ala atas segala nikmat yang sudah diberikan kepada kita semuanya, yang tidak mungkin kita bisa menghitung-hitungnya. Apalagi di bulan Ramadan ini, sangat banyak nikmat Allah yang sudah diberikan kepada kita. Hanya saja terkadang mungkin kita tidak pandai untuk mensyukurinya.
Tujuan puasa Ramadan: menjadi orang bertakwa
Jamaah rahimakumullah, pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan sampaikan beberapa tujuan daripada Allah Ta’ala mewajibkan kaum muslimin untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Di dalam Al-Qur’anul Karim, Allah Ta’ala sudah memberikan gambaran besar. Tujuan utama daripada kewajiban kita untuk berpuasa adalah menjadikan kita menjadi orang-orang yang bertakwa kepada Allah.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” QS. Al-Baqarah: 183
Orang yang bertakwa adalah yang senantiasa menjalani kehidupannya dengan melandaskan kepada aturan-aturan Allah, aturan-aturan agama Allah di dalam Al-Qur’an maupun Sunnah. Pada prinsipnya, hakikat orang yang bertakwa adalah seperti itu: semua kehidupannya diatur melalui aturan baku yang datang dari Allah dan dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Tingkatan sebelum takwa: Muslim, Mukmin, Muhsin
Di antara jalannya orang tersebut menjadi orang yang bertakwa, Allah membuat tingkatan-tingkatan. Sebelum menjadi orang yang bertakwa, maka seseorang itu harus menjadi Muslim terlebih dahulu. Tingkatan yang paling rendah dari kaum muslimin: orang-orang yang beragama Islam, orang-orang yang tunduk patuh.
Lalu Allah meningkatkan, atau kalau kita mau meningkatkan diri kita sendiri, menuju ke derajat orang-orang yang beriman, yaitu mukmin. Agar supaya meningkat terus dan terus meningkat kualitas diri kita menjadi seorang yang mukmin.
Syukur adalah jalan tarbiyah Allah
Jamaah rahimakumullah, di antara cara Allah untuk mentarbiyah kita, mengajari kita, adalah menyuruh kita menjadi orang-orang yang pandai bersyukur.
Di akhir Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah berfirman:
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” QS. Al-Baqarah: 185
Kenapa Allah berbicara demikian? Kita lihat berapa banyak nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita, terutama di bulan Ramadan ini. Dan mengingatkan sejarah umat manusia ketika turunnya Al-Qur’an.
Kita yang berada dalam dunia kegelapan, lalu Allah menurunkan cahaya Al-Qur’an, cahaya Islam. Itu sebuah nikmat yang besar yang semestinya wajib bagi kita umat manusia untuk senantiasa mensyukurinya. Itu secara umum.
Nikmat terbesar: iman dan Al-Qur’an
Secara khusus untuk kita semuanya, apa yang semestinya wajib untuk senantiasa kita syukuri?
Pertama adalah keimanan kita kepada Allah Ta’ala.
Allah berfirman:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.” QS. Al-Qashash: 56
Tidak ada urusanmu perkara hidayah kepada mereka. Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Ketika kita menjadi orang-orang yang beriman, yang disuruh oleh Allah dan menerima panggilan Allah untuk menjadi _shaim_, menjadi orang-orang yang menjalankan puasa di bulan Ramadan ini, tidak semuanya diberikan. Makanya kita wajib pertama bersyukur kepada Allah atas hidayah.
Tidaklah panjenengan bisa datang ke masjid ini kecuali karena Allah memberikan hidayah untuk menguatkan keimanan kita, untuk senantiasa menjalankan kewajiban-kewajiban kita.
Bentuk syukur yang lainnya, Allah menjelaskan:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda.” QS. Al-Baqarah: 185
Di bulan Ramadan ini kita diingatkan oleh Allah untuk senantiasa mensyukuri nikmat-Nya yang luar biasa besar. Allah sudah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Apalah artinya kita hidup di dunia tanpa petunjuk yang benar dari Al-Qur’an. Kita ibarat manusia buta. Sama sekali kita tidak akan tahu terkait kehidupan akhirat kita bagaimana. Kita menempuh kehidupan kita di dunia agar selamat tidak akan bisa kecuali karena adanya Al-Qur’an.
Makanya ini penting bagi kita kaum muslimin untuk mensyukuri ini. Allah sudah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi-Nya melalui Malaikat Jibril. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan semua isi yang terkandung di dalam Al-Qur’an secara detail. Ini adalah nikmat anugerah, sesuatu yang luar biasa bagi umat manusia. Kita harus benar-benar mensyukurinya.
Caranya harus dengan senantiasa menjadikan Al-Qur’an benar-benar sebagai petunjuk kehidupannya. Jangan hanya sebagai pajangan di rumah.
Mensyukuri nikmat dengan mengamalkan
Ketika seorang muslim, seorang mukmin bersyukur Allah sudah memberikannya keimanan, keislaman, juga harus mensyukuri bahwasanya itu semuanya haruslah kita ketahui: apa-apa yang ada di dalam Al-Qur’an, apa-apa yang diperintahkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjalankan Al-Qur’an.
Di antara hikmah Allah menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadan dan di antara hikmah Allah mewajibkan kita berpuasa di bulan Ramadan adalah ini. Kita semuanya diperingatkan oleh Allah: kalau sekiranya Allah tidak sayang kepada kita, tentu kita tidak mungkin bisa selamat di dunia wal akhirat.
Kalau coba kita bayangkan, Allah tidak menurunkan Al-Qur’an, Allah tidak mengutus Nabi Muhammad sebagai seorang rasul, kita bisa apa? Atau misalnya panjenengan ditakdirkan terlahir di tengah belantara yang tidak mengenal agama Islam, mau jadi apa?
Ini hal-hal yang semestinya menjadikan kita orang-orang yang sangat-sangat bersyukur kepada Allah. Bukan hanya kata-kata. Akan tetapi ketika kita pengen menjadi orang yang bersyukur, kita gali nikmat yang sudah diberikan kepada kita, kita jaga nikmat yang sudah diberikan kepada kita, kita kembangkan nikmat yang ada pada diri kita untuk bisa meraih kebahagiaan di dunia wal akhirat.
Dan ini semuanya, jamaah rahimakumullah, bisa kita dapatkan di dalam surat perintah Allah terkait berpuasa ini. Tujuan utamanya adalah agar kita menjadi manusia-manusia bertakwa. Dan di antara step atau langkah-langkahnya adalah menjadikan kita, atau menyuruh kita untuk menjadi orang-orang yang bersyukur.
Ketika kita pandai bersyukur kepada Allah Ta’ala, Allah akan senantiasa menambah nikmat yang sudah ada kepada kita.
Allah berfirman:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu.” QS. Ibrahim: 7
Panjenengan jangan menganggap ayat ini hanya terkait rezeki. Kadang banyak orang mengaitkan ayat La’in syakartum la’azidannakum hanya terkait rezeki. Ini terkait kesemuanya. Termasuk di dalamnya terkait ilmu.
Kalau kita bersyukur bahwa Allah sudah menurunkan Al-Qur’an kepada kita, tanda bahwa kita bersyukur: kita gali, kita ilmui Al-Qur’an tersebut. Allah akan membukakan pintu-pintu hidayah, menambah keyakinan kita di dalam berislam. Bukan hanya menjadi Islam KTP, bukan hanya menjadi Islam di permukaan, tapi hatinya benar-benar kuat di dalam menjalankan syariat agama Allah.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ أَمَّا بَعْدُ
Menjadi pribadi mursyid dengan doa dan iman
Jamaah kaum muslimin rahimakumullah, pada ayat yang ke seratus delapan puluh enam dari Surat Al-Baqarah, Allah berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku ini dekat. Aku akan mengijabahi seluruh doa orang-orang yang berdoa. Tapi syaratnya,” kata Allah, “maka mereka mengijabahi apa-apa yang diperintahkan oleh-Ku, dan beriman kepada-Ku. Kalau mereka melakukan demikian, mereka akan menjadi orang-orang yang mursyid.” QS. Al-Baqarah: 186
Mursyid adalah orang-orang yang senantiasa menjadikan agamanya ini dengan akal rasio yang benar. Kebenaran senantiasa ditimbang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena kebenaran yang tidak bisa dibantah hanya milik Allah.
Orang mursyid senantiasa bisa menempatkan segala sesuatu sesuai dengan kadar-kadarnya, sesuai dengan batasan-batasan yang diperintah oleh Allah dan Rasul-Nya.
Inilah jamaah rahimakumullah, tingkatan demi tingkatan oleh Allah ditarbiyahkan kepada kita dalam bulan Ramadan ini. Tujuan utamanya, goal-nya adalah menjadi orang-orang yang bertakwa. Akan tetapi tidaklah bisa kita raih kecuali kita benar-benar menjalani itu semuanya selangkah demi selangkah, sehingga akan tercapai tujuan yang kita cita-citakan.
Mudah-mudahan uraian singkat ini bisa menambah pemahaman kita semuanya. Pada akhirnya, hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan, memohon petunjuk atas semua yang akan kita lakukan pada kehidupan kita di dunia ini.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

Komentar
Posting Komentar