Bersegera dalam Kebaikan Sebelum Datang Fitnah

 Sumber : Khutbah Idul Adha  1440 H

Ditulis ulang oleh: Admin

Khutbah Idul Adha Bersegera dalam Kebaikan Sebelum Datang Fitnah Masjid Gembul Cikadu

Transkrip: Khutbah Idul Adha 1440 H

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ  

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا، أَمَّا بَعْدُ

فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Pertama-tama marilah kita senantiasa memanjatkan syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Karena hanya dengan rahmat dan karunia-Nya lah kita semua masih berada di sini. Masih dalam keadaan beragama Islam, masih dalam keadaan iman kepada Allah subhanahu wa ta'ala, masih istiqamah menjalankan seluruh ibadah kita kepada-Nya.

Kalau bukan rahmat dan karunia Allah subhanahu wa ta'ala, sungguh bisa saja hari ini kita tidak bisa shalat. Hanya karena karunia Allah, hanya karena kasih sayang Allah subhanahu wa ta'ala, kita diberi iman dan ketakwaan sehingga mau untuk beribadah kepada-Nya.


Tujuan Hidup: Ibadah kepada Allah

Karena memang manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala bukan untuk sia-sia. Tidaklah kita diciptakan oleh Allah untuk main-main. Kita diciptakan untuk menyembah kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." [QS. Adz-Dzariyat: 56]

Kita akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertanggungjawabkan kehidupan kita sewaktu di dunia.


Hakikat Kurban: Takwa, Bukan Daging

Pada hari ini, hari Id bagi kita semua. Termasuk di antara syiar agama kita adalah Allah telah menundukkan binatang ternak untuk kita manfaatkan. Itu bukan untuk Allah subhanahu wa ta'ala. Yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kita.

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ  

"Daging dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu."[QS. Al-Hajj: 37]

Apa artinya harta, kedudukan, kalau sudah di kubur? Ketika sudah dipanggil Allah, tidak ada yang bisa menolong kecuali amal saleh kita.


Fastabiqul Khairat: Berlomba dalam Kebaikan

Untuk itu jamaah rahimakumullah, mari kita senantiasa berlomba-lomba di dalam kebaikan.

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ 

"Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan." [QS. Al-Baqarah: 148]

Semoga takbir yang kita kumandangkan sampai kepada Allah. Mau siapa pun kita, mau segagah apa pun hari ini, besok mati tetap menghadap Allah untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakan di dunia.

Jangan tunggu nanti, jangan tunggu besok, apalagi tahun depan. Jangan. Hadir, beramal.


Waspada Fitnah Akhir Zaman

Kata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: 

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا 

"Bersegeralah beramal sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari beriman dan sore hari kafir, atau sore hari beriman dan pagi hari kafir. Dia menjual agamanya dengan harta dunia." [HR. Muslim no. 118]

Tidak peduli sehabis salat beriman, ketika salat. Ketika di luar salat disogok mau, berarti keimanannya hilang. Kapan kita mau seperti ini?

Kita diminta istiqamah untuk senantiasa dalam keimanan di mana pun berada. Kita senantiasa merasa kita diawasi oleh Allah.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

"Hidupku, matiku, korbanku, ibadahku semuanya bagi Allah Rabbul 'Alamin."  [QS. Al-An'am: 162]


Jihad Sesuai Kemampuan

Pada hari ini kita diuji oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan jihad. Yang punya harta banyak diperintah untuk menunaikan ibadah haji. Yang tidak mampu untuk beribadah haji diperintah untuk korban. Yang tidak mampu berkorban diperintah untuk senantiasa bersegera berbuat baik.

Itu jihad sesuai dengan kesanggupan kita, sesuai dengan kemampuan kita.

Nabi Ibrahim 'alaihissalam diminta untuk mengorbankan anaknya sendiri. Luar biasa. Dengan penuh keimanan beliau menjalankan perintah agama Allah.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ  

"Maka ketika anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersamanya, Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu." [QS. Ash-Shaffat: 102]

Bukan seperti pesta-pesta yang diadakan orang. Kita punya syariat agama sendiri. Quran dan Sunnah adalah patokan kita.


Jangan Remehkan Kebaikan Kecil

Yang tidak mampu silakan berlomba-lomba dalam kebaikan sebatas apa yang dapat panjenengan laksanakan, bersegera. Jangan anggap remeh kebaikan.

*لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ 

"Janganlah sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikit pun, walaupun hanya dengan bermuka manis ketika bertemu saudaramu."[HR. Muslim no. 2626]

Sebelum kita bisa menjalankan yang besar, latih diri dari yang kecil. Kejujuran itu kebaikan tingkatannya kecil. Tapi ketika kita berlatih jujur, insyaAllah untuk hal-hal yang besar semuanya mudah.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
 
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." [QS. Ali Imran: 133]

Atau tidak harus mengambil apa-apa, orang terserah. Yang jelas, ketika kita di dunia beramal saleh, kita akan dimasukkan oleh Allah ke dalam surga. Ketika tidak bisa beramal saleh, neraka tujuan kita.

Laa yamutu fiiha wa laa yahya di dalam neraka. Tidak mati dan juga tidak hidup. Hidup akan, tapi setiap hari disiksa. Ketika sudah hancur badannya, ditumbuhkan lagi oleh Allah, disiksa kembali. Apakah mau seperti itu?


Jaga Semangat Kebaikan

Untuk itu jamaah rahimahullah, mulai hari ini alhamdulillah di lingkungan kita, di Gugur Bulu kita, sudah melihat sedemikian besar semangat untuk berbuat baik kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Ini semuanya harus kita jaga bersama-sama.

Agar kita, agar lingkungan kita, agar masyarakat kita senantiasa tunduk patuh kepada aturan Allah dan Rasul-Nya. Ketika kita sudah tunduk patuh, Allah akan membukakan keberkahan dari langit dan dari bumi. Itu janji Allah yang harus kita imani.

Mari kita tundukkan kepala kita. Mumpung masih diberi kehidupan oleh Allah. Mumpung persendian kita masih kuat untuk shalat, beribadah kepada Allah. Mumpung masih diberi kesempatan untuk bersedekah. Jangan tunggu besok, jangan tunggu lusa. Mudah-mudahan kita semuanya senantiasa diberi kesadaran untuk dapat menggapai hidayah.

Allahu Akbar.

Pada akhirnya marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah. Agar supaya kita semuanya mendapat karunia Allah, senantiasa dilindungi oleh Allah, senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah. Sehingga kita menjadi orang-orang yang beriman, orang-orang yang Islam, orang-orang yang senantiasa istiqamah. Baik kita, keturunan kita, istri-istri kita, anak cucu kita, seluruh kaum muslimin di Gembul Cikadu ini.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا فَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.  
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. 
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.  
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

Ya Allah, terimalah ibadah kami, terimalah kurban kami ya Allah.  

Terimalah kurban dari seluruh masyarakat Gumul Cikadu ini ya Allah ya Rabbal 'alamin.  
Jadikanlah hati-hati mereka tunduk patuh kepada agamamu ya Allah ya Rabbal 'alamin.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ  
فَقُولُوا كُلُّ هَذَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ  

Wassalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh. 

Transkrip : Khutbah Idul Adha 1440 H

Pembicara Ustadz : Sri Kusdiyono

Ditulis Ulang oleh : Admin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Keluarga Keturunan Eyang Mursyid Cikadu Lumbir

Silsilah Keluarga Keturuan Eyang Mahmud cikadu Lumbir

Referensi Silsilah Keluarga Cikadu Lumbir